Perbanyakan Tanaman dengan Teknik Vegetatif Buatan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

  • Bagikan
Sumber foto: https://www.kompas.com/

Mediatani – Pada umumnya, perkembangbiakan atau budidaya tanaman terjadi melalui proses pembuahan dan akan menghasilkan biji yang dapat ditanam kembali sebagai tanaman baru. Perkembangbiakan ini biasa disebut dengan perkembangbiakan secara generatif.

Baca Juga :   8 Trik Menanam Cabai di Musim Penghujan, Begini Caranya agar Tidak Busuk   

Namun, selain perkembangbiakan secara generatif, ada juga pergembangbiakan yang terjadi secara vegetatif, di mana perkembangbiakan ini terjadi tanpa melalu proses pembuahan.

Secara alami, perkembangbiakan vegetatif dapat terjadi karena adanya tunas pada organ-organ non-reproduktif seperti batang, akar dan daun. Perkembangbiakan ini juga dapat dilakukan secara buatan melalui cangkok, stek, okulasi, grafiting, dan kultur jaringan.

Dilansir dari neurafarm.com, berikut penjelasan mengenai berbagai metode vegetatif secara buatan di atas.

Stek

Ilustrasi: Teknik Stek

Stek merupakan teknik perbanyakan dengan menggunakan salah satu bagian tanaman seperti batang, akar, atau daun.

Teknik perbanyakannya dilakukan dengan cara menancapkan bagian tanaman tersebut ke tanah. Dari bagian tanaman yang ditanam itu nantinya akan muncul akar-akar baru hingga menjadi tanaman utuh. Metode ini dapat dilakukan pada jenis tanaman dikotil.

Untuk stek batang dapat dilakukan pada tanaman ketela, kangkung, dan brotowali. Sementara untuk stek daun dapat dilakukan pada tanaman cocor bebek dan untuk stek akar dapat dilakukan pada pohon beringin.

Kelebihan Teknik Stek, yaitu:

  • Tidak bergantung pada musim atau waktu
  • Hasil dari anakan akan lebih cepat berbuah
  • Hasil dari anakan bersifat sama dengan induknya
  • Dapat dilakukan secara kontinyu

Kekurangan Teknik Stek, yaitu:

  • Lebih rumit dibandingkan dengan perbanyakan melalui biji
  • Harus menggunakan pohon induk yang memiliki kualitas unggul
  • Biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan perbanyakan melalui biji
  • Perakaran tanaman biasanya lebih lemah

Cangkok

Ilustrasi: Teknik Cangkok

Cangkok merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan menumbuhkan akar sebelum tanaman dipotong dan ditanam.

Ini dilakukan dengan cara mengupas kulit kayu dan menempelkan tanah pada bagian yang dikupas lalu dibungkus dengan plastik untuk merangsang pertumbuhan akar. Di bagian tersebut disiram setiap hari layaknya perawatan pada tanaman dewasa.

Kelebihan Teknik Cangkok, yaitu:

  • Sifat anakan yang sama dengan induknya
  • Hasil anakan dapat berbuah dengan lebih cepat
  • Waktu perbanyakan yang relatif singkat, yaitu antara 1-3 bulan

Kekurangan Teknik Cangkok, yaitu:

  • Tidak dapat dilakukan skala luas
  • Perakaran tanaman yang pendek dan lemah (tanaman memiliki akar serabut bukan akar tunggang)

Okulasi

Ilustrasi: Teknik Okulasi

Okulasi adalah teknik perbanyakan yang dilakukan dengan menggabungkan dua tanaman sejenis. Untuk teknik okulasi sendiri terdapat dua cara, yaitu penempelan dan penyambungan.

Okulasi tempel dilakukan dengan menempelkan tunas pada batang bawah (batang induk) sementara okulasi sambung dilakukan dengan menyambung dua batang pohon.

Batang bawah dipilih dari pohon induk yang memiliki batang kokoh dan batang atas dipilih dari pohon induk dengan produktivitas yang baik.

Meski kedua tanaman tersebut harus memiliki spesies yang sama, namun dapat berasal dari varietas yang berbeda.

Kelebihan Teknik Okulasi, yaitu:

  • Tanaman yang diperoleh memiliki produktivitas yang tinggi.
  • Memiliki petumbuhan yang seragam.
  • Penyapihan benih relatif lebih singkat

Kekurangan Teknik Okulasi, yaitu:

  • Hasil okulasi berisiko kurang normal karena dua tanaman tersebut tidak cocok disatukan
  • Memerlukan keahlian khusus
  • Kemungkinan gagal cukup besar

Kultur Jaringan

Ilustrasi: Teknik Kultur Jaringan

Teknik vegetatif buatan yang terakhir adalah kultur jaringan. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan jaringan tanaman yang ditumbuhkan secara in vitro.

Cara ini dilakukan dengan memanfaatan sifat totipotensi, kemampuan sel untuk membelah diri dan tumbuh menjadi tanaman utuh pada kondisi lingkungan sesuai

Dalam sekali produksi, dapat diperoleh anakan dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang relatif singkat. Karena itu, teknik ini biasa digunakan dalam skala industri untuk produksi secara komersial.

Kelebihan Teknik Kultur Jaringan, yaitu:

  • Tidak bergantung pada musim
  • Dapat memproduksi bibit dalam jumlah besar dengan waktu yang relatif singkat
  • Hasil anakan yang diperoleh memiliki sifat seragam
  • Bibit bebas  dari penyakit
  • Daya pengangkutan bibit yang lebih mudah dan murah

Kekurangan Teknik Kultur Jaringan, yaitu:

  • Diperlukan biaya yang sangat besar
  • Diperlukan suatu keahlian khusus
  • Diperlukan teknik sterilisasi yang sesuai standar

***

Demikian penjelasan tentang berbagai metode vegetatif buatan untuk perkembangbiakan tanaman. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

  • Bagikan