Australia dengan Kemajuan Sektor Peternakannya, Salah Satu Kuncinya adalah Penegakkan Hukum

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Ilustrasi/Peternakan Sapi di Australia/IST

Mediatani – Benua Australia merupakan benua dengan daratan yang terbilang sangat luas. Benua Australia pula dikenal dengan padang rumputnya yang terhampar subur dan tanah yang gersang. Akan tetapi saat ini malah sangat maju dalam pengembangan bidang pertanian dan peternakan.

Hal inilah yang membuat benua Australia tergolong unik. Meskipun dari kondisi alamnya terlihat tidak memungkinkan, namun negara ini bisa maju dalam kedua sektor itu.

Disadur dari situs kumparan.com, menurut (Machali, 1997) dalam jurnal Perkembangan Pertanian dan Peternakan di Australia Abad ke-18 hingga abad ke-20 karya M. Yunus, hal inilah yang membuat Australia menjadi sebuah negara maju saat ini.

Hal itu disebabkan, jika mendengar kata Australia, sebagian orang pasti akan langsung berpikir tentang kemajuannya dalam bidang peternakan dan hasil olahannya seperti susu.

Salah satu contohnya yakni di Victoria, bagian tenggara benua Australia, negara dengan bagian terkecil benua Australia ini sangat membanggakan produk unggulannya dalam turunan komoditas susu.

Kegiatan impornya pun terbilang sangat gencar hingga Australia terkenal dengan produk peternakannya.

Teknologi Peternakan Modern di Australia

Meskipun terdapat padang rumput yang luas sebagai salah satu varaibel kemajuan peternakan di Australia, rata-rata negara di benua Australia juga sudah menggunakan teknologi peternakan modern.

Teknologinya mulai dari pemilihan bibit unggul, pemeliharaan ternak yang sehat, teknik mengawetkan daging, alat memerah susu, hingga alat pencukur bulu yang modern.

Hasil peternakan di benua Australia ini juga akhirnya menjadi banyak produk turunannya. Bukan hanya berupa susu saja, melainkan wol, daging, dan yang lainnya. Meski terdapat pula pertanian lainnya seperti biji-bijian dan buah-buahan.

Baca Juga :   Ramai dibincangkan Warganet, Ini Penjelasan LIPI Soal Ikan Kakatua yang Tidak Bisa dimakan

Karena hal itulah, maka tidak jarang berbagai negara termasuk Indonesia banyak yang melakukan penelitian di Australia dengan maksud dan tujuan agar bisa diaplikasikan ke negaranya untuk menghasilkan produk peternakan dengan hasil yang unggul.

Tak jarang pula para ahli banyak yang bertukar ilmu untuk saling menemukan solusi dari setiap permasalahan dalam bidang peternakan.

Bagaimanapun, pertanian dan peternakan merupakan sektor penting dalam sebuah negara. Tanpa adanya kedua hal itu, negara tak bisa berdiri sendiri mencukupi kebutuhan pangan dan yang lainnya.

Maka, sudah menjadi jelas pula bahwa Australia bisa menjadi salah satu negara maju karena maju pula bidang pertanian dan peternakannya.

Sementara itu, dikutip Kamis (4/3/2021) dari situs troboslivestock.com meskipun sebagian besar wilayah tandus serta jenis rumputnya terbatas. Justru menjadikan salah satu wilayah Australia, Northern Territory (NT) atau Wilayah Australia Utara memiliki industri peternakan sapi yang sangat berkembang pesat.

Gulfan Afero, Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia-Darwin Australia yang selama 4 bulan tinggal di NT menjelaskan ada beberapa hal yang menjadikan NT dapat mengembangkan industri peternakan sapi dan bahkan bisa memasok ke berbagai negara termasuk Indonesia, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, serta China. Kawasan ini juga tercatat mampu menghasilkan 600 ribu ekor sapi setiap tahunnya.

Alasan itu kata Gulfan yaitu diterapkannya proteksi lingkungan dan biosekuriti yang terstruktur serta konsisten. Australia yang memiliki dua level sistem hukum yaitu sistem federal yang berlaku pada seluruh negara bagian serta otoritas yang diberikan kepada wilayah bagian seperti NT dalam mengatur hukum sendiri dan pengambilan kebijakan.

“Termasuk biosekuriti, pembukaan lahan, serta melakukan konservasi jenis rumput yang terbatas itu,” terangnya dalam Webmaster ke-4 Kuliah Pakar, Program Magister Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) pada Rabu (21/10/2020) secara online melalui aplikasi zoom dan YouTube.

Dia melanjutkan, selain itu berterkaitan dengan penegakan hukum. Artinya penegakan yang tak pandang bulu terhadap siapapun bahkan denda yang diberikan kepada pelanggar hukumannya sangat luar biasa. Hal itu membuat banyak pengusaha yang takut dan dampaknya kelestarian alam dapat terjaga dengan baik.

Baca Juga :   Jokowi Minta Produksi Pangan ditingkatkan, Mentan: Kami Siap di Lapangan

NT juga tercatat memiliki wilayah yang sangat luas. Yakni dengan luasan berkisar 1,3 juta km2 dengan jumlah penduduk sedikit yang hanya 250 ribu. Wilayah yang luas ini, digunakan untuk industri peternakan sapi bahkan tidak heran jika NT mampu memiliki peternakan sapi dengan luas sekitar 1,6 juta hektar.

“Dari kantornya sampai menuju ke tempat pengembalaan sapi bisa memakan waktu 45 menit bahkan sampai ada yang 3 jam,” ujarnya sambil membagi pengalaman di NT.

Di wilayah NT, industri peternakan sapi dalam pemeliharaannya tak menggunakan teknologi khusus, sapi dipelihara di alam bebas/liar. Namun ada perlakuan berbeda dimana sapi dikategorikan berdasarkan umurnya.

“Ketika sapi-sapi yang sudah siap untuk diekspor akan digiring ke kandang tertentu. Karena lahannya sangat luas digunakanlah helikopter dalam menggiring sapi kedalam satu titik. Di titik itulah sapi kemudian dinaikkan kedalam truk. Selanjutnya dikirim ke pelabuhan untuk di karantina sebelum diekspor. Jadi dilakukan secara profesional, efisien dan efektif,” paparnya. (*)

Baca Juga : Inilah 10 Alasan Kenapa Pertanian Indonesia Tertinggal dari Thailand

  • Bagikan