Budidaya Bekicot

Mediatani – Bekicot atau siput darat merupakan salah satu jenis hewan yang sering dijumpai di tempat lembap seperti kebun, pepohonan, bahkan di persawahan. Namun, karena tubuhnya yang berlendir membuat banyak orang merasa jijik hewan ini. Tidak jarang pula, banyak yang membuangnya karena dianggap hama tanaman.

Namun ternyata, tak jarang juga yang mencari hewan ini untuk digunakan sebagai bahan makanan atau berbagai keperluan pengobatan. Sekilas memang tampak aneh, tapi nyatanya olahan bekicot menawarkan beragam khasiat baik untuk tubuh saat dikonsumsi.

Konsumsi dari olahan bekicot ternyata sudah terjadi dari sejak jaman dulu kira-kira pada jaman Romawi kuno, daging bekicot seringkali dikonsumsi dan diolah menjadi bentuk konsumsi. Beberapa negara di Eropa, khususnya Perancis, menyukai olahan bekicot yang lebih akrab disebut sebagai escargot.

Memiliki nama latin Achatina Fulica, bekicot awalnya berasal dari negara Afrika Timur. Tidak hanya itu, ternyata tidak sulit juga untuk melakukan budidaya ternak bekicot, karena hewan ini termasuk cepat dalam hal berkembang biak.

Bekicot hadir di Indonesia tentunya tidak sebentar dan tidak langsung tersebar dari Afrika. Melainkan, mulai dari Afrika, lalu menuju ke arah timur yakni India, Kepulauan Mauritius, Malaysia, dan akhirnya sampai ke Indonesia.

Cara Mudah Budidaya Ternak Bekicot

Jika kalian tertarik untuk menekuni bisnis ini, berikut cara termudah budidaya bekicot Ini langkah-langkah mudah budidayanya:

Menentukan Lokasi Budidaya

Kriteria lokasi budidaya bekicot yang baik adalah tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung atau tempat yang teduh, lembab, dan basah. Usahakan lokasi yang anda pilih memiliki tanah yang mengandung zat kapur, karena dibutuhkan bekicot dalam pembentukan cangkang nantinya.

Persiapkan sarana dan Peralatannya

Pembuatan Kandang

Kandang merupakan satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya ternak bekicot. Kandang yang memiliki kelembaban dan keteduhan yang tepat, yakni sekitar 25 hingga 30 derajat Celcius. Jika kandang yang dibuat dengan ketepatan suhu yang pas, maka bekicot pun bisa bekembang biak dengan maksimal.

Dalam budidaya ternak bekicot, kamu juga bisa melakukan 2 cara, yakni mencampurkan semua bekicot dari yang kecil hingga yang besar dalam satu kandang, atau bisa juga dengan cara memisahkan bekicot kecil dan besar, dalam kandang yang berbeda. Untuk pemeliharaan dengan cara dipisah, tentunya kamu harus memiliki kandang yang lebih banyak.

Berbagai macam jenis kandang budidaya bekicot yaitu;

Kandang kotak kayu

Kandang kotak dibuat dari bahan kayu. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu kaso dengan panjang 1 meter dan lebar 1 meter. Pada bagian dinding, kamu bisa gunakan kawat kasa, dan bagian atas bisa dibuat atap, agar bisa menjaga keteduhan, kelembaban di dalam kandang.

Kandang bak semen

Yang membedakan pembuatan kandang dari kayu dengan kandang bak semen ini adalah pembuatannya yang permanen. Alas di dalam kandang juga harus diperhatikan, misalnya pemberian tanah setebal 30 cm dan penambahan cacing tanah agar kandang tetap gembur. Cacing tanah juga bisa sekaligus untuk pakan dan penyerap kotoran bekicot di dalam kandang.

Kandang galian tanah

Untuk membuat kandang ini, kamu hanya perlu menggali tanah dengan kedalaman 1 meter. Kamu bisa membuat kandang galian tanah di bawah pohon. Dan untuk dinding-dinding tanahnya, bisa kamu tambahkan lapisan pasir atau semen. Agar kandang tetap memiliki keteduhan yang optimal, kamu bisa membuat penutup dari bedeng.

Proses Pembibitan

Perlu kalian ketahui, ternyata tidak semua jenis bekicot bisa dibudidayakan. Jenis bekicot yang bisa dibudidayakan adalah jenis Achatina Fulica dan Achatina Variegata. Untuk mengetahui jenis bekicot tersebut dapat dilihat dari cangkang dan tempurungnya. Achatina Fulica memiliki cangkang yang tidak terlalu mencolok, sedangkan Achatina Variegata memiliki warna garis cangkang dan tekstur tebal dan terlihat berbuku.

