Panduan Cara Menanam Bawang Merah, Lengkap Tapi Praktis

6340
views
petani sukses menanam bawang merah [foto: aktual]

Mediatani – Banyak orang yang ingin tahu cara menanam bawang merah yang baik dan benar. Menanam bawang merah Kelihatannya memang sangat mudah, hanya menyebar benih atau menancapkan umbi bawang ke dalam tanah saja. Akan tetapi benih tersebut belum tentu bisa tumbuh dengan sempurna karena dipengaruhi berbagai macam faktor.

Pasang iklan

Mungkin dalam beberapa hari akan muncul tunas kecil dan menjadi daun bawang muda. Namun seringkali para petani mengeluh karena tumbuhan bawang yang ditanam tidak bisa besar. Daunnya kecil, warnanya pucat, dan bahkan umbi di dalam tanah rusak atau busuk.

Tentu saja kondisi tersebut membuat bisnis pertanian Anda makin merosot jauh. Bawang merah yang harusnya memberikan keuntungan malah dijual dengan harga murah sehingga membuat Anda merugi. Alasannya karena kondisi baik daun maupun umbi tidak bagus, kecil, basah, dan mulai membusuk.

Pahamilah dulu bagaimana cara menanam bawang merah yang baik dan benar. Karena tanpa pengetahuan yang tepat, maka strategi bisnis budidaya bawang merah anda juga bisa merugi. Berikut adalah hal-hal yang semestinya anda ketahui terlebih dahulu sebelum memulai menanam bawang merah.

Persiapan budidaya tanaman bawang merah/

Persiapan yang matang sangat menentukan seperti apa hasil anda dalam bergelut di usaha budidaya tanaman bawang merah. Begitu juga dengan tanaman lainnya. Simak ulasan berikut:

Karakter tanaman Bawang merah

Karakter tanaman bawang merah
Karakter tanaman bawang merah

Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang termasuk kedalam umbian tanah, dan juga tanaman yang memiliki perakaran yang serabut di bagian pangkal umbi. Tanaman bawang merah ini diduga berasal dari Asia Tenggara yang menyebar luas keberbagai wilayah dan juga tempat lainnya, bawang merah ini biasanya digunakan sebagai bumbu atau tambahan masakan yang bertujuan untuk memberikan cipta rasa khusus dalam masakan tersebut.

Bawang merah memperbanyak diri dengan menggunakan umbi lapis (perkembang biakan dengan cara vegetatif). Bawang merah adalah tanaman setahun (semusim) yang berbentuk rumput. Ciri morfologi tanaman bawang merah yaitu batangnya pendek sekali hampir tidak kelihatan. Akarnya merupakan akar serabut. Daunnya panjang-panjang. Daun tersebut akan membengkak membentuk umbi lapis.

Beberapa kandungan senyawa yang penting dari bawang merah antara lain kalori, karbohidrat, lemak, protein, dan serat makanan. Serat makanan dalam bawang merah adalah serat makanan yang larut dalam air, disebut oligcfruktosa. Kandungan vitamin bawang merah adalah vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (G, riboflavin), vitamin B3 (niasin), dan vitamin C. Bawang merah juga memiliki kandungan mineral diantaranya adalah: belerang, besi, klor, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, natrium, silikon, iodium, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan zat vital non gizi yang disebut air.

Jenis lahan yang baik untuk budidaya bawang merah

lahan menanam bawang merah
lahan menanam bawang merah

Jenis lahan yang baik adalah jenis lahan yang sesuai dengan karakter tumbuh tanaman bawang merah. Jika jenis lahan telah sesuai maka pertumbuhannya juga akan baik dan hasil panennya akan melimpah.

  • Habibat Lahan yang cocok adalah langkah utama cara menanam bawang merah. Lahan sebaiknya di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 800 meter diatas permukaan laut.
  • Suhu yang cocok bagi pertumbuhan bawang merah adalah 27 – 32 derajat celcius sehingga bawang merah membutuhkan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya.
  • PH tanah pada lahan untuk media tanam bawang merah berkisar antara 6 – 7
  • Umumnya cara menanam bawang merah paling cocok pada lahan tanah sawah maupun tegalan. Memiliki tekstur sedang hingga liat.
  • Kelembaban tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah 60 – 70 %.
  • Jenis tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah tanah jenis Latosol, Glei Humus, maupun Alluvial.

