Setelah di-PHK, Pemuda di Wonogiri Malah Lebih Untung! Caranya Hanya Dengan Menanam Buah Ini

Risfa Izzati - Mediatani.co
  • Bagikan

Mediatani – Selama masa pandemi covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan karena di-PHK, termasuk para anak muda di Kabupaten Wonogiri. Karena kondisi tersebut, akhirnya banyak anak muda yang beralih menjadi petani.

Salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh anak muda di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri ini adalah semangka premium jenis Baby Black Sweet.

Semangka jenis Baby Black Sweet adalah komoditas buah semangka tanpa biji, ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan semangka pada umumnya namun rasanya lebih manis.

Dilansir dari Kompas – Hendri Yulianto, petani semangka Baby Black Sweet menanam tanaman ini di atas lahan seluas tiga hektare, Hendri menanam semangka ini bersama belasan pemuda yang terkena PHK dan tergabung dalam satu kelompok tani.

Lahan seluas tiga hektare itu dapat ditanami semangka kelas premium sebanyak 20.000 pohon. Satu pohon dapat menghasilkan beberapa buah semangka dengan berat minimal lima kilogram. Sehingga dalam sekali panen, hasil yang didapatkan bisa mencapai seratus ton.

Semangka premium ini dijual ke perusahaan dengan harga Rp8.000 per kilogram. Dengan hasil panen yang mencapai 100 ton untuk 2.000 pohon, maka omzet yang didapatkan petani dapat menembus angka Rp800 juta.

Baca Juga :   Demo Bergejolak, Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Food Estate di Kalteng

Kelompok tani ini difasilitasi oleh Pemkab Wonogiri untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Sebab menanam semangka premium butuh modal yang tidak sedikit, dan pihak bank akhirnya memberikan pinjaman karena hasil penjualan semangka ini sudah dikontrak oleh salah satu perusahaan buah-buahan di Jakarta.

Petani lain, Heru Budi Santoso mengungkapkan alasan menanam semangka premium karena kepastian harga yang didapatkan dari perusahaan setelah panen.

Untuk semangka biasa, terkadang harganya bisa hancur saat tiba waktu panen. Misalnya di tahun 2018 lalu, produksi semangka lokal banyak namun harga pasaran hancur. Bahkan Heru mengaku menanam semangka tiga kali dengan hasil panen yang didapatkan, dua kali untung tipis dan panen ketiga malah merugi.

Saat ini petani di Wonogiri hanya mampu mensuplai semangka premium ke Jakarta sebanyak lima ton dalam sebulan. Sedangkan kebutuhan semangka premium dalam sebulan mencapai 60 ton. Sehingga ini menjadi peluang bagi petani yang ingin mencoba mendapatkan keuntungan dari semangka premium.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo atau akrab disapa Jekek mengatakan bahwa pemerintah memberikan jaminan kepada bank. Upaya ini dapat dilakukan sebab sudah ada kepastian harga beli saat panen dan rantai pemasarannya jelas. Harapannya hal ini dapat menjadi solusi jika ada petani yang terkendala modal.

Baca Juga :   Yuk Intip Kisah Sukses Petani Jahe Mempawah Ini

Jekek sangat merekomendasikan agar warga atau petani bisa menanam semangka ini karena keuntungannya bisa lebih besar dari menanam padi. Dalam sebulan, hasil yang didapatkan dari menanam padi sekitar Rp1,5 juta. Sedangkan jika menanam semangka Baby Black Sweet maka hasilnya dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Alasan inilah yang membuat budidaya tanaman hortikultura seperti semangka premium ini menjadi penting, karena dapat mendongkrak pendapatan di luar tanaman pangan. Jekek bahkan mengatakan akan memberikan modal awal tanpa bunga untuk petani secara pribadi guna membangun kemandirian para petani.

Upaya ini diharapkan dapat membuat perubahan pola pikir petani, sehingga tidak lagi terus menerus bertani dengan konensional.

Jekek mengatakan, jika petani berani membangun kemitraan yang profesional dan di dalamnya ada pelaku usaha, petani dan pemerintah, maka hal ini dapat memberikan ruang edukasi bagi para petani. Dan langkah ini menjadikan basis kemitraan baik ke depannya.

 

  • Bagikan