Pupuk Indonesia
Ilustrasi: Papan spanduk Pupuk Indonesia

Mediatani – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya mendorong UMKM berkembang dan meningkatkan kompetensi usahanya. Bersama anggota holdingnya, PT Pupuk Indonesia mencatat realisasi penyaluran dana pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) mencapai Rp 34,47 miliar selama pandemi ini.

Dana tersebut masing-masing Rp22,05 miliar untuk Program Kemitraan UMKM Binaan dan Rp.12,4 miliar untuk Bina Lingkungan.

Dana PKBL ini disalurkan oleh enam anggota holding Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Rekayasa Industri.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana, mengatakan porsi dana Kemitraan terbesar disalurkan ke UMKM binaan yang bergerak di sektor perdagangan dan pertanian.

Jumlah realisasi dana yang disalurkan pada sektor perdagangan yaitu sebesar 6,65 miliar atau setara 30% dari total penyaluran, dan sektor pertanian mencapai Rp6,48 miliar atau setara 29%.

Selain itu, sektor sektor peternakan Rp3,14 miliar (14%), sektor perkebunan Rp2,22 miliar (10%), sektor industri Rp1 miliar (5%), sektor perikanan Rp1,1 miliar (5%), sektor jasa Rp985 juta (4%), serta untuk Pembinaan Kemitraan Rp430 juta (2%).

Baca Juga  Hasrat yang Terpendam! Seorang Polisi Sukses Usaha Pupuk Organik

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong UMKM berkembang dan meningkatkan kompetensi usahanya, sehingga dapat menjadi pelaku UMKM yang tangguh dan mandiri,” ujar Wijaya.

Sampai dengan Juni 2020, tercatat total mitra binaan Pupuk Indonesia Grup mencapai mencapai 61.031 mitra UMKM, dengan penambahan mitra binaan baru di sepanjang semester I 2020 ini sebanyak 245 mitra UMKM.

Adapun, penggunaan dana Bina Lingkungan tersebut disalurkan dalam bentuk berbagai macam bantuan kegiatan sosial. Seperti bantuan bagi korban bencana alam sebesar Rp1,71 miliar, bantuan pendidikan/pelatihan sebesar Rp2,73 miliar, peningkatan kesehatan Rp1,47 miliar, sarana/prasarana umum Rp667 juta, sarana ibadah Rp965 juta, pelestarian alam Rp220 juta, serta program pengentasan kemiskinan sebesar Rp4,64 miliar.

“Melalui komitmen perusahaan dalam menjalankan PKBL, kami berharap dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejateraan masyarakat, membantu menurunkan tingkat pengangguran, hingga mengentaskan angka kemiskinan di Indonesia, khususnya di masa pandemi seperti saat ini,” kata Wijaya.

Diharapkan kedepannya Pupuk Indonesia Grup dapat berperan sebagai agen pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat berbagai macam program dan kegiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here