Daun pandan di pekarangan rumah

Mediatani – Daun pandan merupakan daun berbau wangi yang sudah sangat sering digunakan sebagai bahan membuat makanan. Daun pandan bisa membantu menghilangkan bau amis, dan juga bisa menambahkan aroma pada kue. Tak hanya itu, daun pandan juga memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Karena berbagai kegunaannya itu, banyak orang yang mencari tanaman pandan ini. Bagi sebagian orang yang mengetahui hal tersebut, mereka akan menjadikannya kebutuhan sehari-hari atau bahkan menjadikannya bisnis.

Di daerah lembab seperti tepi-tepi sungai atau pinggir selokan pandan biasa tumbuh secara liar. Begitu juga dengan daerah dataran tinggi karena tanaman ini suka terhadap air. Maka dari itu, jika kalian ingin membudidayakannya di daerah dataran rendah, sebaiknya penyiraman dilakukan lebih sering.

CARA BUDIDAYA

Cara menanam daun pandan dalam pot cukup mudah dipraktikkan. Walaupun mudah, prosesnya tetap harus memperhatikan dasar-dasar penanaman yang baik, sehingga daun pandan dapat tumbuh dengan subur. Tanaman pandan bisa ditanam di pekarangan dengan menggunakan pot atau di pekarangan rumah. Tanaman ini tidak membutuhkan tempat yang luas untuk tumbuh.

Berikut Mediatani rangkum dari berbagai sumber, tentang cara menanam daun pandan

Siapkan Media Tanam

Jika menanam langsung di tanah, maka harus memperhatikan pemilihan lokasi. Pilihlah lokasi yang lembab dan teduh. Kamu harus mengolah tanah dengan dicangkul dan diberi campuran pupuk kandang dan kompos agar gembur.

Selanjutnya, buat lubang tanam dengan kedalaman 22-27 cm dan jarak antar tanaman sekitar 1 meter pada setiap lubang tanamnya. Beri pupuk kandang sekitar 2 kg. Setelah itu, media tanam sudah siap untuk diolah.

Tanah yang digunakan pada pot atau media lainnya sebaiknya hasil pencampuran dari sekam bakar, campuran kompos, dan tanah dengan perbandingan 1: 2: 1. Kemudian isi sepertiga dari pot dengan pecahan bata atau genting baru, setelah itu masukkan tanah.

Menyiapkan Bibit

Keberhasilan dalam menanam daun pandan sangat ditentukan oleh proses pemilihan bibit. Kamu bisa memperoleh bibit pandan dari tunas tunggal pandan lain yang sudah berakar gantung. Bila belum berakar gantung, pandan tidak akan tumbuh dengan baik.

Bibit daun pandan bisa diambil dari anakan yang menempel pada induknya. Perhatikan ukuran bibit yang diambil. Gunakanlah yang berukuran agak kecil agar bibit mudah beradaptasi. Usahakan anakan yang dipilih memiliki daun yang segar dan sempurna, yaitu tidak berlubang atau robek.

Penanaman bibit

Masukkan bagian batang dan akar bibit pandan ke dalam lubang yang telah dibuat tadi. Usahakan semua akar masuk ke dalam lubang agar nantinya tertutup tanah. Kamu harus memadatkan tanah agar tanaman tidak mudah roboh setelah selesai ditanam.

Apabila penanaman dilakukan di pot, maka pindahkan pot ke tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan sifat pandan yang menyukai tempat lembab. Jika langsung terkena panas, dikhawatirkan bibit pandan yang baru ditanam akan mati karena tidak dapat beradaptasi.

Baca Juga  Hati-Hati ! Inilah Tumbuhan Mematikan Yang Tumbuh Di Indonesia

Lalu siram tanah sampai basah seluruhnya, kamu bisa memastikannya dengan melihat air yang mengalir dari lubang yang ada di bagian bawah atau samping pot. Tetapi jangan sampai banjir. Kelebihan air juga dapat mengakibatkan pembusukan.

Penyiraman dan Pemupukan

Cara menanam daun pandan harus dilakukan dengan baik, terutama saat penyiraman bibit yang baru ditanam. Daun pandan yang kamu tanam tidak boleh kering dan layu selama masa pertumbuhan.

Jangan sampai terlupa untuk menyiram tanaman secara teratur pada pagi dan sore hari. Selama 1 minggu sebaiknya pandan yang baru ditanam harus terhindar dari matahari langsung, khususnya saat siang hari yang terik. Jadi, setelah selesai proses penanaman, letakkan pot di tempat teduh yang tidak terkena matahari secara langsung.

Setelah penanaman pandan telah berlalu 3 bulan, kamu bisa memberi pupuk buatan dengan dosis sekitar 50 gram urea ZA dan 20 gram KCI. Pemupukan dilakukan setelah menyiangi rumput liar yang menghambat pertumbuhan tanaman.

Setelah berumur 1 tahun, kamu dapat memberi pupuk kandang dan pupuk buatan dengan dosis yang sama banyaknya dengan sebelumnya. Setelah itu, tidak perlu lagi melakukan pemupukan.

Perawatan Tanaman

Kalian harus tetap memantau perkembangan daun pandan setelah penanaman. Sambil terus disiram secara rutin, pastikan daun tidak menunjukkan tanda-tanda layu. Jika setelah tiga hingga lima hari pandan terlihat tetap segar, maka dapat dipastikan tanaman tersebut akan tetap hidup dan tumbuh.

Bila ada daun yang tampak layu, lakukan pemangkasan terutama pada bagian-bagian yang mulai berubah kuning dan coklat. Namun, jangan juga terlalu membanjiri tanaman. Tanah yang terlalu basah menyebabkan akar jadi busuk.

Jika penanaman berhasil, tiga minggu setelah penanaman sudah akan terlihat perubahan. Pucuk-pucuk daun baru akan muncul di ujung batang. Terus lakukan perawatan seperti sebelumnya. Pandan yang sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan baru biasanya akan cepat tumbuh subur. Bibit pandan yang tumbuh kemudian akan memunculkan tunas-tunas baru yang dapat diperbanyak kembali.

Selain itu, untuk mencegah daun pandan diserang oleh hama penggerek pucuk, kamu bisa mengatasinya dengan insektisida. Jika pucuk tanaman ada lubang kereknya sehingga ada kotoran ulat, segeralah obati dengan menyuntikan insektisida pada pucuk tersebut.

Masa Panen

Panen dapat dilakukan pada tahun ketiga setelah penanaman pandan yang pertama kali. Setelahnya kamu sudah bisa melakukaan panen antara 1,5 hingga 2 bulan. Jika kamu merawat tanaman dengan baik, ia bisa terus hidup hingga 10-20 tahun.

Budidaya daun pandan ini memang tidak terlalu sulit dilakukan, namun kamu harus sabar menunggu bertahun-tahun untuk bisa panen. Selain itu, daun pandan yang sudah dipanen harus segera digunakan untuk memasak sebelum daunnya menggulung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here