Baca Juga  Cara Mudah Budidaya Jagung Manis dengan Polybag

Kamu bisa memilih bibit unggul dari jenis bekicot tersebut. Kamu bisa mengumpulkan bibit bekicot yang diambil dari daerah sekitar tempat tinggal kamu. Misalnya di perkebunan, persawahan, semak-semak, dan tempat lembab lainnya. Bekicot yang diambil adalah bekicot yang sehat atau tidak memiliki cacat fisik, dengan berat berkisar 75 hingga 100 gram per bekicotnya.

Proses Reproduksi Bekicot

Pada budidaya ternak bekicot, masa kawin bekicot biasanya terjadi pada usia 6 – 7 bulan. Biasanya pada musim kawin bekicot akan mencari lingkungan yang aman untuk bertelur, dan tidak perlu tempat khusus. Setiap bekicot, bisa menetaskan telur mulai dari 50, hingga bahkan 100 butir telur. Dan ukuran telur bekicot biasanya tidak mencapai 2 mm

Proses Bertelur

Pada proses bertelur, bekicot akan langsung meninggalkan telur-telurnya hingga menetas dengan sendirinya. Selain itu, waktu penetasan juga tergantung pada kelembaban, iklim, dan cahaya. Sehingga telur bisa menetas dengan alami dan bisa lebih cepat. Sebaliknya, jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka penetasan akan berlangsung cukup lama.

Pemeliharaan dan Perawatan

Pemeliharaan bekicot dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dicampur dengan bekicot lain (yang sudah besar), dan dengan cara dipisah (kecil dan besar). Masing-masing cara tentunya memiliki keunggulan tersendiri. Namun, biasanya pelaku bisnis budidaya ternak bekicot, akan melakukan cara dengan dipisah benih dan bekicot besar di tempat yang berbeda.

Makanan

Pemberian pakan anak bekicot berupa ganggang/lumut, pupus daun dan penambahan zat kapur. Anakan bekicot yang telah berumur 2 hingga 3 bulan, siap dipindahkan pada kandang pembesaran. Pencapaian keberhasilan anda dalam budidaya bekicot sangat dipengaruhi oleh cara perawatan serta teknis pemeliharaan.

Agar hasil budidaya bekicot yang kamu lakukan lebih berkualitas, kamu juga perlu melakukan beberapa teknis pemeliharaan seperti berikut ini:

Menjaga kestabilan dan kelembaban lingkungan.

Memberikan pakan yang bermutu dan teratur. Misalnya, beri pakan yang sehat seperti buah-buahan, sayur-sayuran (sawi, mentimun, bayam, daun pepaya). Menjaga kandang tetap aman, agar tidak dimasuki hewan lain. Karena bisa memungkinkan bekicot akan dimakan atau cangkangnya dirusak.

Mencegah Hama dan Penyakit

Untuk masalah hama dan penyakit, sampai pada saat ini para pembudidaya ternak bekicot sepertinya belum menemukan masalah demikian. Namun, hal yang biasa mengancam kehidupan bekicot adalah semut dan bebek.

Panen Bekicot

Dalam hal panen, bekicot biasanya dipanen saat mencapai usia 5-8 bulan. Ciri-cirinya, cangkang bekicot telah memiliki ukuran 8-10 cm. Ada banyak cara panen bekicot sesuai dengan permintaan konsumen. Ada yang langsung membeli dengan cangkangnya, ada pula yang hanya ingin membeli dagingnya saja. Sehingga, kamu harus memisahkan cangkang dan dagingnya.

Bekicot dipanen dengan cara dikumpulkan di dalam peti kayu atau kardus. Hindari penggunaan karung goni sebagai wadahnya. Hal tersebut dimaksudkan aagar tidak melukai kulit bekicot hingga pecah. Setelah proses pengumpulan, lakukan pencucian dengan air bersih dan diamkan selama 1 hingga 2 hari tanpa pemberian pakan agar kotoran dan lendirnya keluar.

Pasca panen

Langkah selanjutnya setelah bekicot didiamkan yaitu penyortiran. Penyortiran yang dilakukan dengan cara membuang bekicot yang kecil dan bekicot yang sudah mati. Kemudian bekicot tersebut diberikan garam dengan komposisi 10-15 persen dari berak keseluruhan bekicot.

Penggaraman itu dilakukan untuk mematikan dan mengeluarkan lendir bekicot. Setelah itu, rebus bekicot dengan air garam selama 10 menit. Lalu tiriskan dan berikan air dingin agar daging bekicot mudah dicungkil dari cangkangnya.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here