Ingin Dalami Ilmu Peternakan sekaligus Jadi Pengusaha Ternak? Ini Rekomendasi Kuliah S1 Peternakan

  • Bagikan
Ilustrasi. Ternak sapi/IST

Mediatani – Industri makanan dinilai menjadi salah satu bisnis yang tak ada matinya, sebab makan adalah salah satu kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Salah satu sektor di industri pangan yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di Indonesia ialah sektor peternakan.

Oleh sebab itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten guna menyumbangkan teknologi untuk menghasilkan produk ternak yang sehat dan berkualitas.

Di samping itu, akibat wabah pandemi covid-19, aktivitas di rumah menjadi begitu banyak. Orang-orang mencari kegiatan baru. Dan mereka memilih berkebun, bertani hingga beternak di rumah.

Aktivitas budidaya ini pun kemudian mulai digemari dan menjadi hobi baru masyarakat. Banyak yang memulai budidaya tanaman hias di rumah, beternak serangga dan sebagainya. Maka dari itu, tidak heran, minat ini, sebagaimana disebutkan, semakin tinggi bahkan pada masyarakat perkotaan.

Olehnya, ada baiknya kamu yang baru selesai dari sekolah dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi misalnya, bisa meneruskan bakatmu dan hobimu itu. Atau kah kamu seorang orangtua bisa memberikan arahan bagi anak untuk melanjutkan ke bidang ini, apalagi hal ini juga menyangkut pangan.

Baca Juga :   Pandemi dan Harga Daging Sapi ‘Cekik’ Pedagang Bakso

Jangan khawatir perihal kerjanya nanti, lulusan perguruan tinggi juga bisa mendirikan bisnis peternakan dengan modal penguasaan prinsip-prinsip ilmu peternakan, misalnya. Terlebih telah memiliki kecakapan profesional dan kecakapan manajerial.

Dikutip dari kompas.com, salah satu program studi yang menawarkan keahlian tersebut ialah Teknologi Produksi Ternak (prodi TPT). Dengan bekal penguasaan prinsip-prinsip ilmu peternakan, kecakapan profesional dan kecakapan manajerial membuat para lulusan prodi TPT mampu bekerja di berbagai bidang, baik di instansi pemerintah, swasta, tenaga pendidik atau peneliti, maupun menjadi pengusaha di bidang industri produk peternakan.

Prof Irma Isnafia Arief, Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB University mengatakan pada tahun 1963 IPB University mendirikan fakultas peternakan dengan program studi Ilmu Produksi Ternak. Saat ini, nama prodi tersebut telah berganti menjadi Teknologi Produksi Ternak.

Prodi TPT ITB telah mendapatkan akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2018 dan tersertifikasi internasional dari Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA) pada tahun 2013, silam.

Prodi TPT IPB juga membuka peluang beasiswa, Prodi TPT lanjut Prof Irma, telah menjalin kerja sama akademik berupa pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi di Taiwan, Jepang, Malaysia, Thailand, Australia, New Zealand, Jerman, dan negara-negara lain.

Baca Juga :   Hewan Ternak dan Lahan Pertanian Milik Warga Desa Wadas Jadi Terbengkalai

Selain itu, sebagai upaya dalam meningkatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, terdapat banyak beasiswa yang ditawarkan.

“Banyak beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun yang tak mampu secara ekonomi,” pungkasnya.

Dia menyebutkan bahwa untuk mahasiswa yang menginginkan beasiswa, dapat mencari informasi di Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University. Puluhan sponsor beasiswa pun menawarkan berbagai jenis beasiswa.

“Di departemen IPTP pun sudah ada lima dosen promotor beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana (PMDSU). Saat ini sedang diusulkan lima dosen promotor lagi sehingga ada sepuluh dosen promotor PMDSU,” terang Prof Irma.

Tak sampai di situ, lingkungan belajar pada prodi TPT pula telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang kuliah yang nyaman, laboratorium modern, rumah pemotongan hewan, unit evaluasi karkas, unit analisa molekuler, hotspot area, perpustakaan, dan unit usaha komersil peternakan sebagai tempat latihan para mahasiswa.

Nah sekarang bagaimana? Tertarik menjadi seorang yang berpendidikan pada bidang-bidang strategis kebutuhan manusia? Yakin deh, kamu gak akan menyesal. (*)

  • Bagikan