MediaTani – Pisang merupakan salah satu buah yang populer di tengah masyarakat kita. Selain mudah ditemukan, buah berbentuk panjang dan bulat ini juga sering disajikan dalam berbagai bentuk makanan olahan. Jenis tanaman pisang pun sangat beragam, namun kali ini redaksi ingin membahas salah satunya saja yakni Pisang Kepok.

Budidaya Pisang Kepok

Pisang Kepok merupakan salah satu kultivar tanaman pisang dari kelompok kultivar ABB. Pisang ini termasuk kelompok pisang olah (plantain) karena tinggi kandungan patinya. Bentuk buah Pisang kepok cenderung pipih dan tidak bulat memanjang seperti varian pisang lainnya tanaman pisang termasuk dalam family Musaceae. Bahkan buah pisang kepok hampir berbentuk seperti kotak.

Prospek Agribisnis Buah Pisang Kepok

Selain rasa yang enak, Pisang kepok juga banyak dicari di pasar. Pasalnya pisang kepok merupakan tanaman berkhasiat. Kandungan Pisang kepok adalah antasida alami yang mampu menetralkan gangguan pencernaan. Pisang ini bermanfaat untuk orang dengan masalah sembelit, sakit maag, ataupun diare.

Buah Pisang Kepok

Selain Itu, pisang kepok juga diminati untuk dijadikan produk makanan olahan. Contoh produk olahan dan aneka resep Pisang Kepok: Pasau Pisang Kepok , Kolak pisang kepok campur campur, Sarikaya Pisang Kepok, Pisang Bakar Coklat Keju, Kripik pisang, pisang ijo, selai pisang, dll. Permintaan akan pisang jenis ini juga terbilang stabil.

Dengan demikian, peluang atau prospek agribisnis buah pisang kepok sangat potensial. Jika berminat menjadi produsen alangkah baiknya jika sobat membaca panduan teknik budidaya tanaman pisang kepok berikut ini.

Teknik Budidaya Pisang Kepok

Teknik Budidaya pisang kepok sepintas tidak berbeda dengan budidaya tanaman pisang lainnya seperti pisang ambon, pisang raja, pisang sereh, atau pisang tanduk. Untuk pisang kepok kita harus lebih cermat dalam menentukan media tanam dan penentuan jadwal panennya.

Syarat Tumbuh

Iklim
Tanaman pisang Kepok dapat tumbuh di lahan yang kering sekalipun sebab ia mendapat supply air dri cadangan yang ada di batangnya. Hanya saja, dalam kondisi tersebut, produksi buah tentu tidak bisa diharapkan. Iklim tropis yang cenderung basah juga lembab adalah kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan pisang. Sementara itu, kondisi angin juga perlu diperhatikan. Tanaman pisang kepok sebaiknya tidak ditanam di wilayah yang sering terkena angin kumbang sebab bisa merusak bagian daunnya serta mempengaruhi perkembangan juga pertumbuhannya. Perhatikan pula curah hujan. Angka paling optimal adalah 1.520 sampai 3.800 mm per tahunnya dengan syarat 2 bulan kering. Cermati pula variasi curah hujan yang harus seimbang dengan ketinggian medium tanam sebab jika tidak akan mudah tergenang dan merusak kualitas batang pisang.

Lingkungan Pertanaman
Pohon pisang termasuk tanaman yang “rakus” sehingga ada baiknya jika ditanam pada tanah kaya humus yang secara rutin diperbaharui dengan pupuk. Air pada medium tanam juga harus tersedia namun perhatikan agar tidak menggenang. Ketinggian tanah di area basah antara 50 sampai 200 cm, sementara itu di wilayah setengah basah yakni 100 sampai 200 cm. Jika ditanam di wilayah cenderung kering, ketinggiannya sebaiknya 50 sampai 150 cm.

Jangan menanam pisang kepok di tanah yang pernah mengalami erosi sebab hasil panen akan tergangggu. Pastikan pula agar tanah tersebut memiliki resapan air yang tinggi sebab pisang susah hidup pada tanah dengan kandungan garam sekitar 0,07%. Seperti disebutkan sebelumnya, pisang bisa tumbuh di wilayah yang kering dengan ketinggian 1000 m dpl sampai 2000 mdpl.

Penentuan Waktu Tanam
Waktu tanam terbaik untuk Pisang Kepok adalah awal musim hujan sampai tiga bulan sesudahnya. Untuk tiap daerah berbeda – beda untuk musim hujannya, sebaiknya meminta bantuan kantor meteorologi daerah setempat untuk dapat menentukan awal musim hujan atau disebut bulan basah.

Pembersihan ( Penyiapan Lahan )
Bersihkan lahan dari benda – benda dan ranting yang akan menggangu sistem perakaran tanaman maupun menghambat penyerapan unsur makanan, buang sisa – sisa tumbuhan, daun – daun dan ranting bekas pemangkasan yang dapat menjadi sumber penularan hama dan masukan kedalam lubang yang cukup dalam berukuran 2X2X2 m.

Penyiapan saluran air atau parit kebun yang bebas dari rumput, sampah dedaunan serta kayu yang menyumbat ini digunakan untuk drainase yang baik.

Penentuan Jarak Tanam dan Penganjiran
Dalam proses ini dimaksudkan untuk memperoleh posisi tanam sehingga diperoleh populasi tanaman sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan menggunakan ajir. Terciptanya jarak tanam yang optimum bagi tumbuhan tanaman pisang kepok.

Penyediaan Bibit
Menyediakan bibit yang berpotensi produksi dan kualitasnya tinggi, terjamin kemurnian (jenis varietas), memiliki peluang pasar yang jelas, sehat/bebas dari hama penyakit, serta dalam jumlah yang cukup banyak.

