Petani Asal Malaysia Sukses Tanam Durian di Australia, Bagaimana Ceritanya?

  • Bagikan
Perkebunan milik Han Shiong Siah memproduksi sekitar 30 ton buah durian tahun ini. (ABC Rural: Lydia Burton)

Keluarga petani Han Shiong Shiah awalnya berasal dari Malaysia dan mereka sudah menanam durian sejak 30 tahun lalu di dekat Darwin (Northern Territory) dan tahun ini mencapai panenan terbesar sebanyak 40 ton.

Ini pencapaian yang luar biasa karena menanam durian di kawasan sub tropis seperti Australia bukanlah hal yang mudah.

Namun Hong Shiong Shiah tampaknya sudah berhasil menemukan kiat yang tepat bagaimana menanam dan menghasilkan durian dan sekarang

“Saya pikir kami telah menyempurnakan pertumbuhan durian di lingkungan non-tropis, hal yang sangat menantang untuk kawasan seperti Northern Territory.” kata Han Shiong Siah.

“Kami sudah mencari tahu nutrisi apa yang dibutuhkan dan bagaimana memastikan pohon-pohon ini mampu bertahan di musim kering di kawasan NT.

“Cuaca yang lebih dingin membekukan pepohonan dan saya terkadang berpikir ‘mengapa juga saya mencoba menanam durian di sini?’ tetapi ketika musim panen tiba, itu adalah sebuah hadiah yang luar biasa bagus. ”

Han Shiong Siah mengatakan keluarganya akan memanen lebih banyak durian tahun ini dibandingkan tahun 2017 dan dia tidak mengalami masalah dalam menjualnya.

“Ada pasar [untuk buah ekstra ini], tentu saja,” katanya.

“Saat ini kami benar-benar hanya bersaing dengan durian beku impor, sehingga untuk menghasilkan durian segar, yang sebenarnya memiliki bau yang menjadi ciri khasnya, begitu konsumen menciumnya secara langsung [dari buah segarnya], ada pasar nyata untuk itu.”

Berbagai durian HEW1 saat ini dijual seharga $ 27 atau setara Rp 289 ribu per kilogram, dengan durian rata-rata beratnya antara dua hingga empat kilogram.

Bau menyengat

Karena aromanya yang menyengat, durian dilarang dibawa di transportasi publik dan hotel di sejumlah negara Asia. (Supplied: Han Shiong Siah)

Han Shiong Siah tidak membantah ketika ada yang mengatakan aroma durian seperti kaus kaki busuk dengan sedikit bawang putih.

“Bau itu membuat [banyak] orang tidak suka, tapi saya suka bau seperti itu dan orang-orang menjadi ketagihan,” katanya.

“Saya sering mendapati orang mendatangi pertanian saya saat ini untuuk membeli durian.”

Durian menjadi berita utama internasional awal bulan ini setelah pesawat Lion Air dalam penerbangan dari Bengkulu ditunda keberangkatannya karena para penumpang yang hendak naik ke pesawat itu memprotes muatan buah durian seberat dua ton yang bau-nya tercium sangat menyengat di dalam kabin.

Han Shiong Siah mengatakan pertaniannya mengalami situasi yang sama tahun lalu.

“Pada tahun 1990-an kami pernah mengirim beberapa durian segar keluar dari wilayah utara Australia (NT) dengan menggunakan maskapai Ansett,” kenangnya.

“Penerbangan langsung dari Darwin ke Melbourne itu terpaksa harus sedikit memutar ke Adelaide untuk menurunkan muatan kami.

“Yang saya ketahui ada sedikit [aroma durian] yang masuk ke dalam kabin dan mengganggu banyak orang yang tidak menyukai durian.”

Han Shiong Siah mengatakan ada banyak tekanan pada petani durian untuk memastikan bau buah tidak ‘bocor’ selama transportasi.

Itu melibatkan pengemasan buah dengan hati-hati ke dalam kotak busa, dan menyegelnya dengan erat.

Dia mengatakan peternakannya difokuskan di pasar domestik, tetapi karena perkebunannya terus menghasilkan buah durian matang dan menghasilkan lebih banyak buah, mereka mungkin mempertimbangkan untuk mengekspornya di tahun-tahun mendatang.

“Ada harga yang sangat bagus di mana-mana, terutama di bagian utara Asia,” katanya.

“Saat ini kami tidak berpikir kami memiliki volume untuk ekspor, tetapi mungkin dalam beberapa tahun.

“Memiliki penerbangan langsung baru ke Hong Kong akan menguntungkan kita; kita hanya perlu mencari tahu bagaimana cara mengangkutnya.”

Sumber Artikel:
Artikel ini telah terbit di halaman abc.net.au dengan judul Kisah Sukses Petani Asal Malaysia Tanam Durian di Australia

  • Bagikan