Pengelolaan lahan

Setelah menemukan lahan yang tepat atau sesuai dengan karakter tanaman bawang merah, maka langkah selanjutnya adalah pengolahan lahan. Harus pahami ini dulu, jangan asal-asalan atau langsung garap aja yaah.

pengelolaan lahan bawang merah
pengelolaan lahan bawang merah
  • Gemburkan tanah dengan cara dicangkul dan biarkan tanah tersebut selama 1 minggu agar racun tanah terbawa angin dan menguap terpapar sinar matahari
  • Apabila tanah tempat menanam bawang merah tersebut memiliki kadar keasaman kurang dari 6 – 7, berikan kapur dolomite dengan dosis 1 ton / 1 hektar lahan. Diamkan tanah tersebut selama 2 minggu setelah proses pengapuran sebelum Masa Tanam tiba.
  • Cara menanam bawang merah tahap selanjutnya adalah membuat bedengan pada lahan dengan lebar kurang lebih 1 meter, tinggi bedengan 30 cm dengan panjang disesuaikan dengan luas lahan.
  • Berikan jarak antar bedengan kira – kira setengah meter, jarak tersebut dapat juga disfungsikan sebagai parit untuk jalan air hujan dengan kedalaman 30 cm.
  • Kemudian cangkul dan gemburkan bedengan sedalam 20 cm, ratakan bentuk bedengan tidak melengkung seperti bentuk bedengan pada umumnya.
  • Tambahkan pupuk kandang secukupnya, tebarkan diatas bedengan dan aduklah dengan tanah agar pupuk merata dan bercampur dengan tanah bedengan.
  • Diamkan bedengan yang sudah diberi pupuk tersebut selama 1 minggu sebelum ditanami bibit bawang merah.

Cara Menanam Bawang Merah

Memilih Bibit Bawang Merah

Pemilihan bibit bawang merah adalah langkah awal bagi anda untuk memulai proses budidaya bawang merah. Pemilihan bibit bawang merah yang tepat dapat memudahkan perawatan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta membantu penentuan hasil panen. Anda diharapkan dapat menentukan bibit bawang merah yang sehat, tahan terhadap cuaca,serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tidak mudah memang, namun dengan mengetahui jenis dan cara-cara pemilihan yang tepat, saya percaya anda dapat berhasil dalam penanaman bawang merah.

bibit bawang merah
bibit bawang merah

Bibit bawang merah yang dipilih adalah:

  • Bila musim penghujan, pilih jenis Bauji/ Lokal, sedangkan untuk musim kemarau pilih jenis Thailand.
  • Penampilan umbi bibit harus sehat, bernas (padat, tidak keriput) warnanya agak pudar/ kawak (kehitam hitaman).
  • Tunas umbi bibit sudah kelihatan hijau bila dipotong.
  • Umbi bibit dapat ditanam bila telah disimpan minimal 2 bulan setelah panen untuk jenis Bauji/lokal,dan minimal 3 bulan untuk jenis Thailand.
  • Secara umum kualitas umbi yang baik untuk bibit adalah yang berukuran sedang. Umbi bibit berukuran sedang merupakan umbi ganda, rata rata terdiri dari 2 siung umbi. Untuk umbi bibit yang besar rata rata terdiri dari 3 siung per umbi.
  • Umbi bibit yang besar dapat menyediakan cadangan makanan yang banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya di lahan.Umbi bibit besar akan tumbuh lebih vigor, menghasilkan daun lebih panjang dan berdiameter lebih luas.
  • Namun bila dihitung berdasarkan dari berat bibit, maka harga umbi bibit berukuran besar lebih mahal, sehingga umumnya petani menggunakan umbi bibit berukuran sedang.
  • Untuk umbi bibit ukuran kecil akan lemah pertumbuhanya, daun daunnya yang kecil tidak kokoh  dan mudah terserang hama dan penyakit.

Penanaman Bibit Bawang Merah

menanam bawang merah lebat
menanam bawang merah lebat

Cara menanam bawang merah yang benar adalah dengan membenamkan seluruh bagian Umbi kedalam tanah. Untuk jarak tanam antar umbi adalah 20cm x 20cm jika Anda memanan pada saat musim hujan. Sedangkan jika Anda memulai menanam pada musim kemarau, maka jarak tanam dibuat lebih rapat kira – kira 15cm x 15cm antar Umbi. Cara menanam bawang merah ini bertujuan supaya umbi bawang bisa tumbuh dengan optimal.

