Inspiratif! Serka Eko, Anggota Babinsa yang Sukses Beternak Kelinci

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Serka Eko sedang beraktivitas bersama ternak kelinci/via iNews.id/IST

Mediatani – Kreativitas dan ketekunan seorang anggota Babinsa Koramil 19/Pekalongan Utara, Kodim 0710 Pekalongan ini patut menjadi contoh dan menginspirasi kita semua.

Pasalnya, pria bernama lengkap Serka Eko Winaryo ini begitu produktif dalam bekerja dan berwirausaha.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Serka Eko sebagai seorang Babinsa telah berhasil dan sukses beternak kelinci hias yang dia beri nama New Zealand.

Dengan segala keterbatasan dan kesulitan, usaha Serka Eko mampu memiliki 90 ekor kelinci dewasa dan 26 ekor anakan kelinci hias yang diternakkan di kandang berukuran kurang lebih 6 meter x 8 meter.

Lokasi peternakannya berada di Gang Widoro Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Saat ditemui di kandang ternaknya, Serka Eko mengatakan, dirinya mulai beternak kelinci sudah sekitar 1 tahun yang lalu saat pandemi Covid-19 baru mulai masuk ke Indonesia.

Meski dengan berbekal pengalaman dari teman peternak, dia ternyata mampu ikut mencoba hingga sukses seperti sekarang ini.

“Awalnya ternak sapi tapi gagal, akhirnya saya memilih ternak kelinci ini karena perawatan lebih mudah dan tidak menyita waktu saya dalam berdinas,” kata Serka Eko, Rabu (7/4/2021), melansir, Jumat (9/4/2021) dari situs iNews.id.

Ia menuturkan bahwa untuk penjualan kelincinya, dia menggunakan sarana media sosial dan juga dipasarkan di pasar-pasar di wilayah Kota Pekalongan, Pemalang dan Batang.

Baca Juga :   Inspiratif! Anggota Kodim 0707/Wonosobo Berdayakan Masyarakat Melalui Peternakan Kelinci Pedaging

Harga yang dipatok pun bervariasi tergantung dari umur kelinci tersebut.

“Yang paling murah yaitu kelinci umur 1,5 bulan dengan harga Rp70.000 . Sedangkan paling mahal bisa mencapai Rp500.000  per ekornya,” jelas dia.

Dengan usaha sampingan yang saat ini ditekuninya tersebut, dia mengaku bisa mendapatkan tambahan uang belanja per bulan berkisar Rp3-4 juta rupiah tergantung dari banyak sedikitnya hasil dari anakan yang keluar.

“Alhamdulilah, untuk omset penjualan antara 3 sampai 4 juta rupiah per bulan. Jelas ini sangat membantu perekonomian keluarga saya,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menuju kesuksesan dalam dunia usaha apa pun itu memang dibutuhkan inovasi, kreativitas, keuletan serta ketekunan.

Selain Serka Eko, sebelumnya, sebagaimana diberitakan mediatani.co, ada pula sosok inspiratif lainnya, yakni Aiptu H Paruhuman Rangkuti.

Rasa pengabdian terhadap bangsa tak lantas menjadikannya meninggalkan usaha untuk mandiri secara ekonomi. Hal itulah yang dilakukan oleh Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) H Paruhuman Rangkuti, yang merupakan personel Polres Serang.

Aiptu Rangkuti pun kini sukses beternak bebek petelur. Warga Komplek Banten Lestari, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, ini bisa dikatakan sosok pria yang tak kenal menyerah dalam dunia wirausaha.

Baca Juga :   Jelang Tahun Politik, Petani Rawan Dipolitisasi

Kesuksesannya itu merupakan buah dari beberapa kali dirinya gagal merintis usaha. Meski begitu tak menjadikannya putus asa.

Paling anyar, modal puluhan juta rupiah habis saat usaha budi daya ikan lele yang dikelolanya tidak membuahkan hasil.

Saat ini di luar jam tugasnya sebagai personil Satuan Intelkam, pada lahan seluas 400 meter persegi bekas budi daya ikan lele tidak jauh rumahnya di Kampung Lebaksilih, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Aiptu Paruhuman Rangkuti pun menjalani usaha ternak bebek yang diberi nama “The Farm Warohmah”.

Siapa sangka, hanya berbekal pengetahuan yang didapat dari rekan, pria kelahiran Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini malah sukses berternak bebek.

Dengan ketekunannya memelihara bebek, dalam kurun waktu 2 tahun, Aiptu Rangkuti kini mampu meraup omzet mencapai Rp16 hingga Rp18 juta perbulannya.

“Jujur saja, saya tidak punya ilmu memelihara bebek tapi berkat bimbingan teman dan pengetahuan yang didapat dari google serta keyakinan yang kuat sekarang sudah dapat ilmunya,” ujar pria yang akrab disapa Rangkuti, melansir, Rabu (7/4/2021) dari situs bantennews.co.id.

Bapak dua anak ini menceritakan bahwa awalnya dirinya hanya membeli 300 ekor bebek seharga Rp70.000 per ekor. Baca kisah selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan