Pesut Mahakam, Lumba-Lumba Air Tawar dari Kalimantan

  • Bagikan
Pesut Mahakam
Pesut Mahakam

Mediatani – Pesut Mahakam merupakan lumba-lumba air tawar yang hanya hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Hewan kebanggaan dari Tanah Borneo ini termasuk dalam daftar biota yang terancam punah.

Pesut mempunyai populasi global sebanyak 6000 ekor. Berdasarkan data dari tahun 2018, populasi hewan ini tinggal 80 ekor saja di perairan sungai di Kalimantan dan menempati urutan tertinggi dari daftar satwa Indonesia yang terancam punah. Namun, populasi hewan ini justru mengalami peningkatan di Kamboja.

Ciri-Ciri Pesut Mahakam

Hewan ini mendapatkan nama pesut oleh warga setempat karena suara yang terdengar dari lubang napasnya saat muncul  ke permukaan dan arena persut ini hanya terdapat di sungai Mahakam.

Pesut mahakam termasuk ke dalam hewan mamalia yang hamil dan bernafas dengan paru-paru. Hewan ini dibedakan dari sepupunya Pesut Australia menurut bentuk tengkorak dan siripnya.

Pesut Mahakam dapat tumbuh dengan mencapai panjang maksimal kurang lebih 2,75 meter dengan bobot 90-150 kg. Pesut ini memiliki warna tubuh abu-abu, kelabu, atau biru tua. Bentuk kepala mamalia air ini menyerupai buah melon dan memiliki mata kecil yang kemungkinan merupakan adaptasi dari habitat yang berlumpur.

Baca Juga :   Penjelasan BMKG Soal Cuaca Buruk yang Mengakibatkan Ribuan Ikan Mati Mendadak

Pesut Mahakam dapat berenang dengan kecepatan 5-20 km/ jam, dan mampu bertahan hidup hingga usia kurang lebih 30-50 tahun.

Mamalia air ini mengeluarkan suara (sonar) dengan frekuensi kurang lebih 120 kHz (ultra-sonik) untuk mencari mangsa dan mendeteksi benda serta suara dengan frekuensi o,8-18,4 kHz (infra-sonik) saat mengekspresikan perasaan atau suasana hatinya.

Habitat Pesut Mahakam

Berbeda dengan mamalia air lainnya, seperti lumba-lumba dan paus yang hidup di laut, pesut mahakam memiliki habitat di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka ini dilindungi undang-undang yang terutama terdapat pada tiga sungai besar di Asia Tenggara yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawaddy.

Pesut mahakam juga dikenal dengan nama Irrawady Dolphin dan hidup di dua habitat, yakni di daerah muara sungai dan daerah pesisir sungai. Kita dapat menjumpai hewan ini di daerah berikut.

  • Pesisir Mahakam di Indonesia
  • Pesisir sungai Ayeyarwaddy di Myanmar
  • Pesisir sungai Mekong di Kamboja, Vietnam, dan Laos.
  • Muara sungai Chilka di India
  • Muara sungai di Bangladesh
Baca Juga :   Pemerintah Izinkan Investor Asing Keruk Harta Karun di Laut Indonesia, Nilainya Rp137,3 Triliun

Perkembang-Biakan Pesut Mahakam

Pesut Mahakan memiliki masa kehamilan 14 bulan lamanya. Hewan ini akan berkembang biak dan melahirkan satu ekor anak pesut dalam kurun waktu 2-3 tahun.

Bayi pesut yang baru lahir memiliki panjang kurang lebih 90 cm dan bobot 10-12 kg. Pesut Mahakam yang telah melahirkan akan menyusui anaknya hingga berusia 1-2 tahun.

Penyebab Penurunan Populasi Pesut Mahakam

Sayangnya, pesut Mahakam saat ini hampir punah. Risiko kepunahan dan penurunan jumlah populasi pesut mahakam terjadi oleh beberapa penyebab, yaitu:

  1. Menurunnya kualitas perairan di daerah habitat pesut Mahakam
  2. Menipisnya sumber daya makanan bagi pesut Mahakam
  3. Pesut Mahakam biasa tertangkap secara tidak sengaja (bycatch)
  4. Rawan tertabrak kapal
  5. Gangguan polusi suara sebagai dampak dari lalu lintas perairan
  6. Gangguan dari polusi bahan kimia yang beresiko mengancam pesut Mahakam.
  • Bagikan