Perawatan Budidaya Bawang Merah

Langkah sukses budidaya bawang merah adalah salah satunya terletak di perawatan. Menanam bawang merah lalu dibiarkan begitu saja sama halnya buang-buang uang. Rawat tanaman bawang merah anda dengan baik maka hasil panennya juga insyaAllah berkah.

Kebutuhan air tanaman bawang merah

Pada tanaman bawang merah yang baru berusia 0 – 10 hari, penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore. Baru setelah berumur lebih dari 10 hari, intensitas penyiraman dapat dikurangi hingga cukup sehari sekali pada sore hari saja maupun pagi hari saja.

Pemupukan bawang merah

"<yoastmark

Langkah pemupukan bawang merah mengikuti kebutuhan pupuknya. Meskipun sebelumnya sudah diberi pupuk dasar, tetapi tetap saja kita beri pupuk agar kebutuhan nutrisi pertumbuhannya terpenuhi. Pemberian pupuk susulan untuk menjaga tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman bawang merah. Pemupukan susulan dapat dimulai ketika usia tanaman menginjak umur 2 minggu dengan dosis pupuk Urea 90 kg, ZA 200 kg, dan KCI 110 kg per satu hektar lahan.

Pengendalian Hama Tanaman Bawang Merah

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang pada masa budidaya dapat dikendalikan . Salah satu Cara yang paling umum dilakukan para petani bawang merah dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit bawang merah adalah dengan menggunakan pestisida, para petani beranggapan bahwa pestisida dapat menjamin keberhasilan usaha tani. Akibatnya petani sering menggunakan pestisida dengan cara meningkatkan takaran, frekuensi, jenis dan komposisi pestisida secara berlebihan tanpa berpedoman pada dosis yang dianjurkan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, penerapan teknologi pengendalian hama terpadu merupakan alternatif yang tepat yaitu dengan mengkombinasikan beberapa cara pengendalian yang secara ekonomi, ekologi dan sosial dapat dipertanggung jawabkan.Tujuan akhir dari konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu) adalah memperoleh hasil panen yang optimal dengan kualitas dan bermutu tinggi, biaya produksi yang rendah serta mempertimbangkan faktor ekologi dan kondisi sosial para petani.

Pemanenan Bawang Merah

Tahapan terakhir cara menanam bawah merah yaitu pemanenan. Bawang merah yang siap panen biasanya 70% daunnya sudah mulai rebah ke tanah. Atau bisa juga dengan menghitung masa tanam ketika mencapai usia 70 hari maka bawang merah sudah siap dipanen.

Rata – rata hasil panen normal bawang merah untuk 1 hektar lahan menghasilkan 5 – 12 ton Bawang merah tergantung kondisi lahan, iklim dan cuaca daerah tersebut. Keringkan Bawang Merah yang telah dipanen dibawah sinar matahari langsung kira – kira 1 – 2 minggu. Tujuan penjemuran adalah untuk mendapatkan bawang merah yang memiliki kadar air 80% sesuai dengan permintaan pasar.

Budidaya bawang merah di dalam pot

cara menanam bawang merah dalam pot
cara menanam bawang merah dalam pot

Tak perlu lahan yang sangat luas, Anda juga bisa mencoba menanam bawang merah di rumah dengan menggunakan alat dan bahan yang ada. Misalnya saja di taman, pekarangan, pot, ataupun poly bag. Caranya juga sangat mudah sekali, antara lain sebagai berikut

Persiapan media tanam di dalam pot

Anda harus memperhatikan media tanam yang meliputi tanah, pupuk, dan campuran lainnya. Bawang merah sangat menyukai tanah gembur kaya nutrisi sehingga sebaiknya Anda memberikan kompos lebih banyak.

Hal penting yang wajib diperhatikan jika ingin tau bagaimana cara menanam bawang merah yang baik adalah kondisi suhu sekitar. Waktu penanaman paling baik dilakukan ketika suhunya 27 hingga 32 derajat Celcius. Kemudian juga kelembaban tanah kurang lebih 60 sampai dengan 70 persen, tidak terlalu kering ataupun lembab.

