Warga Medokan Ayu Surabaya Beternak Puyuh dalam Rumah

  • Bagikan
Beternak puyuh/via Surya.co.id/ist

Mediatani – Minimnya lahan untuk beternak di wilayah perkotaan lantas tak membuat warga RW 12 Medokan Ayu, Kota Surabaya, enggan beternak.

Faktanya mereka beternak burung puyuh di dalam rumahnya. Mereka memanfaatkan lahan rumah untuk menambah peruntungan ekonominya.

Adalah Saiful Rizal yang mulai beternak burung puyuh petelur sejak awal tahun 2021, ini. Baginya beternak Puyuh tak hanya sebagai tambahan kesibukan di rumah saja, tetapi juga menjadi sumber tambahan ekonomi bagi keluarganya.

“Saya belajar otodidak merawat Puyuh ini, awalnya saya taruh di lantai atas biar terbuka. Tapi ternyata rawan stress karena panas cuacanya. Akhirnya saya pindahkan ke dalam rumah,”ujar dia.

Berada di bagian belakang rumahnya, kandang burung Puyuh ini, lalu diatur rapi sehingga bisa menampung sampai 1.100 burung puyuh. Pasokan minum burung Puyuh ini juga diatur secara otomatis lewat selang.

Sementara itu, makanan rutin diberikan tiap hari, sekaligus membersihkan kotoran burung.

Saiful ternyata juga mencoba berbagai vitamin agar kotoran burung puyuh tidak menimbulkan bau yang mengganggu karena berada di dalam rumah.

“Setelah 15 hari sejak saya beli bibitnya, mereka akan bertelur terus tiap hari sampai 1,5 tahun. Kalau sudah tidak bertelur nanti bisa dijul lagi, ada penadahnya,” ujar pria yang juga petani tebu di Situbondo ini.

Dikatakan Saiful, setiap harinya dia bisa memanen hingga 10 kilogram telur puyuh. Yang kemudian ia jual ke pasar seharga Rp 24 ribu perkilo.

Rencananya, ia pun bakal mulai memasarkan telur puyuh ke warga sekitar. Sehingga warga bisa membeli telur puyuh dengan harga lebih terjangkau dari di pasaran.

“Nanti kalau saya harus kerja di luar rumah, anak saya yang masih SMP yang bagian kasih makan, bersihkan kandang dan panen. Sudah belajar dia,” lanjutnya.

Tak mau menyia-nyiakan limbah kotoran burung Puyuh, limbah itu pula dikumpulkan Saiful untuk dijadikan pupuk bagi warga sekitarnya.

Ketua Kampung Hidroponik Surabaya dan koordinator lingkungan RW 12, Reni Susilawati menambahkan, aktivitas warga di kampungnya memang banyak yang memulai ternak dan berkebun.

Hal ini sebagai wujud ketahanan pangan dan ekonomi warga. “Apalagi usaha warga ini juga bisa sebagai eduwisata warga lainnya untuk sama-sama menghasilkan produk dari rumah,”pungkasnya.

Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur untuk Pemula, Hanya 5 Tahap!

Inilah tahapan dalam beternak burung puyuh disadur dari video ‘Cara Ternak Burung Puyuh Petelur Modern Agar Cepat Bertelur (Lengkap)’ di akun Youtube LunathicSkyes.

Tahap pertama, persiapan dan pembuatan kandang. Tidak perlu lahan yang luas. Peternak pemula bisa memulai di pekarang rumah atau belakang rumah.

Dengan luas 1 meter x 80 Cm dan tinggi 2 meter sudah cukup menampung sekitar 200 ekor burung puyuh. Dengan rinician ukuran kanda di atas terbagi menjadi lima rak dan setiap rak mampu diisi 40 ekor burung puyuh.

Pemilihan lokasi kandang jauh dari kebisingan, sejuk, bersih serta aman dari potensi dari gangguan untuk berproduksi.

Letak kandang agar sirkulasi udara lancar hal ini akan membuat membuat mereka sehat dan berproduksi maksimal.

Berikan juga lampu pada malam hari, selain sebagai penerangan, cahaya lampu akan merangsang hormon burung induk puyuh untuk bertelur secara optimal.

Kedua, pemilihan bibit. Memilih indukan burung puyuh sebagai penghasil telur konsumsi.

Adapun beberapa poin penting yang wajib diketahui, ialah peternak pemula wajib yakni, burung puyuh haruslah berukuran seragam, atau tidak besar kecil.

Bulunya harus mengkilap dan bersih, serta memiliki pergerakn lincah dan aktif. Jangan lupa menanyakan program kesehatannya yaitu pemberian vitamin dan vaksin.

Tidak terdapat cacat pada bagian kepala, paru, kaki, jari dan bagian tubuh lainnya. Kaki juga harus tampak mengkilat besar dan tidak kering. Baca selengkapnya dengan klik di sini(*)

  • Bagikan
Exit mobile version