Resiko Pekerjaan Tinggi, Ini Asuransi yang Bisa Dimiliki Nelayan

Mheela Nisty - Mediatani.co
  • Bagikan
Kapal nelayan dihantam ombak

Mediatani – Nelayan telah menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan industri kelautan dan perikanan tanah air, untuk mendapatkan hasil laut dengan kualitas dan nilai jual yang baik.

Sayangnya, perkembangan sektor tersebut belum tentu ikut memperbaiki kondisi perekonomian nelayan Indonesia yang belum sejahtera. Tingkat resiko pekerjaan dari nelayan pun cukup tinggi, sehingga dianggap perlu mendapatkan proteksi khusus.

Salah satu proteksi yang dibutuhkan adalah asuransi jiwa khusus, baik untuk nelayan maupun keluarganya. Dengan adanya asuransi, beban keluarga ketika  mereka terpaksa kehilangan mata pencaharian akibat bencana yang menimpa selama melaut menangkap ikan.

BRI Life merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia yang ingin berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup para nelayan melalui produk perlindungan asuransi mikro, AM Prisma Plus. Perusahaan ini juga telah memiliki pasar mikro yang besar dan luas, termasuk pangsa pasar komunitas nelayan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BRI Life menjalin kerja sama dengan Aruna dan Qoala untuk menyebarluaskan informasi terkait produk asuransi mikro AM Prisma Plus ke daerah pesisir bagi nelayan dan keluarganya. Asuransi yang ditawarkan ini memiliki premi terjangkau dan pengurusan yang mudah.

“Sinergi antara BRI Life, Aruna dan Qoala melalui penandatanganan MOU yang dilakukan pada Kamis (1/4) lalu, merupakan momentum penting bagi BRI Life,” ujar Direktur Pemasaran dan Bisnis Syariah BRI Life, Anik Hidayati.

Ia menambahkan bahwa semua pihak optimis, kerjasama yang terbentuk ini akan berjalan dengan sangat baik dan prospektif, di samping akan memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat mikro, dalam hal ini nelayan.

Percobaan penetrasi asuransi mikro AM Prisma Plus untuk nelayan ini pertama kali akan dilakukan di Wilayah Masalembu yang secara geografis terletak di antara Selat Makassar, Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Lombok.

Lokasi tersebut dipilih karena perairan ini memiliki kekuatan fisis interaksi laut dan atmosfer secara alami, dengan risiko kecelakaan yang tinggi.

Meski demikian, perairan tersebut juga memiliki potensi ikan yang berlimpah dan beragam, wajar saja jika mayoritas penduduk di daerah ini berprofesi sebagai nelayan meskipun risiko melaut sangat tinggi. Wilayah lain yang juga menjadi sasaran asuransi mikro AM Prisma Plus, yakni di Ujung Genteng, Jenebora dan Papaan.

Co-founder dan General Director dari Aruna, Utari Octavianty mengungkapkan bahwa pihaknya sendiri telah menganggap nelayan sebagai mitra strategis yang perlu diperhatikan juga kesejahteraannya, apalagi melaut merupakan pekerjaan dengan risiko tinggi.

Untuk itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan Qoala sebagai platform asuransi digital untuk menjangkau lokasi-lokasi terpencil.

“Nantinya, para nelayan yang telah terdaftar di platform Aruna cukup memberikan fotokopi KTP dan KK kepada para Local Heroes di Aruna Site dan tim kami ini yang menginput datanya ke platform Qoala,” tambah Utari.

Sementara itu Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin memaparkan bahwa aplikasi Qoala sangat mudah digunakan dan bisa diakses dengan cepat melalui smartphone. Keamanan data pun sudah tidak diragukan lagi, karena aplikasi ini sudah menjadi bagian dari Sandbox OJK di klaster Insurtech.

Lebih lanjut Tommy mengatakan bahwa pihaknya  berkomitmen penuh untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna Qoala, khususnya para nelayan. Menurutnya, asuransi seharusnya menjadi pelindung para pekerja di garis terdepan, dan sudah harus bisa diakses dengan cepat dan mudah.

“Kerja sama Qoala dan Aruna ini kami harap dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” ujar Tommy.

Anik juga menjelaskan bahwa AM Prisma Plus yang ditawarkan ini merupakan asuransi mikro yang pembayaran preminya hanya dilakukan sekali pada awal kepesertaan, yakni Rp. 50 ribu untuk perorangan. Selain itu, ada juga paket bersama pasangan yang bisa dibeli seharga Rp 90 ribu.

“Dan selanjutnya tidak dikenakan lagi selama satu tahun masa berlaku kepesertaan” tegas Anik.

Adapun santunan kematian akibat kecelakaan yang akan diberikan melalui produk asuransi dari BRI Life ini, yakni hingga Rp 19.500.000 (Sembilan Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Nelayan juga dapat melakukan klaim sebesar 5 juta Rupiah untuk santunan cacat fisik akibat kecelakaan, beserta tambahan biaya operasi, santunan rawat inap, dan kematian wajar.

“Pemilihan Aruna dan Qoala, sebagai partner kerjasama BRI Life untuk edukasi dan sosialisasi asuransi bagi masyarakat nelayan sangat tepat,” ungkap Anik.

Sebagai platform sebagai integrasi pasar hasil laut terbesar di Indonesia, Aruna juga menjadi salah satu perusahaan yang fokus terhadap kesejahteraan nelayan dengan data base yang cukup representatif.

“Sementara aplikasi Qoala, akan sangat membantu penetrasi AM Prisma Plus ke lokasi-lokasi terpencil,” tutup Anik.

Baca Juga :   Nelayan Berunjuk Rasa, Tuntut Kompensasi Dampak Pembangunan Pelabuhan Patimban
  • Bagikan