Saat tanah mengandung air terlalu banyak maka bisa mengakibatkan umbi bawang cepat busuk. Begitu pula sebaliknya, tanah yang sangat kering akan menghasilkan umbi kecil dan kurang berisi.

Penanaman bawang merah di dalam pot

Setelah tempat serta media tanam sudah siap maka Anda bisa mulai menanam bawang merah. Sebetulnya ada beberapa cara menanam bawang merah antara lain dengan benih, umbi, dan juga akar. Kalau benih maka cukup di sebar saja di atas tanah subur lalu diciprati air secukupnya.

Kemudian jika dari umbi, Anda bisa membelinya di pasar atau bahkan toko pertanian. Nah, bisa juga menggunakan akar yang masih ada batangnya utuh dimana biasa dijual di pasar. Cukup tanam saja batang daun bawang tersebut dan tunggu sampai beberapa hari maka akan muncul daun muda yang baru.

Pemeliharaan bawang merah di dalam pot

Untuk perawatannya sendiri juga sangat mudah karena tidak memerlukan perlakuan khusus. Hanya perlu disiram pada pagi dan sore hari dengan air secukupnya saja hingga tanaman berusia 10 hari. Setelah itu bisa dikurangi menjadi sehari sekali, yang penting tanah tetap dalam kondisi basah. Akan tetapi jangan sampai terlalu lembab atau bahkan becek karena bisa membuat umbinya busuk.

Perawatan selanjutnya adalah pemberian pupuk hingga tanaman mencapai umur 2 minggu. Anda bisa gunakan pupuk kandang, kompos jika memang lebih menyukai kandungan alami dan bersifat organik. Namun bisa pula mengganti dengan yang buatan seperti KCL atau ZA dimana jauh lebih praktis serta memberikan hasil lebih cepat.

Sama seperti tanaman sayur yang lainnya, banyak pula berbagai macam jenis hama yang mengganggu pertumbuhannya. Salah satunya seperti ulat kecil berwarna hijau yang membuat daun bawang bolong.

Atau bahkan resiko cacing dan hewan tanah memakan bagian umbi sehingga rusak serta membusuk. Untuk mengatasi dan menghindari masalah tersebut maka Anda bisa gunakan pembasmi hama dengan kandungan bahan alami. Dengan begitu pertumbuhan bawang merah bisa bagus dan tidak mudah mati.

pemanenan bawang merah

Lalu kapan saatnya masa panen bawang merah tiba? Tumbuhan yang satu ini baru bisa dipanen ketika sudah berumur 70 hari atau bahkan lebih sedikit. Namun Anda tidak harus melulu berpatokan pada waktu 70 hari tersebut.

Perhatikan pula ciri-ciri yang telah muncul, antara lain seperti adanya beberapa helai daun bawang bagian bawah yang layu dan mengering. Kalau tanda ini sudah muncul maka bawang merah sudah siap dipanen.

Kebanyakan petani bawang akan melakukan proses penjemuran selepas masa panen. Berton ton umbi bawang merah akan dijemur di bawah terik matahari selama 1 hingga 2 minggu lamanya. Hal ini bertujuan agar kondisi umbi menjadi kering dan tidak basah sehingga mencegah pembusukan lebih cepat.

Bawang yang kering juga terhindar dari jamur, bakteri, hewan-hewan atau mikroba kecil. Selain itu ketika dimasak juga rasanya jauh lebih gurih ketimbang yang masih basah dan lembab. Bahkan harga di antara bawang merah kering dan basah sangat jauh berbeda. Yang kering dianggap mempunyai kualitas bagus sehingga harganya lebih mahal. Sebaliknya, bawang yang masih basah dijual dengan harga lebih murah karena beresiko busuk.

Itulah tadi mengenai cara menanam bawang merah yang baik dan benar dengan memperhatikan beberapa hal penting. Jika Anda ingin memulainya maka tidak perlu harus mempunyai lahan luas seperti para petani. Cukup manfaatkan pekarangan atau lahan kecil di rumah saja. Kalau tidak ada maka bisa menggunakan media pot atau poly bag sehingga lebih hemat dan juga praktis.

Tentunya Anda bisa menekan budget berbelanja karena sudah mempunyai tanaman bawang merah sendiri di rumah. Ketika ingin membuat aneka jenis makanan maka tinggal ambil beberapa helai daun atau bahkan umbi bawangnya agar rasa masakan tambah lezat. Bagaimana, mudah sekali bukan?