Teknik Tanam Bawang Merah di Polybag, 3 Bulan Langsung Panen

  • Bagikan
Menanam bawang putih di pot polybag

Mediatani – Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang paling umum digunakan. Tanaman ini pun telah tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Bukan hanya untuk dimasak, bawang merah bahkan juga bisa dikonsumsi mentah dan dibuat obat tradisional.

Jurnal Phytotheraphy Research menyebutkan bahwa bawang merah merupakan salah satu sumber antioksidan yang penting bagi tubuh.

Selain itu, bawang merah juga memiliki kandungan penting lainnya, seperti serat, vitamin C, kalium, dan asam folat.

Umbi yang termasuk varietas dari spesies Allium cepa ini diyakini mampu mengobati masuk angin, menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, hingga mengatasi diabetes.

Dengan kemampuan menghambat timbunan trombosit dan meningkatkan aktivitas fibrinotik, bawang merah juga dipercaya dapat memperlancar pernapasan dan aliran darah.

Bagi kamu yang ingin menghemat pengeluaran untuk bumbu dapur satu ini,sekaligus mendapatkan manfaat kesehatan, bawang merah bisa ditanam sendiri di rumah dengan mudah lho.

Tak perlu memiliki lahan atau pekarangan yang luas, menanam bawang merah bisa dilakukan hanya dengan bermodalkan polybag.

Dilansir dari Kompas.com yang juga melansir dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura Provinsi Lampung, berikut adalah cara menanam bawang merah di polybag.

1. Siapkan beberapa polybag dengan ukuran sekitar 30 cm x 30 cm atau 35 cm x 35 cm.

Baca Juga :   Ingin Memperpanjang Kerjasama, Kementan: Chili Jadi Pintu Masuk Ekspor Pertanian Indonesia ke Amerika Latin

2. Siapkan media tanam berupa tanah gembur, arang sekam (bakar), dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

3. Campurkan semua bahan media tanam ke dalam polybag.

4. Siapkan umbi bawang merah untuk ditanam. Pilihlan bawang terbaik yang sehat dan tanpa cacat.

5. Potong ujung bawang merah yang akan ditanam, jika belum ada tunas.

6. Ambil 4-5 umbi bawang merah untuk ditanam dalam setiap polybag.

7. Tanam bawang merah tersebut hingga bagian ujung yang dipotong. Jarak tanamnya sekitar 5 cm antar umbi.

8. Penyiraman bawang merah harus dilakukan dengan tepat karena ia tidak bisa tumbuh di tanah yang terlalu kering dan terlalu basah.

9. Bersihkan gulma secara teratur agar pertumbuhan bawang merah tidak terganggu.

10. Jika ada salah satu tanaman yang busuk, segera dibuang agar tidak merambat ke tanaman yang lain.

11. Bawang merah bisa dipanen setelah berusia 3 bulan.

12. Ciri fisik bawang merah siap panen adalah daunnya berwarna kekuningan, pangkal daun tanaman sudah lemas, bawang merah sudah muncul di permukaan, dan sebagian besar tanaman bawang merah sudah rebah.

Punya Kulit Bawang di Rumah? Jangan Dibuang, Buat Jadi Larutan untuk Tanamanmu

Baca Juga :   Begini Cara Menyiram Kaktus yang Benar, Simak Langkah-langkahnya

Biasanya setelah mengupas bawang, adalah hal yang wajar jika kulit bawangnya langsung kamu buang.

Namun, taukah kamu jika kulit bawang mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi tanaman?

Dilansir dari kanal youtube MGB Garden – Dalam kulit bawang mengandung mineral yang cukup banyak. Seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zinc, dan zat besi.

Kulit bawang juga mengandung hormon auksin dan giberelin. Hormon ini berfungsi dalam memacu pertumbuhan tanaman. Selain itu, di dalamnya juga mengandung flavonoid dan acetogenin.

Senyawa tersebut berfungsi sebagai antihama yang dapat merusak sistem pencernaan serangga. Jika diberikan dengan kadar yang sedikit, akan membuat hama kehilangan nafsu makan.

Namun jika diberikan dengan jumlah yang banyak maka akan membuat hama keracunan.

Cara buatnya sangat mudah, kamu hanya memerlukan dua bahan saja.

Untuk membuat larutannya dimulai dengan mengupas kulit bawang, semua jenis bawang kulitnya bisa kamu digunakan.

Kemudian masukkan kulit bawang ke dalam botol, kamu bisa menggunakan botol apa saja yang penting bisa ditutup dengan rapat. Isi botol dengan kulit bawang hingga penuh namun tidak terlalu padat…baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan