Home / Inovasi

Senin, 12 Februari 2018 - 12:03 WIB

Bunga Rafflesia: Fakta di Baliknya dan Tempat-Tempat yang Bisa Anda Datangi Untuk Melihat Kehindahannya

bunga raflesia

bunga raflesia

Rafflesia, bunga eksotis yang tumbuh di hutan tropis Indonesia ini memiliki banyak keunikan. Jika Anda tertarik dengan fakta-fakta di balik keindahannya, yuk, simak pembahasan selengkapnya mengenai fakta di balik Bunga Rafflesia dan tempat-tempat yang bisa Anda kunjungi untuk melihat keindahannya berikut ini!

Beberapa Fakta di Balik Bunga Rafflesia

  1. Pertama Kali Ditemukan di Hutan Tropis Bengkulu

Rafflesia merupakan satu dari 3 Bunga Nasional Indonesia, mendampingi Bunga Melati Putih (Jasminium sambac) dan Bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis). Bunga ini pertama kali ditemukan di hutan tropis Bengkulu pada tahun 1818, tepatnya di dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu Selatan. Karena ditemukan di Bengkulu, maka tak heran jika Bengkulu dikenal dengan sebutan The Land of Rafflesia.

Spesies Bunga Rafflesia yang pertama ditemukan adalah Rafflesia Arnoldii. Nama Rafflesia Arnoldii sendiri diambil dari penemu bunga ini, yaitu seorang pengusaha bernama Sir Thomas Stamford Bingley Raffles dan Dr Joseph Arnold yang saat itu sedang melakukan perjalanan menjelajahi Pulau Sumatra.

  1. Hidup Sebagai Parasit

Berbeda dengan bunga pada umumnya, bunga yang memiliki warna merah tua dengan bitnik-bintik berwarna putih ini tidak memiliki bagian-bagian vital tumbuhan seperti daun ataupun batang. Untuk bertahan hidup, Bunga Rafflesia hidup sebagai parasit pada tanaman yang menjadi inangnya.

 

  1. Bunga Terbesar di Dunia

Rafflesia adalah bunga terbesar yang ada di dunia. Bunga ini memiliki lima mahkota bunga dengan ukuran yang sangat lebar dan bertekstur kasar. Karena tidak memiliki daun dan batang, bunga merupakan satu-satunya bagian yang terlihat dari Rafflesia. Saat mekar, diameter Bunga Rafflesia bisa mencapai 70 hingga 110 cm, tinggi hingga 50 cm, serta berat hingga 11 kg.

  1. Memiliki Bau yang Busuk
Baca Juga :   Minimalkan Dampak Perubahan Iklim, Kementan Galakkan Rekayasa Ketersediaan Air

Bunga Rafflesia memiliki bau busuk yang sangat menyengat. Meski begitu, bau busuk ini membantu Rafflesia untuk berkembang biak karena dapat mengundang serangga untuk hinggap dan membantu proses penyerbukan.

  1. Memiliki Umur yang Pendek

Rafflesia memiliki umur yang sangat pendek. Bunga ini hanya dapat mekar selama sekitar lima sampai tujuh hari saja. Setelah itu, bunga akan layu dan kemudian mati

  1. Langka dan Terancam Punah

Saat ini, Bunga Rafflesia merupakan salah satu spesies tanaman yang terancam punah. Bahkan, spesies Rafflesia magnifica telah diklasifikasikan sebagai “sangat terancam punah” oleh International Union for Conservative Nature (IUCN).

Kecilnya distribusi spesies dan rusaknya habitat asli Rafflesia merupakan dua faktor utama yang mendorong kepunahannya. Meskipun para pemerhati lingkungan telah berusaha untuk menumbuhkan bunga ini di lingkungan yang terlindungi dan terkendali, upaya itu masih jauh dari kata sukses.

Ancaman lain yang membuat bunga ini semakin dekat dengan kepunahan adalah aktivitas masyarakat yang merusak dan mengambil putik Bunga Rafflesia untuk diolah sebagai obat tradisional yang belum terbuksi secara pasti khasiatnya.

Tempat-Tempat yang Bisa Anda Datangi untuk Melihat Keindahan Bunga Rafflesia

Kini, Bunga Rafflesia sudah 25 tahun menjadi ikon Bunga Nasional Indoneisa. Bahkan, pada tanggal 9 Januari lalu, Google sempat merilis Google Doodle yang menampakkan animasi bunga ini pada halaman utama mesin pencariannya. Nah, bagi Anda yang penasaran dengan bunga raksasa ini, berikut adalah beberapa tempat yang bisa Anda datangi untuk melihat keindahannya secara langsung.

  1. Kebun Raya Bogor
Baca Juga :   Cara Membuat Minyak Cabai Bikin Hepi

Kebun Raya Bogor memiliki beberapa spesies bunga Rafflesia yang bisa Anda lihat secara langsung. Di antaranya ada Rafflesia patma yang merupakan endemik Jawa Barat, Rafflesia rochissenii yang banyak ditemukan di hutan-hutan Jawa dan Sumatera, serta Rafflesia arnoldii yang berasal dari Bengkulu. Bunga-bunga rafflesia yang ada di Kebun Raya Bogor ini terakhir mekar pada 2 Juni 2010. Sebelumnya, bunga-bunga tersebut juga pernah mekar pada tahun 1929, yakni pada saat masa kependudukan Belanda di Indonesia.

  1. Bengkulu

Hutan tropis Bengkulu merupakan salah satu habitat asli dari Bunga Rafflessia, terutama jenis Rafflesia Arnoldii. Beberapa tempat di Bengkulu yang bisa Anda datangi jika ingin melihat Bunga Rafflesia di antaranya di Hutan Lindung Taba Penanjung yang terletak di Kabupaten Kepahiyang serta kawasan Hutan Lindung Boven Lais yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara.

  1. Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas yang terletak di Cianjur, Jawa Barat juga memiliki koleksi spesies Bunga Rafflesia, termasuk di antaranya jenis Rafflesia rochussenii. Terakhir, bunga tersebut mekar pada 1 Juli 2011.

Nah, itulah beberapa fakta di balik Bunga Rafflesia dan beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi untuk melihat keindahannya secara langsung. Semoga bermanfaat!

Share :

Baca Juga

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Kegiatan Uji Coba Bahan bakar B100 di Kementerian Pertanian. Senin 15/4/2019

Berita

Terobosan Kementan, B100 Lebih Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Inovasi

Inovasi Kelautan dan Perikanan: Mie Kristal Rumput Laut sebagai Pangan Alternatif
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi saat berkunjung ke sentra produksi tanaman suji Sukabumi (dok. Kementan)

Agribisnis

Budidaya Tanaman Hias Bambu Suji dan Lidah Mertua Dipacu Untuk Eksport

Inovasi

Hebat! Mahasiswi Ini Bawa Petani Indonesia Lampaui Jepang
kucing sehat

Inovasi

Musim Bencana Alam, Ini Tips Menjaga Keamanan Hewan Peliharaan Sebelum, Saat dan Setelah Bencana

Inovasi

Peternak Australia Gembalakan Sapi dengan Drone
tanaman obat herbal diabetes

Inovasi

9 Tanaman Obat Herbal Diabetes

Inovasi

Cara Baru Menanam Bawang Putih di Rumah