Banner Iklan @a2tani.id

Gerbas Tani Lumajang, Belanja Sayuran Sambil Berwisata

  • Bagikan
Sumber foto: youtube.com

Mediatani – Pandemi Covid-19 yang belum juga selesai telah memberi dampak pada ekonomi, termasuk juga pada petani. Para petani mengalami kesulitan untuk menjual produk hasil pertanian mereka.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Daerah Lumajang menggagas lahirnya Gerbas Tani (Gerakan Belanja Sayuran di Lahan Petani) untuk membantu para petani dalam memasarkan produk hasil pertanian mereka.

Banner Iklan @a2tani.id

Hadirnya gerakan ini juga karena dilatarbelakangi turunnya harga sayuran. Nah, untuk kembali memulihkannya, para Penyuluh Pertanian dan Pemerintah Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, pun berinisiatif untuk membuat Gerbas Tani.

Dilansir dari kominfojatim.com, Indah Amperawati selaku Waki Bupati Lumajang menyampaikan harapannya agar Gerbas Tani mampu menjadi percontohan bagi daerah lainnya.

“Gerbas Tani diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” harap Indah Amperawati saat meresmikan Gerbas Tani di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, pada hari Selasa (6/7/2021).

Indah menilai bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu contoh ide kreatif dari desa dan para kelompok tani untuk meningkatkan perekonomian dari hasil pertanian.

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi percontoh di semua wilayah di Kabupaten Lumajang,” ujar Indah.

Lebih lanjut, Menurut Indah, apabila masyarakat membeli produk hasil pertanian langsung ke petani, maka harganya kemungkinan akan lebih murah dibandingkan jika masyarakat membelinya di pasar. Ini akan berbeda dengan pedagang (tengkulak), pasti harganya di petani akan jauh lebih murah sebab akan dijual lagi ke pasar. Indah sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Baca Juga :   BUMN Dorong Peternak Manfaatkan Limbah Peternakaan Jadi Energi Terbarukan

Sementara itu, Aziz Fachrrurozi selaku Camat Rowokangkung menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi kegiatanketiga kali yang diadakan dan telah rutin dilakukan setiap tahun sekali di wilayahnya.

“Jadi ini merupakan tahun ke tiga. Kemudian ini juga diadakan setiap Juli,karena bertepatan dengan hari Krida, selain itu puncak panen ada di Juli,” jelas Indah.

Gerbas tani ini merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sejak tiga tahun yang lalu. Namun, di tahun 2021 ini lebih lengkap. Lahan Gerbas Tani ini dikemas dengan gelar teknologi pertanian di lahan yang luasnya 2,4 ha yang ditanami sebanyak 27 jenis tanaman sayuran. Sayuran tersebut diantaranya adalah jagung pulut/ketan, kubis, bawang merah, sawi dan masih banyak yang lainnya bahkan dilengkapi juga dengan tanaman refugia.

Sekadar informasi bahwa tanaman refugia ini tidak hanya berfungsi sebagai penarik musuh alami hama, tetapi tanaman refugia ini juga mampu menarik masyarakat agar datang ke area Gerbas Tani. Selain kegiatan jual beli berbagai jenis sayuran, Gerbas Tani juga sebagai wahana untuk memberi edukasi dan menambah wawasan kepada masyarakat seputar dunia pertanian.

Baca Juga :   Mentan SYL: Sebaiknya Hindari Lahan Gambut untuk Pertanian

Gerbas Tani yang berlangsung pada tanggal 2-4 Juli ini menarik minat pengunjung untuk mengabadikan berfoto ria ditengah taman bunga yang indah.

Terkait hal ini, Heru Afandi selaku Penyuluh Pertanian inisiator Gerbas Tani melihat bahwa Gerbas Tani ternyata mampu menarik minat masyarakat Kabupaten Lumajang untuk datang berkunjung.  Bahkan sebelum pembukaan pun Gerbas Tani sudah ramai diserbu pengunjung.

“Untuk membatasi jumlah pengunjung per harinya, panitia hanya membuka Gerbas Tani selama 2 bulan,” kata Heru.

Sementara itu, Imelda Safitri yang juga sebagai Penyuluh Pertanian Madya Kab. Lumajang mengatakan bahwa Gerbas Tani ini sebaiknya bisa dicontoh oleh kecamatan lain dengan mengandalkan komoditi unggulan spesifik lokasi di daerahnya masing-masing dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lumajang.

“Gerbas Tani sebagai langkah yang tepat untuk menstabilkan dan meningkatkan harga panen dari hasil pertanian. Semoga setelah hadirnya Gerbas Tani, para petani bisa mengendalikan harga panen, mendapatkan hasil dari pengunjung di area refugia sehingga pendapatan petani meningkat,” tutup Imelda.

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani