Pemkab Gunung Kidul Vaksinasi Antraks 4.951 Ekor Ternak

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Aktivitas vaksinasi di Gunung Kidul. Antraks di Gunung Kidul pun diketahui terkendali/Via Republika.co.i/Kementan/IST

Mediatani – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah melakukan vaksinasi terhadap 4.951 ekor hewan ternak yang diketahui masuk tahap ke lima. Hal ini dilakukan Pemkab dalam rangka pengendalian penyebaran antraks.

Melansir Minggu (21/3/2021) dari situs republika.co.id, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul mengatakan bahwa vaksinasi tahap lima ini sasarannya mencapai 1.265 ekor sapi, 3.664 ekor kambing, dan 22 ekor domba.

Ternak tersebut terdapat di sembilan desa di tiga kecamatan, yaitu Ponjong, Rongkop, Karangmojo. “Vaksinasi kami laksanakan di bulan Maret ini, yang mana merupakan tahap kelima. Vaksinasi ini juga bertujuan untuk mengendalikan penyebaran antraks pada hewan ternak,” kata Bambang.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan 116 personel untuk melakukan vaksinasi tersebut. Mereka tergabung dalam Tim Pengendalian Antraks, yang terdiri dari petugas medis hingga veteriner.

“Saya berharap vaksinasi pada hewan ternak ini berjalan lancar sehingga hasilnya juga optimal. Kami masih mewaspadai penyebaran antraks. Kami tidak ingin kasus antraks terulang kembali karena melumpuhkan perekonomian masyarakat petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Suseno mengutarakan bawa populasi ternak sapi pada tahun 2020 lalu mencapai 154.423 ekor dan ternak kambing mencapai 196.050 ekor.

Adapun upaya vaksinasi sudah dilakukan sejak 2019 dan akan berjalan selama 10 tahun mendatang. Dia pula menyebut setiap tahunnya pelaksanaan dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun.

Baca Juga :   Dispertanakbun Palopo-Kelompok Ternak Manjani Gelar Inseminasi Buatan untuk Tingkatkan Populasi Sapi

“Kami menyadari Gunung Kidul sebagai gudang ternak di DIY, sehingga kami harus benar-benar memastikan sapi yang keluar ke DIY bebas antraks,” katanya.

Sebelumnya, sebagaimana yang diberitakan mediatani.co, hal yang sama juga dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kulon Progo. Mereka kembali melakukan pemberian vaksin bagi hewan ternak sebagai upaya untuk mencegah penyakit antraks di wilayahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengatakan bahwa sebenarnya vaksinasi antraks di Kabupaten Kulon Progo telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya.

Hal itu pun melibatkan UPT Puskeswan di masing-masing daerah. “Kemudian pada 2 Maret – 7 April 2021 kemarin, kami sudah memberikan vaksinasi antraks sebanyak 3.900 ekor hewan ternak di wilayah Pendowoharjo, Purwosari dan Jatimulyo yang berada di Kapanewon Girimulyo. Selain itu pula dilakukan pemberian vitamin dan obat cacing untuk meningkatkan imunitas,” terangnya, Selasa (16/3/2021), melansir, Kamis (18/3/2021) dari situs tribunjogja.com.

Adapun hewan ternak milik masyarakat setempat yang diberi vaksin di antaranya ialah ternak kambing, domba, sapi dan kerbau. Terlebih bakteri bacillus anthracis penyebab penyakit antraks tersebut dapat bertahan hidup di dalam tanah selama puluhan bahkan ratusan tahun, sehingga dikhawatirkan bisa menyebar lagi.

Dengan demikian, upaya pencegahan dilakukan secara rutin selama 10 tahun hingga 2027 mendatang. Dia menyebut, penyakit itu ditemukan menyerang hewan ternak di Kapanewon Girimulyo pada 2017 silam.

Baca Juga :   11 Kesalahan Fatal yang Kerap Dilakukan Peternak Babi Pemula

“Jadi kalau dihitung tahun ini sudah memasuki tahun ke-4 pelaksanaan vaksinasi antraks,” ucap Aris.

Pihaknya mengklaim penyakit antraks itu sekarang ini tidak ditemukan di Kabupaten Kulon Progo. “Meskipun tidak ditemukan tapi harus diantisipasi, jangan sampai muncul virus itu lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kotamobagu bidang peternakan dan kesehatan hewan telah melakukan vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) yang dilaksanakan di Kelurahan Tumubui, Selasa (16/3/2021).

Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan, Samsul Hidayat Lasena, mengatakan hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus rabies di Kotamobagu.

Pihaknya menggelar vaksinasi di Kelurahan Tumubui dan Kelurahan Kotamobagu RT 15, 16 dan 17. “Vaksinasi ini merupakan program Dispertanak Kotamobagu yang bertujuan mencegah virus HPR milik warga, yang dilaksanakan pada Februari dan September dalam setahun,” ujar dia, melansir, Kamis (18/3/2021) dari situs mongondow.com.

Vaksinasi HPR tersebut diprioritaskan untuk hewan yang rentan dengan penyakit. “Ada tiga jenis HPR, yaitu kucing, anjing dan kera, yang kami laksanakan pada Februari lalu, vaksin diutamakan di wilayah yang memiliki populasi HPR terbanyak,” sebutnya.

Dia juga menuturkan bagi masyarakat yang ingin agar hewan ternaknya divaksinansi agar bisa melaporkannya. “Untuk masyarakat yang ingin hewan ternak miliknya divaksin, bisa langsung melapor ke Dispertanak Kotamobagu, atau bisa juga ke kelurahan dan desa untuk mendapatkan vaksinasi,” Jelas Samsul. (*)

  • Bagikan