Berawal dari Hobi, Sosok Kicaumania Salatiga Ini Raup Cuan Ratusan Juta

  • Bagikan
Peternak Lovebird Mahardika Adi yang juga memiliki usaha Rosemary Birdfarm di Salatiga/Via salatigaterkini/Foto; Resky Tri Nur Said/IST

Mediatani – Sudah sejak tujuh tahun lalu, seorang lelaki asal Desa Karangkepoh, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Mahardika Adi membulatkan tekadnya untuk melanjutkan hobinya ternak burung.

Dengan rentang waktu yang cukup lama ini, Adi sudah meraup omset hingga ratusan juta rupiah. Hal itu pun tak disangkanya bahwa hobinya yang dimiliki sejak tahun 2012 ini berbuah manis.

Adi adalah owner dari Rosemary Birdfarm. Dari awal dia hanya sekedar hobi untuk mengisi waktu luang saja. Akan tetapi saat ini farm yang dimilikinya sudah mencetak cuan hingga ratusan juta dari ternak lovebird.

Dibantu temannya yang juga sesama penghobi kicaumania, mereka sungguh telaten dalam merawat dan melatih lovebird kompetisi yang dimiliki.

Melansir dari salatigaterkini.pikiran-rakyat.com, Jumat (12/3/2021), saat ditemui di basecamp Rosemary, Adi menceritakan jika sudah lama jatuh cinta kepada burung lovebird.

Sejak tahun 2012 silam, dirinya sudah memiliki banyak burung lovebird kompetisi. Hingga akhirnya pada tahun 2014, pemuda berawakan kecil ini membulatkan tekadnya untuk membangun Rosemary Birdfarm untuk menghasilkan lovebird yang berkualitas.

Disampaikan Adi juga, hingga kini lovebird yang dimilikinya kurang lebih berjumlah 70 ekor, dari yang masih anakan hingga yang sudah siap untuk kompetisi kicau.

Untuk harganya lovebirdnya sendiri, ia bilang, harganya memiliki nilai yang variatif, mulai dari jutaan hingga ratusan juta. “Dulu lovebird termahal yang pernah laku itu ya Rp150 juta mas” ujar owner dari Rosemary Birdfarm, itu.

Adi mengungkapkan bahwa dia menjual lovebird dengan harga yang fantastis ini karena memang lovebird yang dimiliki memiliki prestasi nasional. “Kalau anakan ya, bisa sampai 1 juta mas, tergantung indukan juga,” ucap Adi dengan senyum tipis.

Pasar yang sudah dijangkau dari hasil ternaknya kini muali dari daerah Jawa hingga Sumatra. Mengingat kompetisi yang diikuti pun sudah tingkat nasional. Dalam tiga bulan terakhir ini dirinya sudah mengirim beberapa hasil ternaknya ke Pekanbaru Riau.

Kini usaha ternak lovebirdnya menjadi penghasilan utama untuk menghidupi keluarganya. Dari sini pun dapat disimpulkan bahwa rejeki memang datangnya bisa dari mana saja, dari hobi pun bisa menjadi cuan yang sangat fantastis.

Bagaimana tertarik untuk beternak burung di rumah? Jika kamu berkenan, kamu bisa ikuti panduan lengkap memelihara burung di rumah sebagaimana telah diberitakan medaiatani.co sebelumnya.

Sebelum memulai beternak burung peliharaan pastinya kamu harus memiliki pengetahuan awal dong. Semua itu bisa membuatmu lebih mudah ketimbang tak tahu sama sekali.

Berikut beberapa kiat-kiat lengkap untuk memulai beternak burung mulai dari memilih kandang, merawat, memberikan pakan hingga menjaga kesehatan burung yang dikutip Sabtu (27/2/2021) dari situs id.wikihow.com.

Mengandangi Burung

Beli kandang yang besar untuk merumahkan burung peliharaan. Burung bisa saja berkembang lebih baik saat ditempatkan di kandang yang besar. Maka dari itu pilihlah kandang dengan ukuran terbesar sesuai ruang yang tersedia di rumah.

Sebagaimana aturan umum, kandang harus memiliki lebar minimal dua kali rentang sayap burung. Penting bagi beberapa spesies untuk bisa terbang dalam jarak pendek di dalam kandang agar ia tetap memiliki ruang atau habitat hidup yang sehat. Beberapa persyaratan standar lain yakni di antaranya:

  • Jarak antar jeruji kandang tak boleh terlalu kecil karena cakar burung dapat tersangkut jika kawat jeruji atau bilah kandang terlalu kecil. Di sisi lain, jarak antara bilah atau jeruji juga tidak boleh terlalu besar sehingga berisiko membuat kepala burung tertahan, atau burung peliharaan Anda justru bisa menyelinap dan kabur.
  • Makin besar ukuran kandang, makin baik. Meski kandang burung dengan ukuran lebih besar biasanya sulit dibersihkan dan lebih mahal. Ukuran kandang menjadi aspek penting, terutama saat kamu jarang berada di rumah atau tak memiliki banyak waktu untuk mengeluarkan burung dari kandangnya dan bermain/berlatih. Kandang yang lebih kecil pun sering memicu masalah perilaku pada burung.

Baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan
Exit mobile version