Home / Panduan Budidaya

Minggu, 29 Oktober 2017 - 07:07 WIB

Bagaimana Cara Menanam Cabe Dalam Pot Secara Tepat

Bagaimana Cara Menanam Cabe Dalam Pot Secara Tepat

Bagaimana Cara Menanam Cabe Dalam Pot Secara Tepat

Bagaimana Cara Menanam Cabe Dalam Pot Secara Tepat

Bagaimana Cara Menanam Cabe Dalam Pot Secara Tepat

Cara menanam cabe dalam pot, sebenarnya tidak terlalu sulit. Informsi seperti ini, tentunya menjadi salah satu solusi yang tepat, untuk mengatasi merangkaknya harga cabe belakangan ini. Cabe adalah salah satu komoditas, atau salah satu jenis tanaman yang paling banyak dicari, karena tanaman ini banyak diguankan untuk berbagai jenis sayuran. Warna serta rasanya yang khas, membuat makanan yang dihasilkan jadi semakin nikmat karenanya.

Namun merangkaknya harga cabe belakangan ini cenderung membuat orang bingung bagaimana cara mengatasinya. Sebenarnya cara mengatasinya cukup mudah, Anda hanya perlu menanam tanaman tersebut di pekarangan rumah. Apabila pekarangan rumah terbatas, maka tanam saja cabe ini di dalam pot. Cara menanam cabe ini tidak terlalu sulit, karena tanaman ini dapat tumbuh di ketinggian 0 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut, jadi Anda yang tinggal di dataran tinggi atau di dataran rendah, tetap dapat menanam tanaman tersebut. Sedangkan suhu optimal untuk menanam cabe adalah sekitar 24 hingga 27‑C. Adapun teknik untuk menanam cabe dalam pot antara lain :

Memilih bibit

Sebelum menanam cabe, tentunya Anda harus memilih jenis bibit atau benih yang akan digunakan. di pasaran sendiri, bibit atau benih cabe ini ada 2 macam, yaitu varietas hibrida dan varietas lokal. Masing-masing jenis bibit memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Varietas hibrida biasanya berasal dari negara Taiwan atau Thailand. Tanaman jenis ini mempunyai tingkat produktivitas yang cukup tinggi, namun untuk menanam tanaman tersebut Anda perlu menggunakan beberapa jenis obat tertentu. Selain itu, jenis ini juga tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan yang ada.

Varietas lokal biasnya berasal dari negara sendiri, tepatnya dari Sumatra Utara atau Tanah Karo, Rembang, dan juga Kudus. Tanaman yang satu ini lebih mudah beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan yang ada, dan teknik menanam dan merawatnya juga tidak terlalu ribet.

Proses penyamaian

Sebelum menanam cabe dalam pot, Anda perlu menyemaikan bibit cabe tersebut ke dalam wadah khusus. Hal ini dilakukan agar Anda mudah menyeleksi bibit tanaman yang baik, dan yang kurang baik. Adapun teknik menyemaikan tanaman tersebut adalah  dengan mempersiapkan polybag yang berukuran kecil biasanya berukuran 8 x9 cm, menggunakan daun pisang yang dibentuk polybag, atau menggunakan baki.

Baca Juga :   Tanaman Merambat Cantik, Air Mata Pengantin

Buat petakan tanah dan campurkan tanah dengan kompos secara merata, kemudian ratakan dengan ketinggian 5 hingga 10 cm. Buat larikan dengan jarak sekitar 10 cm, untuk masing-masing bibit. Lalu buat lubang sedalam 7,5 cm, dan masukkan cabe ke dalam larikan. Siram tanaman secara merata, dan tutup menggunakan abu atau juga tanam.  Untuk hasil yang lebih maksimal, sebaiknya tutupi permukaan tanah menggunakan karung goni basah selama 4 hari. Setelah 4 hari, buka, dan angkat, gantui dengan penutup khusus bibit, agar bibit tidak terkena matahari langsung dan tidak terkena air hujan secara langsung. Pada usia ini, bibit cabe sudah mulai tumbuh, sedangkan bibit siap dipindahkan ke dalam pot, ketika berusia 3 hingga 4 minggu, atau ketika tanaman telah memiliki 3 hingga 4 helai daun.

Menyiapan media tanam

Untuk media tanam ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu, pertama-tama siapkan pot yang berukuran 30 cm atau yang lebih tinggi. Ukuran pot ini dinilai cukup untuk menopang pertumbuhan cabe.

Sedangkan untuk media tanam, Anda dapat menggunakan beberapa jenis media tanam seperti kompos, tanah, pupuk kandang, arang sekam, sekam padi, dll. Tanah yang sebaiknya dipersiapkan adalah tanah yang subur dan gembur, kemudian diayak menjadi butiran halus. Kompos yang sebaiknya digunakan adalah kompos yang sudah matang, dan ayak.

