Home / Berita / Perikanan

Senin, 22 Februari 2021 - 17:40 WIB

Ikan Pembersih Akuarium Ternyata Bukan Hanya Sapu-sapu

Flagtail Red Feifeng

Flagtail Red Feifeng

Mediatani – Sebagian besar pecinta ikan hias memelihara ikan sapu-sapu karena kemampuannya yang bisa membersihkan akuarium atau tank. Namun ternyata, ada jenis ikan lain yang bisa melakukan hal serupa. Ikan itu adalah american flagtail atau ikan bendera.

Ikan ini dapat bergerak sangat lincah di dalam akuarium yang berukuran besar. Saat berenang ke sana-ke mari, ikan ini akan melakukan manuver ke dasar akuarium. Ikan yang biasa disebut red feifeng (RFF) itu juga akan memakan lumut-lumut yang menempel.

Dilansir dari JawaPos, salah seorang penghobi ikan predator asal Darmo Permai, Reginaldo Edrico mengaku bahwa ia merasa harus memelihara RFF di akuarium miliknya. Namun, ia hanya ingin memelihara RFF yang berukuran tidak jauh lebih kecil. Menurutnya, ikan bendera (Latin Flagtail prochilodus) itu bisa menjadi teman yang baik bagi predator lainnya.

”Cocoklah buat teman arwana, peacock bass, oscar, dan lainnya. Kalau nggak ada ini (RFF), seperti ada yang kurang,” tuturnya.

Ikan bendera dengan predator-predator lainnya akan menjalin hubungan simbiosis mutualisme di dalam akuarium, dimana RFF bisa berperan membersihkan sisa-sisa makanan yang tak dihabiskan oleh predator lainnya. Dan tak kalah pentingnya, akuarium bisa menjadi lebih bersih karena pada dasarnya, RFF merupakan ikan pemakan alga dan lumut.

Baca Juga :   Mau Ikut Lelang Ikan Cupang? Pahami dulu 5 Istilah Ini

Perbedaannya dengan ikan sapu-sapu, RFF memiliki tubuh yang lebih menawan dibanding sapu-sapu yang bertampang sangar. Tubuh dan ekor ikan RFF dihiasi corak-corak indah sehingga tampak lebih cantik. Selain itu, karena sirip pada bawah perut dan ekornya yang berwarna merah membuat ikan ini dijuluki red feifang.

Selain berwarna merah, ada juga ikan bendera yang berwarna kuning. Dominasi warna kuning pada sirip perutnya membuat ikan ini dijuluki yellow feifang. Namun, kepala yellow feifang cenderung bersisik ketimbang RFF.

Karena penampilannya yang cantik dan anggun itu, harga RFF juga terbilang cukup tinggi. Di pasaran, harga ikan ini berkisar Rp 300 ribu – 2 juta per ekor tergantung pada ukurannya. Aldo menuturkan, tingginya harga jual RFF disebabkan karena ikan ini harus didatangkan dari luar negeri alias diimpor.

Menurut informasi yang didapatkan, hanya Thailand negara Asia yang berhasil mengembangbiakkan red feifeng atau red flagtail. RFF yang berukuran dewasa, yakni sekitar 20 sentimeter, dibanderol sebesar Rp 1 juta–1,2 juta per ekornya. Padahal, ikan ini masih bisa tumbuh hingga memiliki ukuran tubuh 50-an sentimeter.

Baca Juga :   Berhenti Jadi Karyawan, Pria Ini Lebih Sukses Budidaya Ikan Koi

Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan RFF sulit dikembangbiakkan di Indonesia adalah karakter ikan yang bermigrasi terlebih dahulu sebelum bertelur. Pada habitat aslinya, ikan ini melakukan migrasi dua kali dalam setahun dengan menempuh jarak ratusan kilometer. RFF baru bisa menghasilkan telur di tengah perjalanannya bermigrasi dan ketika musim hujan.

Pada saat itu, flagtail akan berpindah dari perairan sungai dan anak sungai bersih yang sudah memiliki nutrisi menuju sungai berarus deras mendekati hilir untuk bertelur.

”Kalau dari literatur sih begitu. Mungkin bisa berkembang ya di kawasan Kolumbia dan Brasil saja,” terangnya.

Untuk memberi makan ikan ini juga cukup mudah. Selain karena ikan ini bisa memakan alga dan lumut yang terdapat pada akuarium, RFF juga sangat menyukai udang potong beku, cacing darah, dan pellet. Sebab, pada dasarnya ikan bendera merupakan ikan pemakan segala alias omnivora.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan, menurut Aldo, sebaikya atas akuarium ditutup karena ikan ini punya karakter jumper atau bisa dengan mudah melompat keluar dari akuarium.

Share :

Baca Juga:

Berita

Minta Penjelasan Soal Beras, Jokowi Panggil Tiga Menteri Ke Istana

Berita

Lahan Sawah Dilanda Kekeringan, Kadistan Aceh Besar Ajak Petani Shalat Istisqa

Berita

Kiat Menghipnoterapi dan Mengurangi Stres pada Ternak Ayam, Simak Langkah-langkahnya

Berita

5 Prinsip Kelautan Berkelanjutan untuk Bangkitkan Semangat Milenial

Berita

Menteri Trenggono Angkat Bicara Soal Ekspor Benur dan Cantrang

Berita

PPN/Bappenas Rangkul Perguruan Tinggi dan Swasta Dukung Ketahanan Pangan di Sulut

Berita

Mengenal Mbah Sukidjo, Pembudidaya Ikan Gabus Tersohor dari Yogyakarta

Berita

Ingin Beternak tapi Tinggal di Perkotaan? Hewan-hewan Ini Jadi Pilihan Tepat