Harga Jagung Rendah, Wamendag Usul Manfaatkan Sistem Resi Gudang di Berbagai Daerah

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Wamendag Jerry Sambuaga/IST

Mediatani – Kerjasama antar petani dan pengusaha di pedesaan dinilai harus dijewantahkan dalam berbagai program konkret pemerintah yang berorientasi hasil.

Perihal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, ketika menerima kunjungan dari Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI), Senin lalu di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta.

Dalam pertemuan itu, sekira dua jam lamanya, Wamendag Jerry mendiskusikan beberapa hal yang menjadi perhatian utama dari APEDI.

Salah satu di antaranya ialah isu perihal harga jagung di tingkat petani yang cukup rendah saat ini.

Menanggapi hal itu, sebagaimana melansir, Sabtu (3/4/2021) dari laman wartaekonomi.co.id, Jerry pun menawarkan solusi yang selama ini juga selalu didorong oleh Kemendag, yakni pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Jerry menuturkan bahwa, Kemendag serta Kepala Bappebti, tidak akan bosan-bosannya menawarkan kepada para petani untuk memanfaatkan yang namanya SRG, karena itu, disebutnya memiliki banyak manfaat.

Dia menjelaskan, pertama, petani bisa menyimpan komoditinya saat panen raya dan melakukan tunda jual untuk memperoleh harga yang lebih tinggi serta menghindari jeratan tengkulak.

Kedua, resinya dapat digunakan sebagai agunan untuk pembiayaan dari berbagai bank baik di daerah maupun nasional.

Dan ketiga yang penting juga, SRG ini akan membantu ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga.

Baca Juga :   Petani Bawang Merah Sukses Modal Kecil Laba Berlipat Ganda

“Jadi, bahkan bukan hanya jagung, tapi banyak sekali komoditi yang bisa disimpan di 123 gudang SRG yang ada saat ini. Dan kita harapkan juga kalau bisa komoditi olahan yang bernilai tambah yang disimpan di situ,” ungkap Jerry, memberi solusi.

Dorongan untuk memanfaatkan SRG ini kemudian disambut baik oleh Sekjen APEDI, Mochamad Sabdo, yang turut menyampaikan bahwa saat ini APEDI memiliki lahan seluas 2000 hektar di Purwakarta.

Dan rencananya akan digunakan untuk percontohan SRG dan pengolahan berbagai komoditi, seperti kelapa, jagung premium, dan sorgum.

Sebagaimana diusulkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang mendampinginya, Wamendag pula menyampaikan bahwa bentuk kehadiran pemerintah dalam mengatasi harga jagung yang rendah juga dapat dilakukan dengan mempertemukan petani dengan pengusahan pakan ternak, maupun asosiasi retail untuk menyerap produksi.

Isu sama pentingnya yang juga mengemuka dalam pertemuan yaitu soal akses pasar produk pertanian Indonesia ke luar negeri.

Relatif terbatasnya akses petani di desa terhadap informasi ekspor dapat diselesaikan salah satunya melalui koordinasi antara APEDI dengan Kemendag.

Terkait hal ini, Wamendag menekankan bahwa kunci keberhasilan ekspor ialah ketersediaan pasokan yang kontinu dan business matching dengan para pembeli di luar negeri.

Jerry mengakui bahwa mendorong petani untuk ekspor ke luar negeri bukanlah hal mudah dan perlu concerted effort dari seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :   Tidak Suka Susu Sapi? 8 Susu Nabati Ini Bisa Jadi Pengganti, Kaya Nutrisi

Karena itu Kemendag sendiri, setiap tahunnya menggelar event Trade Expo Indonesia. Tahun ini karena pandemi akan diselenggarakan secara virtual tanggal 24-26 Oktober 2021.

Di situlah, jelas dia, kesempatan bagi para petani dan pelaku usaha di desa untuk memamerkan bermacam produk yang dihasilkan dan diolah di daerah, dan kemudian menegosiasikan transaksi dengan buyers yang ada di luar negeri.

“Saya yakin selama produk yang kita tampilkan itu yang terbaik dan kompetitif, buyers pasti akan tertarik membeliā€, kata Jerry.

Tidak hanya business matching, Jerry juga mempersilakan para calon eksportir untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pelatihan yang disediakan Kemendag untuk ekspor, termasuk negosiasi harga dengan pembeli di luar negeri.

Intinya Wamendag ingin tekankan bahwa Kemendag sangat senang kalau petani dan pelaku usaha di pedesaan ingin maju, baik dari segi produksi, pemasaran, penjualan, dan bahkan ekspor.

“Kami dari Kemendag siap mendukung 100% dan ingin yang konkret-konkret saja. Program-program stabilisasi harga seperti yang saya sebutkan di awal tadi soal SRG, pengembangan ekspor lewat business matching,”

“Itu semua bukti bahwa kami hadir dan secara riil berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong peningkatan ekonomi nasional lewat potensi-potensi perdagangan di daerah-daerah pada khususnya,” pungkas Jerry. (*)

  • Bagikan