Desa Binaan Sinarmas Olah Limbah Ternak Jadi Briket Media Tanam

  • Bagikan
Kelompok Obor Desa Organik Sukajaya (ODOS) merupakan Desa Binaan Bank Sinarmas sukses mengolah kotoran sapi segar dengan briket media tanam. (Foto: Bank Sinarmas)
Kelompok Obor Desa Organik Sukajaya (ODOS) merupakan Desa Binaan Bank Sinarmas sukses mengolah kotoran sapi segar dengan briket media tanam. (Foto: Bank Sinarmas)

Mediatani – Kelompok Obor Desa Organik Sukajaya (ODOS), desa binaan Bank Sinarmas berhasil membuat produk unggulan dari limbah ternak yang diolah menjadi briket media tanam.

Para petani, peternak sapi, anak muda atau para milenial, dan ibu rumah tangga anggota PKK Desa Sukajaya terlibat langsung dalam usaha pengolahan limbah peternakan sapi tersebut. Kelompok ODOS ini merupakan desa binaan Bank Sinarmas.

Limbah peternakan ini diolah dengan menggunakan teknologi berbasis konsorsium mikroorganisme lokal (MOL) Bio Compound. Proses ini telah mereka lakukan sejak Januari 2020 lalu.

Kesuksesan ODOS dalam mengolah kotoran sapi segar ini mengantarkan mereka meraih juara 1 tingkat Kabupaten Bandung Barat dalam program Bina Wilayah tingkat Kabupaten yang diadakan oleh Pokja II UP2K PKK.

Produk unggulan briket media tanam dari limbah ternak ini juga mengantarkan ODOS masuk dalam ajang kompetisi tingkat provinsi. Sebab, Kelompok ODOS dinilai bisa mengolah kotoran sapi segar dengan waktu yang lebih singkat.

Proses pembuatan briket dicetak selama 5-7 hari saja, tanpa mengelurakan bau, gas metan, aman bagi lingkungan dan bersertifikasi organik.

Direktur Utama Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo mengatakan pencapaian yang dilakukan oleh Kelompok Obor Desa Organik Sukajaya membuktikan bahwa di masa pandemi sekarang ini masyarakat tetap produktif dan mau bekerja.

Baca Juga :   Begini Cara Menanam Parijoto, Buah yang Aesthetic dan Kaya Manfaat

Hingga kini, Bank Sinarmas terus menjaga komitmen untuk terus mendukung program Pemerintah Gema Madani yaitu gerakan masyarakat mandiri yang berdaya saing dan inovatif.

Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan atau sustainable ini juga mendorong masyarakat untuk memiliki keahlian khusus. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan  perekonomi keluarga melalui kegiatan usaha yang dilakukan.

“Berikutnya kami bersama kelompok Obor dan masyarakat desa Sukajaya akan mengembangkan dan memperluas program sinergi kami ke arah pelestarian lingkungan,” ujar Frenky Tirtowijoyo dikutip dari medcom.id Selasa (26/10).

Pada kesempatan tersebut, Bank Sinarmas juga menyalurkan wakaf 100 mushaf Alquran untuk warga Desa Sukajaya.

Alquran tersebut diberikan langsung oleh Retno Tri Wulandari selaku Corporate Secretary Head Bank Sinarmas kepada Ibu Plt Bupati Bandung Barat, Sonya Fatmala & Ketua Pokja II PKK Provinsi Jawa Barat Ibu Lutfi Erlita Widiasih.

Kegiatan olah limbah menjadi briket media tanam terus ini juga mendapat dukungan dari pihak Desa Sukajaya, Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU), DKPP Provinsi Jawa barat, dan instansi pendidikan di Bandung.

Baca Juga :   Metode Sadap Benang, Cara Lain Menyadap Pohon Karet

Plt Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat Sonya Fatmala mengatakan, pihaknya sangat mendukung hadirnya program CSR dari Bank Sinarmas ini. Ia berharap Desa Sukajaya menjadi desa percontohan untuk desa-desa yang lain.

“Bagi masyarakat yang mempunyai peternakan sapi, bisa memanfaatkan kotoran hewan tersebut agar tidak mencemari lingkungan. Salah satunya dengan mengolah menjadi briket media tanam,” jelas Sonya Fatmala.

Program kemitraan berbasis pemberdayaan masyarakat ini diinisiasi oleh PT. Bank Sinarmas Tbk. dan PT. Songsong Buwono Lestari. Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir peternak khususnya di wilayah Desa Sukajaya.

Masyarakat sekitar dihimbau untuk stop buang limbah peternakan ke saluran air. Mereka didorong untuk mengolah limbah ternak menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi namun tetap berdampak positif bagi lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi nyata 17 butir Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam mewujudkan kemandirian pangan sehat berbasis kearifan lokal.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani