Masuk Bulan Puasa, Harga Ikan Masih Bertahan di Level Tinggi

  • Bagikan
Pasar modern Muara Baru. (Sumber: Liputan 6)

Mediatani – Harga komoditas perikanan di Pasar Ikan Modern Muara Baru pada awal Ramadhan ini masih cenderung stabil di level tinggi dibandingkan dengan komoditas pangan lainnya yang rata-rata mengalami kenaikan harga yang signifikan di pasaran.

Perum Perikanan Indonesia sebagai pengelola pasar ikan, memastikan bahwa tidak ada kenaikan harga yang signifikan pada awal masuk bulan suci umat Islam ini.

Direktur Operasional Perum Perindo Raenhat Tiranto Hutabarat membenarkan bahwa pangan jenis ikan maupun hasil laut lainnya tidak mengalami lonjakan harga yang begitu signifikan.

Adapun kenaikan harga yang terjadi pada komoditas perikanan, lanjutnya, hanya pada beberapa ikan jenis tertentu tetapi kenaikannya sangat minim, yakni sekitar 3%-5%.

“Ikan yang mengalami kenaikan harga ya ikan konsumsi harian seperti Kembung, Layang, Tongkol, Cakalang dan Salem. Ikan konsumsi rumah tangga lah,” ungkapnya, dilansir dari Kontan, Senin (12/4).

Adapun ikan kembung mengalami kenaikan dari harga yang semula Rp34.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg. Selain itu, ikan tongkol juga mengalami kenaikan dari yang awalnya Rp24.000 per kg kini menjadi Rp25.000 per kg.

Harga komoditas perikanan memang tidak begitu mengalami kelonjakan pada bulan puasa ini karena sudah mengalami kenaikan harga yang terlampau tinggi pada Februari-Maret 2021.

Baca Juga :   Aksi Peternak Tetap Cari Pakan Rumput di Seberang Kebakaran Tangki Pertamina

Oleh karena itu, kemungkinan tidak akan terjadi kenaikan harga lagi kecuali pada jenis ikan tertentu yang mengalamu kelangkaan.

Raenhat menjelaskan bahwa ikan dan hasil laut lainnya yang tersedia di Pasar Ikan Modern Muara Baru sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Namun supply tersebut justru belum diimbangi dengan permintaan pasar.

Kurangnya permintaan pasar ini terlihat dari kondisi pasar yang sepi pengunjung jelang Ramadhan. Para pedagang juga mengaku dagangannya masih sepi pembeli.

Hal ini diduga terjadi karena banyak pembeli memilih mudik ke kampung halaman pada awal puasa untuk menghindari larangan pemerintah untuk mudik pada saat menjelang Lebaran. Meski demikian, kondisi pasar ikan modern diprediksi akan kembali ramai pengunjung pada minggu kedua bulan puasa.

Kenaikan harga ikan beberapa waktu lalu

Seperti yang diketahui sebelumnya, sejak awal Februari lalu harga ikan mengalami kelonjakan, yang disebabkan karena kondisi cuaca terus menunjukkan intensitas curah hujan yang tinggi.

Pada saat itu, harga ikan terkerek sebanyak 14% hingga 25%, bahkan ikan-ikan tertentu mengalami kelangkaan, seperti ikan kembung, ikan cakalang, ikan kuwe dan ikan baby tuna.

Baca Juga :   Tren Pencurian Sapi Meningkat, 10 Ekor Sapi Milik Politisi Ini Raib

Untuk komoditas hasil laut lainnya, peningkatan harga yang drastis terdapat pada jenis udang, cumi dan kepiting sebesar 25%. Adapun harga udang yang biasanya Rp 120.000/kg naik menjadi Rp 160.000/kg. Harga cumi dari Rp60.000/kg menjadi Rp 80.000/kg.

Selanjutnya harga ikan tongkol juga mengalami kenaikan 14%, yaitu dari Rp 21.000/kg menjadi Rp 24.000/kg, harga ikan bandeng naik 16% dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 30.000/kg. Harga ikan tenggiri bahkan sangat melonjak 18% dari Rp53.000/kg menjadi Rp 65.000/kg.

Sementara itu, ikan laut lainnya seperti ikan bawal yang semula seharga Rp50.000/kg menjadi Rp55.000/kg. Sedangkan ikan kembung yang biasanya seharga Rp25.000/kg naik menjadi Rp35.000 hingga Rp40.000/kg.

Hingga pada awal Ramadhan ini, harga ikan masih stabil pada kisaran angka yang telah mengalami kenaikan tersebut, dimana sudah tidak melonjak naik dan tidak pula menurun drastis.

Perum Perindo memprediksi pada H-7 lebaran, harga ikan bakal mengalami penurunan. Pasalnya, ikan hasil tangkapan nelayan jumlahnya mulai melimpah dan mereka harus menghabiskan hasil tangkapan tersebut agar tidak ada stok ikan yang menumpuk pada saat lebaran.

  • Bagikan