Harga Sayuran di Lembang Naik, Petani Mengaku Gembira Sekaligus Was-Was

  • Bagikan
Ilustrasi: Salah seorang petani di Lembang yang sedang mengecek kondisi sayuran sebelum dipanen

Mediatani – Petani di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sedang bahagia lantaran harga jual sayur sedangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Baca Juga :   NTP dan NTUP Petani Naik Signifikan Pada Periode Juni 2020

Misalnya harga tomat yang biasanya hanya kisaran Rp 4 ribu perkilogram dari tingkat petani, saat ini dijual seharga Rp 10 ribu per kilogramnya. Kemudian cabai keriting merah yang biasanya hanya dijual Rp 30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 70 ribu perkilogram.

“Alhamdulillah sedang naik. Sekarang cabai rawit merah Rp 80 ribu per kilogram, biasanya Rp 30 ribu. Hampir semua naik 50 persen,” ungkap Dadan (44), salah seorang petani asal Lembang, pada Jumat (8/7/2022).

Dadan menuturkan, bagi petani yang memiliki lahan luas, kondisi naiknya harga sayuran menjadi keuntungan bagi mereka. Pasalnya, pendapatan yang mereka peroleh bisa berkali-kali lipat, berbeda dengan petani yang lahannya terbatas.

Akan tetapi, Dadan mengatakan, meski mereka memperoleh untung yang besar lahan yang luas, namun masih bergantung pada kondisi sayuran yang mereka tanam. Jika sayuran yang mereka tanam banyak yang busuk, tentu akan mempengaruhi panen mereka

“Kalau yang luas lahannya ya untungnya juga besar. Tapi kan itu juga tergantung kondisi sayurannya, kalau banyak yang busuk atau kurang bagus panennya ya mungkin sama seperti biasanya,” ungkap Dadan.

Dadan menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan naiknya harga sayuran dari tingkat petani sampai di tingkat distributor, di antaranya karena adanya cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, ditambah dengan terjadinya inflasi yang turut mendongkrak harga sayuran.

Menurutnya, meski saat ini harga sayuran sedang naik, namun karena faktor hujan yang terus menerus terjadi, sayuran menjadi lebih mudah busuk. Di samping itu juga banyaknya serangan hama yang bisa menyebabkan panen menjadi kurang optimal.

Dadan mengatakan, harga sayuran diperkirakan akan kembali normal setelah Idul Adha. Sebagian petani juga kini telah menanam jenis sayuran lain, sebab masa panennya yang sudah habis.

“Asalkan kondisi cuaca juga ikut normal. Mudah-mudahan harga sayuran stabil, enggak memberatkan konsumen dan enggak juga merugikan petani,” kata Dadan.

Saat ini, harga cabai rawit merah di kalangan petani mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Sementara harga jual di pasaran bisa mencapai Rp 85 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

Meski begitu, harga cabai yang sedang naik ini juga menimbulkan perasaan was-was bagi para petani, seperti halnya di Desa Cikareumbi, Lembang. Di kawasan tersebut rentan terjadi aksi pencurian cabai di pohon terutama saat menjelang masa panen.

Ishak, salah seorang petani di desa tersebut mengaku, meski harga menjadi mahal, dia khawatir jika tanaman cabainya akan dicuri.

“Iya khawatir juga, karena kan kalau mahal gini banyak yang butuh. Ya akhirnya kita harus menjaga tanaman cabai biar enggak dicuri terutama sebelum panen,” kata Isak, petani cabai di desa tersebut.

Ishak biasanya menjaga tanaman cabai di lahan seluas hampir satu hektare itu ditemani beberapa pegawainya. Namun hal tersebut tidak dilakukannya setiap hari, melainkan hanya saat menjelang panen cabai.

Isak mengatakan, harga cabai rawit merah diperkirakan akan kembali stabil dalam beberapa pekan ke depan. Salah satu faktornya yakni kondisi cuaca yang ekstrem dan tak menentu, sehingga mengakibatkan pasokan cabai yang berkurang.

  • Bagikan