Temukan Fosil 400 Juta Tahun, Peneliti Sebut ini Akar Tanaman Pertama di Bumi

  • Bagikan
Sumber foto: suara.com

Mediatani – Baru-baru ini telah ditemukan fosil tanaman yang diketahui telah berusia empat ratus juta tahun. Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti internasional setelah melakukan penelitian terhadap fosil tersebut.

Dilansir dari laman suara.com, tim peneliti mengungkapkan bahwa fosil tanaman yang ditemukan di negara Skotlandia ini menjelaskan tentang bagaimana cara akar tanaman pertama muncul di awal Bumi.

Mengetahui tentang evolusi akar tanaman pertama dinilai sangat penting sebab memiliki dampak terhadap Bumi dan atmosfer, menghasilkan ekologi dan iklim yang transformatif.

Diketahui, tanaman tersebut telah ada sekitar empat ratus juta tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya bukti fosil tersebut.
Fosil ini telah diawetkan pada sejenis batu api yang berada di dekat Aberdeenshire, Skotlandia. Fosil tersebut sebagai perwakilan dari tanaman purba yang dinilai paling kompleks secara struktural dari daerah tersebut.

Dari hasil rekonstruksi 3D yang dilakukan, terungkap bahwa terdapat kumpulan dari tiga jenis sumbu percabangan tanaman yang berbeda, yakni sumbu pucuk daun, sumbu bantalan akar, dan sumbu akar.

Berdasarkan hasil rekonstruksi 3D tersebut, para ilmuwan mempelajari terkait sifat anatomi serta perkembangan dari fosil misterius yang ditemukan ini.

Tim menemukan bahwa pada fosil tanaman yang telah ditemukan ini memiliki akar yang perkembangannya agak berbeda jika dibandingkan dengan tumbuhan modern lainnya di zaman ini.

“Ini adalah struktur tertua yang diketahui yang menyerupai akar modern dan sekarang kita tahu bagaimana itu terbentuk,” kata Liam Dolan, penulis utama dari Gregor Mendel Institute.

lebih lanjut, menurutnya, itu berkembang ketika sumbu seperti pucuk membentuk garpu, di mana satu cabang bertahan sebagai pucuk dan kedua cabang mengembangkan akar.

Dolan menambahkan, di zaman ini sudah tidak ada lagi tanaman hidup yang perkembangan akarnya sama dengan cara seperti itu. Perkembangan akar ini menunjukkan bahwa mekanismenya sekarang telah punah.

Memahami struktur dan evolusi dari Asteroxylon mackiei bisa memberikan wawasan tentang peristiwa pada waktu penting dalam sejarah Bumi setelah tanaman ini mulai muncul di permukaan dan mulai menyebar ke seluruh daratan.

“Evolusi, radiasi, dan penyebaran tanaman di semua benua memiliki dampak signifikan pada sistem Bumi,” ungkap Alexander J Hetherington, seorang penulis studi dari University of Edinburgh.

Dirinya juga menambahkan bahwa akar tanaman dapat mengurangi tingkat karbon dioksida yang tersedia di atmosfer, merevolusi sirkulasi air yang ada di seluruh permukaan benua serta dapat menstabilkan tanah.

Dilansir dari Independent, pada Selasa (31/8/2021), melalui pemanfaatan teknik 3D digital, para ahli untuk pertama kalinya berhasil memvisualisasikan tubuh Asteroxylon mackiei secara kompleks.

  • Bagikan
Exit mobile version