Sederet Fakta Unik Burung Rangkong, Hewan Setia yang Terancam Punah

  • Bagikan
Sumber foto: wanaswara.com

Mediatani РIndonesia adalah negara yang dikenal kaya akan jenis fauna endemik yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu hewan yang unik adalah burung Rangkong atau sering disebut dengan burung Enggang.

Burung yang identik dengan bentuk paruhnya yang besar ini hanya bisa ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara termasuk di Indonesia dan bahkan disakralkan oleh suku Dayak.

Hampir keseluruhan bagian tubuh dari burung Rangkong ini dijadikan simbol seperti rumah adat, baju adat hingga tatto yang dilambangkan dengan bentuk burung Rangkong ini.

Selain bentuk paruhnya yang identik, burung Rangkong memiliki fakta lain. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini fakta unik dari burung Rangkong.

Persebaran burung Rangkong

Dilansir dari laman idntimes.com, saat ini terdapat kurang lebih 62 spesies rangkong yang tersebar di seluruh dunia dengan rincian sekitar 30 spesies bisa dijumpai di wilayah Afrika dan sekitar 32 spesies di wilayah Asia.

Menurut catatan Mongabay Indonesia, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki 13 jenis Rangkong. Bahkan, 3 di antara jenis Rangkong ini diketahui sebagai spesies endemik, yaitu Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix), Kangkareng Sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus), dan Julang Sumba (Rhyticeros everetti).

Untuk persebarannya di Indonesia, yaitu di Sumatera dengan 9 spesies, Kalimantan 8 spesies, 4 spesies di wilayah Wallace, Papua dan Jawa sebanyak 3 spesies.

Dikenal sebagai hewan yang setia

Dilansir dari laman borneo24.com, Burung Rangkong adalah salah satu spesies yang memiliki sifat monogami yang artinya hanya punya satu pasangan seumur hidupnya. Saat pasangannya mati, maka pasangan yang ditinggalkan tidak akan kawin lagi.

Hal inilah yang menjadikan burung Rangkong dikenal sebagai burung yang setia yang tentunya berbeda dengan jenis burung lain yang suka berganti pasangan.

Bukti kesetiaan lainnya adalah ketika rangkong betina bertelur dan telur tersebut sudah dikumpulkan dan siap untuk dierami. Rangkong betina akan menetap di lubang pohon yang sarangnya telah ditutupi oleh lumpur.

Selama proses tersebut yang diketahui kurang lebih empat bulan lamanya, rangkong jantan akan ikut menemani rangkong betina dan tetap memberikan makanan di dalam lubang yang sempit itu. Wow setia banget ya hihi.

Usianya mencapai 70 tahun

Kesetiaan dari Burung Rangkong terhadap pasangan hidupnya itu berlangsung selama kurang lebih 70 tahun lamanya. Burung Rangkong ini rupanya bisa hidup hingga 70 tahun di alam liar. Hal ini tentu berbeda jika burung Rangkong berada dalam penangkaran, yang kemungkinan usia hidupnya tidak bisa mencapai usia tersebut.

Cara makannya unik

Burung Rangkong yang berada di wilayah Asia dikenal sebagai pemakan buah-buahan. Sementara, rangkong di wilayah Afrika cenderung memakan serangga agar nutrisinya terpenuhi, seperti yang dilansir pada laman idntimes.com.

Rangkong memiliki cara makan tersendiri yang disesuaikan dengan jenis buahnya. Jika buah berbiji cukup besar, buah akan dimasukkan ke paruh, lalu dilumat dan bagian buah selain biji ditelan, kemudian bijinya lalu dikeluarkan.

Jika buah berbiji halus atau kecil, buah akan dimasukkan ke kerongkongan melalui paruh dan masuk ke sistem pencernaan, lalu biji buah akan dikeluarkan bersama kotoran, seperti yang diinformasikan Rangkong Indonesia.

Rangkong terkenal memiliki daya jelajah yang cukup luas, mencapai 100 ribu hektar. Berkat kemampuan tersebut, kehadiran rangkong dibutuhkan dalam regenerasi hutan karena berperan sebagai penebar benih dan biji.

Termasuk hewan yang dilindungi

Spesies burung rangkong ini sangat dilindungi, bahkan juga di Indonesia. Hal ini dikarenakan keberadaannya yang sudah terancam punah. Pihak berwenang akan memberikan hukuman pidana yang cukup berat kepada siapa saja yang menangkap burung ini di alam liar tanpa izin.

**

Itulah beberapa fakta dari Burung Rangkong yang mengajarkan kita arti kesetiaan. Semoga hewan unik ini bisa tetap dilestarikan dan bebas dari ancaman kepunahan.

  • Bagikan