Bupati Banyuwangi Apresiasi Ribuan Anak Muda yang Daftar Program Jagoan Tani

  • Bagikan
Sumber foto: news.detik.com

Mediatani – Antusiasme anak muda khususnya di Kabupaten Banyuwangi dalam berkecimpung di sektor pertanian berikut dengan subsektornya ternyata masih terbilang cukup tinggi. Pasalnya, terlihat dari banyaknya anak muda yang telah mendaftarkan dirinya dalam “Jagoan Tani” Banyuwangi, yaitu sebuah ajang untuk menciptakan generasi baru dalam usaha pertanian.

Dilansir dari kabarbisnis.com, belum sampai satu bulan setelah pendaftaran pertama kali dibuka, sudah ada ratusan tim yang telah mendaftar. Hingga pada hari terakhir pendaftaran yaitu tanggal 30 Juni 2021 diketahui total yang telah mendaftar adalah 443 tim dengan rincian 1.528 anak muda yang terlibat.

Merespon hal tersebut, Ipuk Fiestiandani selaku Bupati Banyuwangi menyampaikan apresiasinya atas antusiasme anak muda Banyuwangi yang tertarik dalam bisnis sektor pertanian.

“Ini kabar gembira untuk terus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian,” kata Bupati Banyuwangi.

Dari 443 proposal yang masuk, sebanyak 175 membahas tentang rintisan usaha pertanian dan tercatat ada 268 ide usaha pertanian dengan segala subsektornya. Mulai dari bahasan tentang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan bahkan perikanan.

“Semangat mengembangkan agribisnis dari anak-anak muda Banyuwangi sangat luar biasa, semoga ajang ini bisa terus mendorong lahirnya generasi baru pelaku usaha agribisnis yang bisa memberi nilai tambah ke ekonomi lokal,” ujar Ipuk.

Baca Juga :   Program SMS Pisan Banyuwangi Maksimalkan Indukan Sapi Beranak Setahun Sekali

Bupati Ipuk juga menyampaikan bahwa program ”Jagoan Tani” ini bertujuan untuk mengajak para generasi muda khususnya di Banyuwangi untuk menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya. Ajang ini berhadiah ratusan juta untuk kandidat yang terpilih. Tidak hanya uang tunai, mereka juga akan memperoleh penyediaan lahan untuk usaha disediakan.

Ipuk memaparkan bahwa Jagoan Tani sebagai upaya untuk regenerasi petani. Seperti data yang kita ketahui bahwa hasil Sensus Pertanian nasional menyebutkan hanya ada dua belas persen petani yang berusia di bawah 35 tahun. Sementara sisanya berusia diatas 45 tahun.

”Jagoan Tani hadir untuk menghadirkan paras sektor pertanian yang lebih menarik, ada sentuhan inovasi dan digitalisasinya, sehingga kita berharap anak-anak muda mau melirik pertanian termasuk di dalamnya perkebunan, perikanan, peternakan,” bebernya.

Ipuk menambahkan bahwa konsep Jagoan Tani semakin terintegrasi sebab juga ada fase presentasi ke perbankan. Menurutnya, tidak hanya berasal dari perbankan saja, tetapi juga ada pengusaha, investor, yang bisa melihat cara anak muda ini mempresentasikan ide gilanya terkait dunia pertanian, sehingga nantinya bisa dibiayai.

Lebih lanjut, Ipuk menyampaikan bahwa bersamaan dengan program Jagoan Tani ini jalan, dinas terkait juga akan ikut mendampingi, seperti untuk proses urus perizinan, sehingga hal ini benar menjadi real business, tidak hanya sebata ide bisnis yang tidak dieksekusi.

Baca Juga :   Sisa Beras Impor Vietnam Tahun 2018 Masih Ada di Banyuwangi, Buwas: Jangan Buru-buru Impor

Sementara itu, Arief Setiawan selaku Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi menjelaskan bahwa Jagoan Tani adalah hasil transformasi dari kompetisi bisnis pertanian anak muda yang memang rutin digelar oleh Kabupaten Banyuwangi sejak tahun 2018.

”Sekarang kita transformasikan menjadi lebih terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis pertanian dikompetisikan, tapi juga ada mentoringnya, dikoneksikan dengan perbankan, dan disediakan lahan untuk usaha,” jelas Arief.

Sejumlah mentor akan dihadirkan untuk mempengaruhi anak muda Banyuwangi tentang konsep bisnis pertanian modern. Mulai dari dosen hingga ada juga praktisi. Panji Winanteya selaku Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia dan Ipang Wahid seorang pelaku ekonomi kreatif nasional di bidang agribisnis yang siap menjadi mentor anak-anak muda untuk masuk ke bisnis pertanian.

Selain itu, diketahui sejumlah akademisi yang juga siap menjadi mentor, seperti Ervina Wahyu selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan Luh Putu Suciati dari Pusat Inkubator Bisnis Teknologi LP2M Universitas Jember, serta Cucuk Rustandi selaku pakar pemasaran digital.

  • Bagikan