Cara mencampur bahan untuk membuat media tanam yang tepat adalah dengan mencampurkan tanah, kompos dan arang tanah, dengan takaran, 2 : 1 : 1 atau 1 : 1 ; 1. Aduk hingga rata, media tanam tersebut, kemudian masukkan ke dalam pot. Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya alas pot diberi sabut kelapa, atau juga pecahan genting, agar air tidak menggenang di pekarangan rumah.

Memindahkan bibit

Untuk proses pemindahan bibit ini cukup mudah. Pastikan bibit siap untuk dipindahkan, dan juga pastikan pot juga sudah dipersiapkan dengan baik. Untuk proses pemindahan bibit ini sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, hindari memindahkan bibit di siang hari, karena dapat membuat tanaman menjadi stress.

Lakukan secara hati-hati, dan pastikan tidak terjadi kerusakan pada akar. Lubangi tanah dalam pot sekitar 5 hingga 7 cm, kemudian masukkan tanaman cabe ke dalamnya. Masukkan bersama seluruh tanah yang menempel pada akar tanaman.

Baca Juga :   6 Pedoman Praktis Budidaya Cacing Sutra bagi Pemula

Teknik pemeliharaan dan perawatan

Berikut ini adalah teknik pemeliharaan dan perawatan tanaman tersebut :

–                      Untuk teknik pemupukan, sebaiknya berikan 1 sdm NPK untuk 1 polybag setiap bulannya. Jika Anda ingin menanam cabe organik, sebaiknya gunakan pupuk organik cair, pada masa pertumbuhan daun dan buah. Tambahkan juga sekepal, kompos atau pupuk kandang ketika tanaman hendak berbuah.

–                      Proses penyiraman sebaiknya dilakukan setidaknya 3 kali dalam sehari.  Terutama ketika sinar matahari sedang terik.

–                      Berikan tiang penyangga ketika tanaman memiliki tinggi sekitar 20 cm, hal ini berfungsi agar tanaman dapat berdiri tegak.

–                      Memetik tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun juga dapat Anda lakukan setelah 20 hari masa tanam, hal ini dilakukan agar tanaman tidak tumbuh menyamping, ketika batang yang ada belum cukup kuat. Teknik ini dilakukan sebanyak 3 kali, tanaman akan dibiarkan tumbuh, ketika batang tanaman sudah cukup kuat.

–                      Untuk mengatasi hama dan penyakit pada cabe, sebaiknya Anda menggunakan pestisida. Pestisida ini sebaiknya dilakukan, ketika muncul hama putih di batang pohon. Sednagkan jika ada bakal ulat, Anda sebaiknya menyemprotkan insektisida secukupnya. Tapi jika Anda ingin menanam cabe organik, sebaiknya gunakan pestisida alami.

Proses panen

Untuk proses panen pada setiap tanaman cabe tentunya beragam, hal ini tergantung proses tumbuh kembang tanaman, dan varietas cabe itu sendiri. Namun yang pasti, Anda sebaiknya memanen cabe, ketika cabe tidak sepenuhnya merah, atau masih memiliki semburat warna hijau. Buah seperti ini dapat bertahan selama 2 atau 3 hari. Teknik ini juga yang digunakan untuk petani cabe. Sedangkan waktu panen cabe sebaiknya dilakukan ketika pagi hari, tepat setelah embun pada cabe mengering. Ini yang membuat cabe tetap segar. Hindari memetik cabe ketika siang atau malam hari, karena membuat cabe cepat mengering.

Tentunya tidak sulit untuk menanam cabe di dalam pot. Anda hanya perlu menemukan bibit yang berkualitas, pot yang tepat, membuat media tanam yang baik, dan memeliharanya dengan baik. Hasilnya cabe akan tumbuh secara subur, dan Anda tidak perlu risau ketika membutuhkan cabe untuk memasak. Demikianlah ulasan mengenai menanam cabe dalam pot, semoga berguna untuk Anda semua.

Share :

Baca Juga

Budidaya ayam kampung

Panduan Budidaya

Ternak Ayam Kampung, Usaha Sampingan Dengan Modal Terjangkau

Panduan Budidaya

Panduan Budidaya Hidroponik Strawberry Cepat Berbuah

Featured

Daun Dewa, Si Tanaman Obat Kaya Khasiat
Cara Menanam Cabe Hidroponik Di Rumah

Panduan Budidaya

Cara Menanam Cabe Hidroponik Di Rumah

Panduan Budidaya

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Manfaat Media Tanam Sekam Padi

Berita

Apa Saja Perbedaan Nasib Petani Indonesia Dan Di Negara Maju
pepaya california

Panduan Budidaya

Raup Untung dari Pepaya California, Buah Asli Indonesia

Panduan Budidaya

Ini Tanda Tanaman Anda Sedang Bersedih