Home / Berita / Perikanan

Selasa, 19 Januari 2021 - 11:48 WIB

Damiri Koi Farm Cianjur Miliki Kembaran Ikan Koi Seharga Rp 27 Miliar

Ikan Koi Kohaku (Damiri Koi Farm).

Ikan Koi Kohaku (Damiri Koi Farm).

Mediatani – Beberapa waktu lalu, publik dunia terutama kolektor ikan koi dihebohkan dengan hasil lelang Koi (Koi Auction) yang memecahkan rekor penjualan. Pada acara yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh Sakar Farm Jepang itu, Koi jenis kohaku terjual dengan harga Yen 203.000.000 atau Rp 27 miliar.

Ikan koi jenis Kohaku itu memang memiliki kualitas yang istimewa. Selain itu, ukuran tubuhnya sudah melebihi 100 centimeter dengan umur 9 tahun. Dengan kelebihan seperti itu, biasanya pemilik ikan koi akan berpikir berkali-kali untuk menjualnya.

Pasalnya, bagi para kolektor koi, memiliki koi jenis ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Selain itu, kualitas dan ukuran koi adalah bukti hasil jerih payah mereka dalam merawat ikan koi, terlebih lagi Koi ini seringkali tampil sebagai Grand Champion di berbagai event Koi Show di Negeri Sakura.

Kolektor ikan koi dari seluruh penjuru dunia pun mulai berusaha untuk memiliki ikan koi dengan jenis serupa. Salah satunya dari Indonesia, yaitu H Syarifudin (50) yang merupakan kolektor All Japan Koi Show Legend asal Cianjur. Di peternakan koi miliknya yang bernama Damiri Koi Farm, ia mengembangbiakkan keturunan ikan koi jenis kohaku yang nilainya fantastis tersebut.

Kini, peternakan koi terbesar di Indonesia itu berhasil menghasilkan saudara dan keturunan dari ikan koi yang seharga Rp 27 miliar tersebut. Selama ini, keturunan ikan koi juara itu sudah banyak didatangkannya untuk dijadikan indukan oleh penggemar koi di Indonesia.

Baca Juga :   Ini Kelebihan Ikan Arwana yang Bikin Pemeliharanya Susah Berpaling

H Syarifudin mengatakan bahwa mendatangkan dan mengembangbiakkan keturanan juara itu memang sudah menjadi hobinya. Ikan koi tersebut telah dikembangbiakkan di kolam ikan koi miliknya yang terletak di Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

“Baru-baru ini dunia dikejutkan dengan harga ikan koi jenis kohaku yang mencapai angka Rp 27 miliar setelah dilelang, nah saat ini saya telah datangkan saudara kembarnya, ada adik, kakak, serta keturunan dari ikan fantastis tersebut untuk dijadikan indukan di Indonesia,” ujar H Syarifudin dilansir dari TribunJabar, Kamis (14/1/2021).

Para penggemar ikan koi memang sudah mengenal pria yang akrab disapa H Iden ini sebagai kolektor All Japan KoiShow. Selain mengoleksi, H Iden juga sudah lama mengembangbiakkan banyak keturunan juara di peternakan koi miliknya.

Kolam ikan koi yang yang berjumlah lima puluh itu rata-rata memiliki ukuran 50×50 meter. H Syarifuddin juga membuat sebuah farm yang memiliki bak filter dan beberapa kolam buatan dengan kedalaman berbeda-beda.

“Saya sering mendatangkan dan menggunakan indukan keturunan atau adik kakak dengan grand champion all Japan Koi Show selain kohaku ada juga jenis asagi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ada berbagai jenis keturunan grand champion Jepang yang dihasilkan di Cianjur, di antaranya anakan dan kembar S Legend Sakai, anakan Mihara Dainichi, anakan Kinsen Dainichi, anakan Showa Lion Queen Momotaro, anakan Sakura Dainichi, anakan Yamato Sakai, dan Flizela.

Proses pemijahan ikan koi.

Menurutnya, selama ikan yang didatangkan memiliki kualitas yang baik, maka tidak sulit lagi untuk mengembangbiakkannya di Indonesia. Dalam memelihara ikan koi, ia mengaku selalu merujuk pada literatur yang dilakukan oleh orang di Jepang.

Baca Juga :   Kementan Dorong Pengawalan Kejayaan Usaha Perkebunan Nasional

Bagi penggemar koi yang baru untuk memulai, H Iden menyarankan agar mempelajari cara pemeliharaan ikan koi dari satu literatur saja. Karena ia melihat banyak yang belajar dengan menggabungkan banyak literatur dan hasilnya tidak bagus.

“Saran saya ambil saja literatur terbaik dan ikuti saja satu literatur yang telah terbukti kualitasnya,” katanya.

Proses distribusi penjualannya sempat mengalami kendala akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, beberapa angkutan seperti bus, kereta api, dan pesawat sempat menolak melakukan pengantaran.

“Saat ini sudah merangkak lagi, kemarin sempat anjlok sampai lima persen,” katanya.

Menurut H Iden, kualitas bagus atau tidaknya ikan koi sangat mempengaruhi harganya. Pelanggan dari Aceh sampai dengan kawasan timur Indonesia yang selama ini dilayaninya, Damiri Koi Farm membanderol ikannya mulai dari Rp 250 ribu sampai dengan yang di atas Rp 10 juta.

“Kalau yang besar size-nya 25 sentimeter sampai 45 sentimeter, ada size besar lagi di atas 50 sentimeter,” katanya.

Saat ini, Damiri Koi Farm juga telah mendatangkan jenis koi Tamasaba. Ikan jenis ini memiliki bentuk yang mirip dengan Koki. Tamasaba juga saat ini sedang populer di kalangan pecinta koi karena pemeliharaannya bisa digabungkan dengan koi.

Share :

Baca Juga:

Nasional

Polman-Sulbar Kembangkan Produksi Kedelai dengan Kemitraan

Nasional

Beralih Tanam Timun Jadi Solusi Petani Cirebon Hadapi Kemarau

Nasional

Empat Petani Kertasari Didakwa Bertani Tanpa Izin, Petani: Itu Tanah dari Leluhur Saya
Pupuk Indonesia

Nasional

Dorong Pengembangan UMKM dan Bina Lingkungan, Pupuk Indonesia salurkan Rp34,4 miliar

Nasional

Panen Bawang Merah, Petani Sukabumi Kantongi Rp 195 Juta Per Hektar

Nasional

Warga Lhokseumawe Lakukan Aksi Ronda Malam untuk Jaga Tanaman Hias
launching gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai

Berita

Andalkan 3 Agenda Terbaru, Mentan Pastikan Pasokan dan Harga Kedelai Stabil

Berita

Marak Laka Lantas karena Sapi, Anggota DPR: Mengapa Jalan Jadi Lapangan Pengembalaan?