Baca Juga  Petani Butuh Dukungan Dan Penanganan Yang Serius Bukan Perdebatan

Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, lubang dibuat dengan ukuran: Panjang = 50 cm, lebar = 50 cm, dalam 50 cm. Lubang dibuat dengan berukuran tersebut dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar.

Penanaman
Pada proses penanaman ini yaitu proses meletakan benih pada lubang tanaman yang sudah dipersiapkan, sebelum mulai menanan sebaiknya seluruh peralatan dicuci terlebih dahulu untuk menghindari penularan penyakit menggunakan diinfektan (chorox) campurkan Trichoderma sp.

Dengan pupuk kandang/kompos dan sebagian tanah kemudian dimasukan ke lubang tanam. Keluarkan benih pisang namun sebelum ditanam benih dicelupkan kedalam larutan 100 g Trichoderma sp., 10 liter air dan urea 10 g selama 15 menit. Bibit ditanam sampai sebatas 5 – 10 cm diatas pangkal batang. Penutupan lubang tanam, tanah bagian atas (top soil) dimasukan terlebih dahulu baru disusul dengan tanah bagian bawah (sub soil). Penutupan lubang tanam dilakukan setelah 2 minggu lubang tanaman dibiarkan terbuka dan setelah 2 minggu padatkan tanah agar tanaman dapat berdiri kokoh.

Pengairan
Mengatur ketersediaan air sesuai dengan kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan bagi perkembangan dan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Penjarangan Anakan
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur jumlah pohon/anakan dalam satu rumpun agar tanaman induk dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi secara optimal
Kriteria anakan yang dipilih antara lain :

  1. Umur 4-6 bulan ( setelah anakan tumbuh
  2. Tinggi antara 20-40 cm.
  3. Pertumbuhan kuncup daun baik.
  4. Pilih anakannya yang tumbuh disebelah luar dari pohon induk pada arah yang sama.

Penjarangan dilakukan setelah pohon induk berumur 30 minggu menyisakan dalam satu rumpun sebanyak 2-3 anakan. Anakan yang dipilih adalah anakan yang berasal dari pohon induk dengan umur berbeda (berselang 2-3 bulan). Cara mematikan anakan dilakukan dengan : potong anakan sebatas 20 cm dari tanah, congkel bagian tengah batang lalu tuangkan 2-3 ml (½ sendok teh) minyak tanah.

Sanitasi Lahan
Kegiatan membuang/mencabut dan mematikan Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, menjaga kebersihan kebun dari gulma dan bagian tanaman yang sakit bertujuan untuk mengurangi kompetisi hara antara tumbuhan dengan tanaman penganggu (gulma) dan mengurangi sumber infeksi hama dan penyakit.

Pemupukan dan Pembubunan
Pemumpukan bertujuan untuk memenuhi unsur hara tanaman dan perakaran bisa berkembang lebih baik.
Berikut prosedur pelaksanaan pemupukan :

  • Pemupukan I dilakukan satu bulan setelah penanaman dengan pupuk kandang 10 kg/lubang dan pupuk anorganik (Urea = 50g, SP-36 = 30g).
  • Pemupukan ke II dan III dilakukan dua dan tiga bulan setelah penanaman dengan pupuk anorganik (Urea= 50g, SP-36= 30g dan KCI = 40g)
  • Pemupukan ke IV, berikan campuran pupuk kandang/kompos susulan 10 kg dan 500g Trichoderma sp. Per rumpun serta urea = 100g, KCL=100g
  • Pemberian pupuk dilakukan dengan membuat parit sekeliling rumpun dengan jarak 50 cm dari pohon yang dilanjutkan dengan tanah bumbunan.

Pembrongosan
Membungkus buah sehingga diperoleh buah dengan permukaan kulit yang mulus dan mencegah serangan hama/penyakit pada buah.

Pemotongan Jantung Pisang
Pemotongan jantung pisang ini bertujuan untuk menoptimalkan penyerapan unsur hara oleh bakal buah dan mencegah penyakit layu darah.

Penyanggahan
Kegiatan menyangga pohon pisang agar tidak rebah karena beratnya buah dan gangguan fisik lain (dalam hal ini bergantung dengan varietas dan besarnya tandan).

Pengaturan Jumlah Daun
Memotong daun untuk menjaga ukuran dan penampakan buah, untuk menghasilkan buah dengan ukuran sesuai standar dan menghindari buah pecah. Sebelum memotong tinggalkan (6 – 8 daun) dan untuk daun yang telah tua atau menguning lalu potong daun dengan membentuk sudut 45 ° dan potong bagian batang yang menjuntai sehingga batang nampak bersih. Setelah itu kumpulkan daun yang dipotong lalu dibakar agar terhindar dari penyakit.

Penentuan Masa Panen
Mengamati kondisi fisik dan fisiologis buah untuk menentukan waktu panen karna sangat bergantung jarak dari pasar untuk pasar lokal tingkat kematangannya sekitar 90% sedangkan untuk pasar antar pulau sekitar 80 %.

Panen
Pengambilan buah yang sudah menunjukan ciri (sifat khusus) matang panen bertujuan untuk mendapatkan buah yang segar. Waktu pemanenan pisang pada waktu pagi (jam 07.00 – 10.00) atau sore hari (jam15.00-17.00) dalam keadaan cerah. Panen tidak dianjurkan pada saat hujan karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan.

Penanganan Pasca Panen
Penyimpanan sementara di rumah panen dengan fasilitas penggantungan pisang tujuannya untuk menjaga mutu tetap baik, terhindar dari noda getah dan kerusakan karena gesekan antar tandan. Terhindar dari panas dan hujan dan juga jaga suhu rumah panen ( jangan terlalu lembab ) / cukup ventelasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here