Home / Berita / Nasional / Pertanian

Minggu, 21 Februari 2021 - 08:43 WIB

BCA Mengambil Peran dalam Mensejahterahkan Sektor Pertanian

Petani memanen padi di desa Limpok, Kecamatan Krueng Baruna Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (2/2/2021). Petani menyatakan pada musim panen awal tahun ini harga Gabah Kering Panen (GKP) membaik kisaran Rp4.750 per kilogram dibanding sebelumnya Rp 4.550 per kilogram atau masih di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 4.250 per kilogram. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.

Petani memanen padi di desa Limpok, Kecamatan Krueng Baruna Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (2/2/2021). Petani menyatakan pada musim panen awal tahun ini harga Gabah Kering Panen (GKP) membaik kisaran Rp4.750 per kilogram dibanding sebelumnya Rp 4.550 per kilogram atau masih di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 4.250 per kilogram. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.

Mediatani – Melihat kesuksesan yang ditorehkan oleh sektor pertanian di masa pandemi covid-19, ini membuat beberapa pihak berlomba-lomba untuk ikut serta bersinergi dengan sektor pertanian ini. Kali ini, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencoba mengambil peran dalam mensejahterahkan sektor pertanian.

PT BCA ini membuat program terbaru yaitu dalam pembiayaan di sektor pertanian. Langkah ini dilakukan oleh pihak BCA yang bersinergi dengan lembaga penyelenggara pemberi pinjaman yang berbasis elektronik atau fintech peer-to-peer (P2P) lending PT iGrow Resources Indonesia (iGrow).

Merespon hal tersebut, Freddy Iman selaku EVP Commercial and SME Business BCA, menyampaikan bahwa pada  sektor pertanian ini menjadi salah satu penopang terhadap stabilitas pangan di Indonesia. Oleh sebab itu, pihak BCA mencermati bahwa perlu adanya dukungan terhadap para petani  yang ada di Indonesia saat berada di tengah pandemi Covid-19. Dalam upaya meningkatkan produksi, nantinya melalui aplikasi via ponsel para petani bisa mengajukan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Freddy juga memberikan penjelasan terkait dengan skema chanelling pada kerja sama kali ini termasuk pemberian fasilitas kredit berupa KUR Kecil dan Mikro. Pembiayaan nantinya akan difokuskan kepada debitur yang bekerja di sektor agribisnis yang mencakup seluruh industri pada sektor pertanian. Termasuk di antaranya perkebunan, hortikultura, perikanan, peternakan, kehutanan, dan tanaman pangan.

Baca Juga :   PT Pupuk Kujang Pastikan Stok Pupuk di Sebagian Wilayah Jawa Aman

Seluruh sektor pertanian yang disebutkan sebelumnya dilakukan dengan maksimal dari penyaluran (plafon) sampai dengan Rp 200 juta per pinjaman. BCA dan juga iGrow akan terus memberikan keringanan-keringanan untuk para debitur. Diantaranya dengan tidak adanya agunan dan tidak dikenakan biaya apapun dalam pengajuan kredit.

Merespon hal tersebut, Jim Oklahome selaku Chief Business Development Officer iGrow memberikan apresiasinya dan menyambut baik hasil kolaborasi ini. Dukungan yang diberikan oleh pihak BCA dengan senilai Rp 25 miliar melalui skema chanelling diharapkan bisa bermanfaat terhadap pelaku di sektor pertanian yang merupakan debitur dari BCA.

“Semoga hasil sinergi dari BCA terhadap sektor pertanian ini bisa berlanjut dan juga bisa memfasilitasi lebih banyak lagi para petani yang membutuhkan berupa bantuan permodalan,” kata Jim.

iGrow sejak berdirinya pada tahun 2014, iGrow telah memberikan dana terhadap pembiayaan lebih dari Rp 286 miliar kepada bisnis pertanian di Indonesia. Dengan melihat hal tersebut, iGrow dijadikan sebagai Bisnis P2P di bidang pertanian pertama dan terbesar yang ada di Indonesia. Terdapat lima komoditas yang andalan dengan dibiayai antara lain perikanan air tawar, pembenihan dan  budidaya jagung, buah-buahan, ayam petelur, serta jahe merah.

Baca Juga :   Ekspor Bawang Putih Jadi Kado Istimewa Kementan Jelang HUT Kemerdekaan ke-75

Sementara itu, per bulan Desember tahun 2020, Pihak BCA sudah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat menuju sektor perkebunan dan pertanian telah mencapai Rp 65,4 miliar. Lewat kerja sama tersebut, tentu saja penyaluran kredit pasti akan bertambah dan akan mendukung pergerakan ekonomi.

“Kami optimis kerja sama dengan iGrow dapat memberikan dampak yang positif dalam pengembangan sektor pertanian yang ada di Indonesia. Kerja sama ini juga dapat menjadi peluang menarik bagi pelaku sektor pertanian yang menjadi debitur BCA untuk dapat mengembangkan bisnis mereka melalui pinjaman modal yang tidak menyulitkan,” tutup Freddy.

Merespon hal tersebut, Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Pertanian (Mentan) menyampaikan bahwa terobosan tersebut tidak hanya dengan penyaluran bantuan fisik tetapi juga bisa diimplementasikan secara input produksi, dan pendampingan. Fasilitas dana Kredit Usaha Rakyat juga membantu dalam permodalan dan juga kemajuan di sektor pertanian.

 

Share :

Baca Juga:

Nasional

IPB Dukung Program Diversifikasi Pangan dan Pangan Lestari Kementan

Berita

Kampanyekan Diversifikasi Pangan, Mentan Ajak Masyarakat Konsumsi Non Beras

Berita

Peternak Kotawaringin Timur Butuh Dukungan dan Pembinaan dari Pemda

Berita

Studi: Longfin Damselfish, Ikan yang Mampu Pelihara Udang dan Alga

Berita

Budidaya Ikan Gurame Juga Digeluti oleh Ibu Rumah Tangga di Magetan

Berita

Ratusan Anjungan Migas Mangkrak Akan dimanfaatkan untuk Budidaya Ikan

Berita

Bupati Hamim Pou: Pasar Hewan Bonebol Adalah Pasar Hewan Gorontalo

Berita

Produk Pakan Masih Berkontribusi Aktif pada Pertumbuhan Emiten Charoen Pokphand Indonesia