Jadi Petani Sukses di Usia Muda, Kenapa Tidak? Ini yang Harus Dilakukan

  • Bagikan

Mediatani – Indonesia sebagai negara agraris membuat sektor pertanian menjadi salah satu tumpuan perekonomian negara. Hal ini juga membuat banyaknya penduduk Indonesia yang bermata pencaharian sebagai seorang petani.

Baca Juga :   Simak Cara Tepat Memberi Pupuk NPK untuk Tanaman

Meski demikian, sebagian besar masyarakat Indonesia masih memandang sebelah mata pekerjaan petani, khususnya generasi muda. Pandangan tersebut lahir karena kehidupan seorang petani masih dilekatkan dengan kemiskinan, kotor, kumuh, kuno dan tidak berpendidikan.

Padahal, menjadi petani di era sekarang sangat menguntungkan bagi generasi muda. Di mana kemampuan dalam menggunakan berbagai macam teknologi merupakan suatu keunggulan bagi generasi muda. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan menjadi ujung tombak dalam memajukan pertanian di Indonesia.

Dilansir dari laman paktanidigital.com, berikut beberapa prinsip yang harus dimiliki para generasi muda yang ingin bertani atau menjadi petani muda:

1. Terus Berinovasi

Bagi petani muda, menciptakan sebuah inovasi sudah menjadi suatu keharusan dalam bertani. Baik dalam pembibitan, perawatan, pemanenan, pasca panen hingga pada pemasaran itu harus dalam suatu konsep yang jelas.

Berbagai inovasi yang diciptakan diharapkan dapat menunjang hasil produksi secara efektif dan efisien serta berimplikasi pada kesehjateraan para petani.

2. Semangat kesuksesan yang kuat

Menjadi petani muda itu tidak boleh cepat berputus asa. Sifat antusiasme dalam bertani harus menjadi semangat dalam melakukan setiap kegiatannya. Oleh karenanya, petani muda diharapkan menjadi motor penggerak masyarakat dalam membangun pertanian Indonesia.

3. Mampu memperluas jejaring pasar yang dituju

Petani muda diharapkan mampu mengetahui pasar yang menjadi targetnya. Pasar merupakan bagian yang sangat penting dalam menjual produk hasil pertanian yang dihasilkan. Petani muda juga perlu untuk mengetahui kondisi harga komoditi yang diproduksinya.

Dalam memperluas pasarnya, petani muda dapat memanfaatkan teknologi digital. Dengan begitu, pasar yang dijangkau bisa mencapai skala nasional bahkan hingga ke pasar internasional.

Salah satu caranya yaitu membuat platform digital berbasis aplikasi demi memudahkan pertemuan antara produsen dan konsumen dalam melakukan transaksi jual belinya.

4. Menghasilkan produk-produk bermutu tinggi

Produk-produk yang bermutu tinggi merupakan prioritas utama dalam menjalakan pekerjaan sebagai petani muda. Produk dengan kualitas yang baik harus dikerjakan dengan ketekunan dan kerja keras yang tinggi oleh petani muda.

5. Pandai dalam melihat situasi dan peluang

Salah satu kebiasaan petani Indonesia adalah bertani dengan melihat popularitas suatu komoditi pertanian. Seperti, jika produk tomat lagi banyak diincar oleh masyarakat, maka petani akan berbondong-bondong mengganti tanamannya menjadi tanaman tomat meskipun sebelumnya bukan tanaman tomat.

Hal tersebut yang membuat petani tidak fokus pada kualitas produksinya, sehingga membuat penjualan hasil produksinya tidak begitu menguntungkan. Maka dari itu, petani muda diharapkan mampu menganalisis suatu kondisi untuk menjadi sebuah peluang besar dalam menghasilkan produk yang bernilai tinggi.

**

Nah, itulah beberapa ringkasan singkat mengenai prinsip menjadi petani muda yang sukses. Berbagai prinsip ini tentu berlaku untuk semua jenis usaha apapun. Namun, jika diterapkan untuk bergelut di bidang pertanian, hasil yang didapatkan pasti lebih menguntungkan.

  • Bagikan