Menentukan Kualitas Tanah yang Baik Berdasarkan Daya Konduktivitas

  • Bagikan
Penggunaan EC Meter
Penggunaan EC Meter

Mediatani – Tanah adalah media penanaman. Kualitas tanah yang kita tanami, baik itu sayuran atau pun buah-buahan, menentukan mutu dari hasil penanaman yang kita telah lakukan.

Apabila nutrisi yang dibutuhkan tanaman, dalam hal ini ialah adanya unsur hara di dalam tanah, maka tanaman tersebut mampu memastikan dengan baik kelangsungan hidupnya melalui sumber energi yang telah didapat. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memastikan pula bagaimana karakteristik dari tanah milik kita.

Namun demikian, yang sering terjadi di lapangan adalah keadaan dimana petani atau penanam kurang paham dengan yang namanya penentuan kadar unsur hara di dalam tanah.

Padahal, jika ditelaah lebih dalam, kurangnya pengetahuan akan hal ini bisa berimbas kepada bagaimana penentuan pemupukan pada tanaman. Sebab, pupuk apa yang akan kita pakai harus mengedepankan kebutuhan dari tanah itu sendiri.

Berangkat dari permasalahan itu, mari kenali salah satu metode yang dapat dijadikan rekomendasi untuk menentukan kualitas tanah yang telah kita tanami, atau bahkan tanah yang baru direncanakan akan dilakukannya penanaman sehingga proses di awal dapat dilaksanakan dengan baik. Yap, metode ini adalah Electrical Conductivity.

Apa itu Electrical Conductivity?

Khususnya di bidang pertanian, Electrical Conductivity/EC adalah daya konduktivitas (arti : menghantar arus listrik) dari suatu unsur senyawa di dalam tanaman. Air yang melaruti unsur hara akan bermuatan kation atau ion bermuatan positif dan anion atau ion bermuatan negatif. Metode pengukuran unsur hara ini telah diteliti di aspek pertanian sejak tahun 1970-an.

Teknik EC akan menghasilkan suatu nilai yang dapat dikonversi. Di dalam teknik tersebut, dikenal PPM dan TDS.

Apa itu PPM dan TDS?

Part Per Million atau yang disingkat PPM merupakan satuan dari hasil nilai EC yang telah dikonversi. Penggunaan PPM bermaksud untuk mengetahui seberapa nilai Total Padatan Terlarut atau Total Dissolver Solid (TDS). Adapun nilai konversi itu pun bentuknya berbeda-beda tergantung dari bahan kalibrasi apa yang digunakan.

Lalu, EC juga memiliki batasan maksimal, yang ketika EC pada suatu tanah melebihi Batasan tersebut maka tanaman yang sebelumnya kita tanam berpotensi layu, pertumbuhannya terhambat, kebakaran tepi daun, dan gugur daun.

Terlebih untuk pelaku hidroponik, TDS dan PPM adalah sesuatu yang menjadi acuan bertanam. Walaupun bisa menentukan seberapa potensial tanah yang kita miliki, namun TDS dan PPM tidak bisa dijadikan patokan yang benar-benar baku untuk hal tersebut. Pasalnya, kualitas dan kemurnian bahan kimia yang kita gunakan juga dapat memengaruhi.

Apa yang Diukur EC?

DIY Ground conductivity measurement
  • Kemampuan tanah dalam membebaskan air yang lebih, dengan tujuan agar udara bisa masuk ke dalam tanah karena tidak jenuh air (porositas tanah). Jika pengukuran dilakukan dengan EC, semakin besar kemampuan tersebut maka semakin mudah pula penghantaran listrik.
  • Kadar pH atau keasaman tanah. Diketahui di dalam sebuah penelitian, bahwa semakin tanah mendekati kategori netral maka semakin besar nilai EC-nya. Dan jika pH yang terkandung baik, maka kualitas tanah pun baik. Hal ini dikarenakan, tanah tersebut bisa menyerap unsur hara secara maksimal.
  • Kandungan air dalam tanah. Sebagaimana yang orang-orang telah ketahui, tanah yang subur adalah tanah yang bisa menyerap air dalam kurun waktu yang lama. Maka dengan demikian, tanah dengan kemampuan tersebutlah yang berhasil memiliki EC yang lebih tinggi.
  • Kapasitas tukar kationĀ atau disingkat KPK merupakan kapabilitas tanah untuk menukar atau melepaskan kembali kation.

Bagaimana Cara Mengukur EC?

  • Menggunakan EC meter
  • Menggunakan AVO meter
  • Menggunakan lampu bohlam yang kabelnya dihubungkan ke tanah
  • Bagikan