Pet Lovers Harus Tahu, Ini Penyakit Anjing dan Kucing yang Menular ke Manusia

  • Bagikan
Ilustrasi: Hewan peliharaan

Mediatani – Sobat Mediatani pasti pernah mendengar terkait penyakit anjing dan kucing bukan? Bahkan beberapa kali ada yang mengatakan bahwa ada penyakit anjing dan kucing yang bisa menular ke manusia. Inilah mengapa banyak orang takut berdekatan dengan anjing dan kucing.

Meski begitu, tetap ada beberapa orang yang memelihara dua jenis hewan peliharaan ini. Memang ada beberapa jenis penyakit anjing dan kucing yang ditakutkan menular pada manusia. Bagi Sobat Mediatani yang sudah kepo, di sini adalah media yang tepat untuk membaca detail penjelasannya.

Jenis Penyakit Anjing dan Kucing yang Bisa Menular ke Manusia

Tak bisa dipungkiri, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memang punya jenis penyakit yang rawan menular ke manusia. Meski begitu tidak sembarang kondisi yang bisa tertular dengan penyakit tersebut. Biasanya ada kondisi-kondisi tertentu yang mudah dan rawan tertular.

Begitupun dengan anjing dan kucing, tidak semuanya mengidap jenis penyakit tersebut. Maka untuk paham lebih detail, berikut di bawah ini bisa disimak dengan baik terkait jenis penyakit hewan anjing dan kucing yang berpotensi menular ke manusia:

1. Brucellosis

Jenis penyakit yang pertama ini bisa diidap oleh seekor anjing. Jika anjing peliharaan mengidap atau terkontaminasi penyakit ini, maka berhati-hatilah dengan air liur anjing tersebut. Hal ini karena brucellosis bisa menular dari air liur anjing tersebut.

Gejala yang muncul dari adanya brucellosis biasanya adalah seperti flu. Gejala ini bisa disembuhkan dengan konsumsi rutin antibiotik sesuai anjuran dokter.

Meski begitu tetap saja penyakit ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apalagi jika ada luka terbuka, sebaiknya menjauh dari air liur anjing agar tidak mudah terkontaminasi.

2. Cat Scratch Disease

Nama penyakit ini sudah bisa digambarkan dari artinya. Penyakit ini muncul dari cakaran yang disebabkan oleh hewan kucing. Luka yang akan menjadi parah akibat cakaran kucing ini juga ada sebabnya. Salah satu sebabnya adalah adanya infeksi Bartonella.

Kucing yang terinfeksi Bartonella akan memberikan efek berbeda pada cakarannya. Cakarannya akan menciptakan luka parah yang menganga. Kemudian dari luka ini infeksi Bartonella akan lebih mudah menginfeksi manusia.

Gejala awalnya adalah area terluka akan ditumbuhi papula. Setelah itu dalam kurun waktu 3 Minggu akan ada pembengkakan pada bagian kelenjar limfa. Mengingat gejalanya yang sedikit lebih parah dari pada Brucellosis ini, maka infeksi ini harus segera diobati sebelum terlambat.

Tidak hanya gejala yang telah disebutkan di atas, penderita juga bisa saja mengalami gejala seperti flu, pusing, ngilu pada persendian, dan tubuh terasa seperti sangat lelah.

3. Cryptosporidiosis

Selanjutnya ada penyakit yang disebut cryptosporidiosis yang faktornya adalah parasit crypsto pada anjing. Penyakit ini bisa menular melalui feses anjing peliharaan tersebut. Tidak hanya anjing, ternyata kucing pun bisa menjadi penyebab penyakit menular ini.

Gejala yang timbul biasanya adalah seperti diare, demam, mual, hingga kram pada bagian perut. Gejala yang timbul ini sebenarnya adalah level ringan. Bahkan bisa dibilang penyakit ini juga adalah penyakit yang ringan.

Maka untuk mengobatinya pun tidak dibutuhkan penanganan khusus. Sobat Mediatani bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat obat ringan guna mengatasi penyakit ini.

4. Rabies

Mungkin Sobat Mediatani sudah sangat sering mendengar nama penyakit yang satu ini. Berbeda dengan beberapa penyakit yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis penyakit yang satu ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian.

Jenis penyakit ini dibawa oleh anjing kebanyakan. Namun ada juga hewan lain yang membawa penyakit ini. Penularan terjadi saat korban mendapatkan luka gigitan dari anjing, lantas ada air liur yang masuk ke dalam kulit lewat luka.

Gejala awal penyakit ini memang ringan, seperti flu saja. Namun lama kelamaan saat tidak mendapatkan penanganan, maka penyakit ini bisa membuat penderitanya mengalami gejala yang lebih parah hingga berhalusinasi dan kemudian meninggal dunia.

5. Hookworm

Penyakit anjing dan kucing yang bisa menular ke manusia ini sebenarnya adalah sejenis parasit yang tempat bersarangnya adalah pada perut anjing dan kucing. Parasit ini bisa berkembang biak dengan bertelur.

Kemudian telur ini akan keluar bersamaan dengan feses anjing atau kucing yang sudah terinfeksi. Feses ini mungkin akan bersarang dalam tanah, namun tidak menutup kemungkinan manusia yang tersentuh oleh feses atau tanah tersebut akan tertular.

Saat tertular, gejala yang muncul adalah gatal-gatal hingga iritasi. Namun jika gejala makin parah, orang yang terinfeksi bisa saja mengalami gejala berat seperti pendarahan dan peradangan pada usus. Umumnya penyakit bisa diobati menggunakan obat anti parasit.

6. Toxoplasmosis

Toxoplasmosis ini sendiri datangnya dari infeksi yang ada dalam kotoran kucing. Kotoran kucing ini lantas bisa mengkontaminasi sayuran mentah. Secara umum penyakit ini bisa masuk dalam tubuh manusia dengan beraneka ragam cara.

Jika penyakit ini bisa sampai menginfeksi ibu hamil, maka hal ini akan sangat berbahaya untuk janin yang dikandungnya. Bahkan beberapa kasus menyatakan bahwa ibu hamil yang terinfeksi toxoplasmosis ini akan mengalami keguguran atau kelahiran bayi cacat.

Inilah mengapa sangat penting bagi ibu hamil untuk rutin periksa ke dokter kandungan dan memilah segala bentuk konsumsi yang sehat selama hamil.

**

Dari berbagai penyakit anjing dan kucing yang bisa menular ke manusia di atas, bisa menjadi bukti bahwa tidak selamanya hewan peliharaan adalah hewan yang aman untuk berinteraksi dengan manusia.

Sebagai pemelihara hewan seperti anjing dan kucing, Sobat Mediatani harus tetap waspada dengan berbagai resiko penyakit di atas. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan tubuh si anjing maupun kucing.

  • Bagikan
Exit mobile version