Mengenal Beras Shirataki, Jenis Sembako Premium yang Akan Dikenakan PPN

  • Bagikan
Beras Shirataki

Mediatani – Beras shirataki termasuk salah satu jenis sembako premium yang akan dikenakan PPN. Hal ini telah disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam postingan instagramnya beberapa hari yang lalu.

Beras shirataki termasuk sembako premium sebab beras ini merupakan barang import yang didatangkan dari Jepang.

Bagi kamu yang sedang menjalani program diet, mungkin jenis beras ini sudah tidak asing lagi bagimu. Sebab, beras shirataki atau yang sering dijuluki dengan sebutan ‘nasi ajaib’ ini mengandung kalori yang sangat sedikit namun tetap membuatmu merasa kenyang.

Beras Shirataki dan Kandungan Dalamnya

Beras shirataki merupakan makanan yang sangat baik dan menjadi idaman bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Tidak seperti beras pada umumnya, selain tidak mengandung karbohidrat sama sekali, jenis beras ini juga mengandung nol kalori.

Hal ini disebabkan karena beras shirataki terbuat dari glukomanan, sejenis serat yang didapatkan dari tanaman konjac atau yang masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan nama porang. Tanaman ini bisa ditemukan di Jepang, Cina, Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Tanaman konjac mengandung karbohidrat dengan jumlah yang sangat sedikit yang bisa dicerna, sementara sebagian besar karbohidratnya berasal dari serat glukomanan. Faktanya, banyak penelitian menyebutkan bahwa serat glukomanan ini terbukti dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif.

Baca Juga :   Realisasikan Program Embung, Mentan SYL: Petani Tidak Perlu Khawatir Kemarau

Bukan hanya itu, beras shirataki juga mengandung banyak air. Jenis beras ini mengandung sekitar 97 persen air dan 3 persen serat glukomanan. Itulah yang menyebabkan mengonsumsi beras shirataki hanya memberi sedikit kalori bagi tubuh dan tidak mengandung karbohidrat yang dapat dicerna. Bukankah beras shirataki menjadi makanan yang ideal untuk program dietmu?

Beras Shirataki Kaya Serat Kental yang Mengenyangkan

Kandungan glukomanan dalam beras shirataki merupakan jenis serat yang sangat kental, yaitu sejenis serat larut yang dapat menyerap air untuk membentuk gel.

Realitanya, glukomanan dapat menyerap hingga 50 kali beratnya dalam air, seperti halnya pada mi shirataki yang mengandung kadar air yang tinggi. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa mengonsumsi beras shirataki dapat membuatmu merasa kenyang.

Selain itu, beras atau mi shirataki juga bergerak dengan sangat lambat melalui sistem pencernaanmu. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa mengonsumsi beras atau mi shirataki dapat membuatmu merasa kenyang dan menunda penyerapan nutrisi ke aliran darah kamu.

Baca Juga :   Menjadi Unggulan di Sultra, Komoditas Perkebunan Ini Diekspor ke Lima Negara

Selain membuatmu merasa mudah kenyang, serat kental dalam beras shirataki juga memiliki fungsi sebagai prebiotik. Kandungan ini memberi makan bakteri yang hidup di usus besar kamu. Di usus besar, bakteri melakukan fermentasi serat dna mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek yang dapat melawan peradangan, meningkatkan fungsi kekebalan dan memberikan manfaat kesehatan lainnya.

Melansir dari laman Eat This Much, beras shirataki sebanyak 85,05 gram hanya mengandung 10 kalori, sehingga beras ini digolongkan sebagai makanan yang rendah kalori dan rendah karbohidrat. Itulah yang menyebabkan banyak orang yang menjalani program diet memilih beras atau mi shirataki sebagai makanan wajib untuk dietnya.

Tips Mengolah Beras Shirataki

Meskipun beras ini mampu membantumu menurunkan berat badan, namun pada awalnya beras shirataki biasanya dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap yang berasal dari bau akar konjak.

Ingatlah untuk membilas beras shirataki dengan baik selama beberapa menit dengan air bersih yang mengalir agar baunya menghilang.

 

  • Bagikan