Benarkah Musik Berpengaruh Terhadap Tanaman? Yuk Simak Penjelasannya

  • Bagikan
Sumber foto: kumparan.com

Mediatani – Musik merupakan suatu seni yang mengekspresikan pemikiran dan perasaan seorang manusia melalui keindahan suara. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa musik merupakan suatu hasil dari proses cipta (pikiran) dan rasa (perasaan) yang ada pada diri seorang manusia terhadap suatu fenomena dari kehidupannya.

Musik sendiri memiliki banyak manfaat dan kegunaan seperti dapat memberikan ketenangan dan di satu sisi sebagai salah satu model metode terapi. Gelombang suara dari level frekuensi tertentu yang dihasilkan dari suara musik dapat mempengaruhi lingkungan sekitar suara tersebut berada.

Selain memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia, ternyata memperdengarkan suara musik pada tanaman juga dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Apakah itu hanya sekedar mitos atau memang adalah sebuah fakta? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan di bawah ini.

Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa musik ternyata tidak hanya memiliki pengaruh terhadap manusia, namun juga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Salah satu penelitian tersebut dilakukan oleh Don Carlson pada tahun 1980, yang meneliti pengaruh musik terhadap pertumbuhan tanaman.

Baca Juga :   Harga Pangan di Kabupaten Bogor Relatif Stabil Meski Permintaan Meningkat

Hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa frekuensi suara tertentu pada musik dapat membantu tanaman untuk bernapas dengan lebih baik sehingga mampu meningkatkan penyerapan nutrisi menjadi lebih banyak.

Penelitian yang dilakukan oleh Don Carlson tersebut dikenal dengan sebutan Sonic Bloom (Suwardi, 2010). Sonic Bloom merupakan suatu teknologi baru yang menggunakan efek gelombang suara dengan tingkat frekuensi sekitar 3500 – 5000 Hz untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Umumnya, frekuensi tersebut berasal dari musik klasik dan keroncong.

Menurut Widyawati dkk (2011) dalam Aprilia (2017), teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang mampu untuk merangsang stomata agar tetap dalam posisi terbuka sehingga bisa membantu peningkatan laju dan efisiensi dari proses penyerapan unsur hara dan mineral yang terdapat pada media tumbuh tanaman.

Di sisi lain, Doorne dalam sebuah artikelnya yang berjudul “The Effects of Sound on Living Organisms” mengungkapkan bahwa salah satu pengaruh suara (khususnya suara musik) terhadap tanaman yaitu membukanya stomata. Fenomena ini dapat dianalogikan seperti ketika membuka dan menutupnya jendela akibat sebuah tarikan dan dorongan.

Baca Juga :   Mulai Naik Daun, Ini Jenis-jenis Ikan Louhan yang Populer di Indonesia

Sementara itu, Purwadaria (2002) dalam Aprilia (2017) mengatakan, sebuah frekuensi gelombang tertentu mampu menggetarkan stomata dan juga merangsang pembukaan stomata sehingga proses transpirasi pada tanaman dapat berjalan dengan lancar.

Fenomena transpirasi bisa dianalogikan dengan fenomena air yang tersedot ke atas akibat adanya suatu gaya hisap melalui sedotan. Jaringan tanaman yang berperan sebagai sedotan menjadi jalur perpindahan air dan mineral dari dalam tanah ke dalam jaringan tumbuhan.

Dengan demikian, para petani bisa memanfaatkan pengetahuan dan teknologi dari Sonic Bloom ini sebagai suatu alternatif cara untuk merangsang peningkatan pertumbuhan dan produktivitas suatu tanaman yang mereka budidaya.

Selain itu, memperdengarkan tanaman dengan musik dapat membantu meremajakan kembali jaringan tanaman agar aktivitasnya dapat kembali menjadi optimal. Maka dari itu, cobalah untuk memperdengarkan tanaman dengan musik klasik atau keroncong secara rutin setiap hari.

***

Demikian uraian tentang manfaat musik terhadap pertumbuhan tanaman. Semoga dapat bermanfaat bagi segenap pembaca.

  • Bagikan