Warga Grand Prima Bintara Bekasi Ubah Fasos Fasum Terbengkalai Menjadi Area Pertanian

Alifah Nurkhairina - Mediatani.co
  • Bagikan
Sumber foto: tribunnews.com

Mediatani – Seringkali Kita mendapati adanya fasilitas sosial dan fasilitas umum yang terbengkalai dan tidak lagi terawat. Untuk mengatasi masalah tersebut, beberapa warga Perumahan Grand Prima Bintara RW 016, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, menyulap lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) menjadi area pertanian.

Area pertanian tersebut diberi nama Grand Prima Bintara Farm. Merespon hal tersebut, Sulthoni selaku Ketua RW setempat menyampaikan bahwa dengan adanya Grand Prima Bintara Farm ini, lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang terbengkalai ini bisa berguna kembali dan mampu berproduksi. Oleh karena itu, warga perumahan terutama para pengurus mengambil inisiatif untuk mengubah area tersebut menjadi lahan pertanian untuk bercocok tanam.

“Lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang selama ini terbengkalai nganggur kita manfaatkan dan sebisa mungkin mengambil potensinya, bahkan pada hari ini kita telah panen kacang tanah,” katanya, pada Minggu (18/4/2021).

Lebih lanjut, Dia menerangkan bahwa Grand Prima Bintara Farm ini mulai hadir pada bulan Maret 2021. Kehadirannya juga diresmikan langsung oleh Tri Adhianto selaku Wakil Wali Kota Bekasi.

Baca Juga :   Atasi Jamur pada Tanaman dengan Soda Kue

Pada Grand Prima Bintara Farm, terdapat tiga jenis ditanam di lahan tersebut yaitu tanaman sayuran, tanaman obat dan buah. Diantaranya adalah sayuran yaitu tomat, kacang panjang dan kacang tanah. Buah-buahan contohnya seperti jambu kristal dan anggur. Sedangkan pada tanaman obat yang ditanam itu mulai dari kencur, kunyit, jahe dan temulawak.

“Total macam tanamannya bisa sampai 20 macam,” imbuh Tri Adhianto.

Selaku Ketua Grand Prima Bintara Farm, Arjon, mengatakan bahwa kehadirannya berawal dari menindaklanjuti program RW siaga dalam menghadapi Covid-19.

“Kami juga ingin ambil bagian dari ketahanan pangan. Karena kita melihat adanya lahan yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai area pertanian dan perkebunan,” terang dia.

“Kami juga sudah mulai menanam cabe keriting dan cabe rawit. Semoga saja kedepannya akan terus berkembang dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arjon menambahkan, saat ini ada tiga program yang diterapkan di Grand Prima Bintara Farm yaitu program edukasi, ekonomi dan lingkungan. Program Edukasi, akan memberikan pemahaman ke masyarakat tentang pentingnya menanam sebagai dari ketahanan pangan.

Terlebih lagi jika dilakukan dengan baik, bisa berpotensi sangat besar untuk memenuhi kebutuhan bahkan bernilai ekonomi. Dan yang ketiga ialah tentang lingkungan, yang mana dengan melakukan kegiatan bercocok tanam, lingkungan kita bisa bertambah menjadi segar, sejuk dan pemandangan juga jauh lebih nyaman.

Baca Juga :   Sepuluh Hektar Lahan Pertanian di Gunungkidul Hilang Akibat Tersapu Banjir

Merespon hal tersebut, Sudarsono selaku Lurah Bintara memberikan apresiasinya langkah warganya RW 016 Perumahan Grand Prima Bintara. Menurut Sudarsono, memanfaatkan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum terbengkalai bisa ditiru wilayah lain.

“Mereka melihat lahan “tidur” dimanfaatkan dan diterapkan lagi lebih luas lagi. Apalagi itu untuk kepentingan warga semua,” kata Sudarsono.

Sudarsono mengatakan perlu diapreasiasi dan menyampaikan rasa bangga untuk seluruh jajarannya agar bisa mengakomodir sudah bisa ini menjadi ketahanan pangan yang luar biasa, langkah dalam membangun ketahanan pangan saat pandemi Covid-19 ini sangat penting. Apalagi, tidak ada yang tahu kapan berakhir pandemi ini.

“Orang tidak tahu kapan selesai pandemi tapi ketahanan pangan orang sampai kapan pun membutuhkannya.”

“Jangan pernah lupa negara kita itu negara agraris, pandemi mengingatkan betapa pentingnya ketahanan pangan untuk kita semua,” ujar Sudarsono.

  • Bagikan