Cara Budidaya Tanaman Pucuk Merah, Si Cantik yang Punya Banyak Manfaat

  • Bagikan
Tanaman pucuk merah

Mediatani – Tanaman pucuk merah menjadi salah satu tanaman hias primadona bagi para pecinta tanaman hias. Hal ini tak terlepas dari penampilan pucuk merah yang sangat eksotis dengan daun-daun berwarna merah hanya di bagian ujungnya saja. Sebuah keunikan tersendiri sebagai tanaman hias.

Baca Juga :   Dengan Limbah Kelapa, Petani Milenial Sulsel Peroleh Omzet Rp 20 Juta Per Pekan

Tanaman hias tidak hanya bisa membuat rumah menjadi cantik, tapi juga dapat menyaring udara. Pasalnya, tanaman pucuk merah terbukti mampu menyerap karbondioksida yang besar.

Selain itu, daun pucuk merah dapat berkhasiat untuk kesehatan jika diminum sebagai teh herbal. Daun tanaman ini memiliki kandungan antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas.

Cara budidaya tanaman pucuk merah dengan Stek

Pucuk merah sendiri banyak dibudidayakan atau tumbuh liar di wilayah pegunungan. Untuk budidaya, tanaman ini sebenarnya bisa tumbuh dari biji, tapi rasio keberhasilannya rendah. Oleh sebab itu, banyak orang memilih menggunakan metode stek untuk menumbuhkan pucuk merah.

1. Persiapan Stek

Langkah pertama untuk menanam pucuk merah menggunakan teknik stek adalah mempersiapkan bibitnya. Pertama tentukan indukan pucuk merah yang sehat dan tidak terjangkit hama, lalu potong batang tanaman dengan panjang 20-25 cm.

Buang bagian daun yang ada pada batang tersebut dan sisakan beberapa saja di bagian ujung. Daun ini nantinya akan menjadi indikator, jika layu dalam waktu dekat, maka proses stek gagal.

Setelah itu runcingkan bagian bawah stek dan rendam di larutan fungisida dosis rendah selama 10 menit. Jika sudah, keringkan dengan cara diangin-anginkan dengan diberi alas koran bersih.

2. Siapkan Media Tanam

Media tanam yang paling ideal untuk stek pucuk merah yaitu dengan menggunakan tanah gembur yang dicampuri pupuk kandang kering dengan rasio 1 : 1. Ambil bagian halusnya saja dengan cara mengayak menggunakan saringan kecil.

Setelah itu taruh campuran tersebut ke dalam polybag berukuran 10-15 cm yang sudah dilubangi bagian bawahnya. Diamkan selama satu minggu. Jadi, sebaiknya persiapkan media tanam ini satu minggu sebelum proses penyetekan.

3. Penanaman Stek

Setelah semua siap, maka proses bisa dilanjutkan ke tahap penanaman. Pada tahap ini, pertama oleskan ujung stek dengan menggunakan hormon auksin. Setelah itu tanam pada lubang sedalam 0,5-1 cm pada media tanam.

Sirami dengan air secukupnya. Untuk awal penanaman, letakkan stek pada tempat yang teduh. Baru setelah 2 minggu, Sobat Mediatani bisa mulai memindahkannya ke tempat yang lebih terbuka.

4. Replanting

Setelah tumbuhan berusia 1,5 – 2 bulan, maka tanaman tersebut sudah siap untuk direplanting atau ditanam kembali ke media tanah. Pada tahap ini, buat lubang berukuran 30 x 30 x 30 cm dan campuri tanah dengan pupuk kompos kering.

Setelah itu lanjutkan dengan memindahkan pucuk merah ke tanah dan tutup kembali lubang hingga memadat.

5. Pemeliharaan

Selanjutnya, hal yang harus dilakukan adalah pemeliharaan. Pemeliharaan pucuk merah tak berbeda jauh dari tanaman kebanyakan. Sobat Mediatani harus selalu memperhatikan penyiraman, pemupukan, dan rajin melakukan pemangkasan untuk terus menstimulasi pertumbuhan daun pada tanaman.

**

Teknik stek dalam budidaya tanaman pucuk merah harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada saat awal pemilihan indukan. Indukan yang sehat adalah kunci keberhasilan stek agar tumbuh menjadi tanaman baru dengan kualitas baik.

  • Bagikan