Home / Agribisnis / Nasional / Panduan Budidaya / Pertanian

Jumat, 19 Februari 2021 - 19:48 WIB

Benarkah Berkebun Membuat Hati Bahagia? Ini Penjelasannya

Sumber foto: infobintaro.com

Sumber foto: infobintaro.com

Mediatani – Dalam artikel yang ditulis oleh Carly Wood berjudul “Why Gardening is Good for Your Mind as Well as Your Body“, mengungkapkan sejumlah manfaat berkebun terutama bagi kesehatan mental kita. Carly Wood yang juga terdaftar sebagai pengajar di jurusan Nutrisi dan Ilmu Olahraga, University of Westminster ini mengungkapkan bahwa berkebun adalah kesempatan bagi manusia untuk berinteraksi dengan alam, terutama bagi mereka yang tinggal di lingkungan perkotaan.

“Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berkebun dapat memberikan kontribusi yang sangat baik terhadap kesehatan dan kebahagiaan kita, bukan hanya sebagai sarana untuk menggerakan tubuh saja, tapi juga untuk meningkatkan kondisi mental,” tulis Wood. Sebuah studi yang berjudul “Allotment Gardening and Health: A Comparative Survey Among Allotment Gardeners and Their Neighbors Without an Allotment” (PDF), yang dilakukan oleh Agnes E van den Berg, dkk menarik kesimpulan tentang fakta yang membuktikan bahwa berkebun memiliki efek positif terhadap kebahagiaan, rasa kesepian dan kepuasan hidup.

Berdasarkan penelitian tersebut, Berg beserta kawan-kawan melakukan survei kepada 121 orang yang berkebun, dan juga 63 responden yang tidak memiliki kebun. Hasil survei itu menunjukkan tentang mereka menggunakan empat variabel dalam mengukur tingkat kebahagiaan, diantaranya stres, kesepian, kepuasan hidup, dan juga kontak sosial terhadap lingkungan. Faktanya, sebanyak 84 persen merasa lebih sehat setelah mengunjungi kebun, 91 persen merasa lebih bahagia, dan 86 persen merasa berkurang stresnya,” tulis Berg, dkk dalam penelitian itu.

Baca Juga :   Yuk Cari Tahu Cara Merawat Tanaman Cabe Dengan Benar

Selain Berg, dkk, Masashi Soga dan juga kedua orang koleganya pernah meneliti tentang “Gardening is Beneficial for Health: a Meta-Analysis” (PDF) terhadap 22 studi kasus yang membandingkan antara orang yang berkebun dan tidak berkebun. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang aktif berkebun akan berpengaruh positif terhadap kesehatan.

“Hubungan positif berkebun dapat diamati untuk berbagai hasil kesehatan, seperti berkurangnya depresi dan gangguan kecemasan, stres, gangguan suasana hati, peningkatan massa tubuh, serta meningkatnya kualitas hidup,” tulis Soga dkk. Sedangkan Sarah Rayner yang juga seorang penulis mengatakan bahwa berkebun itu baik bagi kesehatan mental sebab berkebun membuat kita akan memiliki rasa tanggung jawab.

Penulis Making Friends with Anxiety (2018) ini membuat tulisan tentang berkebun yang membuat kita lebih fokus kepada kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan seperti itu mampu berkontribusi dalam mengurangi depresi. Berkebun juga dinilai mampu memberikan rasa damai, sebab waktu seolah berhenti dan kita tak lagi dikejarnya. “Merawat tanaman merupakan cara yang cukup baik sebagai pembelajaran dalam menghormati dan menjaga makhluk hidup lainnya,” kata Rayner dilansir dari Psychology Today.

Tidak hanya itu, Rayner juga menulis terkait bagaimana cara memaksa tubuh kita agar sering bergerak karena berkebun. Sehingga bisa meningkatkan hormon serotonin dan dopamine (hormon yang membuat kita merasa lebih baik), serta mengurangi hormon kortisol (hormon yang menyebabkan stres). Dengan begitu, berkebun tidak harus membutuhkan lahan yang luas.

Baca Juga :   Raup Untung dari Pepaya California, Buah Asli Indonesia

Sementara itu, Kementerian Pertanian juga mengungkapkan adanya cara guna melakukan budidaya tanaman sayuran di lahan yang tidak luas, yaitu dengan menerapkan sistem vertikultur. Sistem vertikultur ini adalah sistem pertanian vertikal, didesain terkhusus untuk masyarakat di perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Sistem vertikultur ini juga memungkinkan kita agar menanam dua puluh batang tanaman, di lahan yang luasnya hanya satu meter persegi.

Pada umumnya, model sistem vertikultur ini berbentuk persegi panjang, berundak, segitiga, atau menggunakan beberapa rak. Sistem pertanian ini juga cukup mudah, karena kita bisa memanfaatkan benda bekas di sekitar kita seperti bambu atau pipa pralon, kaleng bekas, ataupun karung beras. Tanaman yang cukup mudah dibudidayakan dengan sistem vertikultur diantaranya selada, kangkung, bayam, pakcoy, caisim, katuk, kemangi, tomat, atau sayuran daun lainnya.

Jadi, sudah tertarik dengan berkebun?

Share :

Baca Juga:

Nasional

Kementan Akhirnya Tunjukkan Hasil Riset Eucalyptus

Nasional

PSP3 IPB Berbagi Pangan Gratis di Lingkungan Kampus IPB Dramaga

Nasional

Harga Bawang Naik Tidak Dinikmati Petani Bawang di Kuningan

Nasional

Tahun Ini Produksi Padi Kebumen Surplus

Nasional

Nasib Malang Pak Hartoyo, Tertipu Orderan 150 Tandan Pisang

Berita

Farmspreneurship Mendorong Generasi Muda “Turun Tanah”
Cara Menanam Jahe Merah Sendiri Di Rumah

Panduan Budidaya

Cara Menanam Jahe Merah Sendiri Di Rumah

Nasional

Tambang Pasir Beroperasi Di Tengah Sawah Produktif, Petani: Tidak Ada Sosialisasi