Home / Nasional

Sabtu, 22 Juli 2017 - 03:25 WIB

Garam Langka, petani nikmati Manisnya Garam

Mediatani.co – Lamongan adalah salah satu daerah  penghasil garam yang dikenal. Belakang ini   sedang diramaikan pemberitaan kelangkaan garam. Hal tersebut berdampak pada harga pasar dinikmati bagi petani garam di Lamongan. Kini, petani garam di Lamongan bisa merasakan ‘manisnya’ harga garam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu petani yang merasakan ‘manisnya’ harga garam yakni Arifin, warga Sedayulawas, Kecamatan Brondong. Arifin mengaku pada musim panen biasanya harga garam per kg Rp 500, tahun ini harganya tembus Rp 3 ribu. Garam hasil produksi Arifin banyak terserap industri dan kebutuhan pengasinan ikan.

Arifin mengaku, baru kali ini petani garam bisa merasakan manisnya harga garam. Bahkan, agar tak tergantung musim, Arifin kini menerapkan petak rumah garam prisma. Meski harga garam melambung, kata Arifin, namun untuk kebutuhan nelayan atau petani dia menghargai garam produksi linya Rp 2000, jauh dari harga yang kini melambung.

Baca Juga :   Petani Pepaya Sukses Buah Lebih Manis Omzet Menggiurkan

Dia menjelaskan selama bulan Juli ini dari 14 petak tambak garamnya, dia sudah memproduksi 5 ton. Bahkan, kata Arifin, hingga akhir Juli ini dia menargetkan hasil garam dari petak yang dikelola bisa mencapai 20 ton.

“Dengan sistem seperti ini, yakni sistem garam prisma hasil garam bisa maksimal dan tak tergantung musim, juga hasil garam lebih bersih,” ujarnya.

Baca Juga :   Harga Miring, Pengusaha Karet Sinting

Sementara di tingkat pengecer, harga garam hingga kini masih melambung tinggi. Di salah satu pengecer yang ada di Kecamatan Turi, harga garam per sak isi 50 kg Rp 125 ribu. Meski harga Rp 125 ribu, stok garam juga tidak tersedia. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah pengecer atau toko yang mengakui jika garam masih langka.

Selain di Sedayulawas, petani garam lainnya di Kecamatan Brondong tercatat luas lahan 213 hektar, namun saat ini tinggal sekitar 200 hektar.

sumber : detik.com

Share :

Baca Juga

Berita

Pemerintah Dorong Mahasiswa Jadi Petani

Berita

Marak Laka Lantas karena Sapi, Anggota DPR: Mengapa Jalan Jadi Lapangan Pengembalaan?  
Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi di Lokasi Operasi Pasar Provinsi Lampung (9/5/2019)

Berita

Kementan Tekan Harga Bawang Putih Hingga Rp 25 Ribu/Kg Di Lampung

Berita

Pemborosan Anggaran Rp 45 Triliun Jadi Sorotan Rembuk Petani

Nasional

Kembali Tanam Padi Rojolele, Patani Delanggu Bisa Panen Hanya 3,5 Bulan

Nasional

Pengrebekan Beras Subsidi, Viva Anggap Salah Kaprah

Nasional

Waspada La Nina, Petani diimbau Tidak Gegabah

Berita

Mentan Yakin Pemanfaatan UPJA Akan Genjot Produksi Pangan