Jangan Sampai Kamu Tidak Tahu Ikan Hiasmu Sedang Sakit! Kenali Ciri-Cirinya

  • Bagikan

Mediatani – Di masa sekarang memelihara ikan hias merupakan salah satu hobi yang banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mereka melakukan hal tersebut sebagai hiburan untuk meredakan stress atau sekedar mengisi waktu luang.

Baca Juga :   Ikan Baung, Kerabat Ikan Lele yang Juga Bisa Hasilkan Cuan, Ini Cara Budidayanya

Meski bisa menjadi hiburan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam memelihara ikan hias, di antaranya yaitu mengetahui cara budidaya, jenis pakan, dan yang tidak kalah penting adalah penyakit yang menyerang.

Tentunya penyakit-penyakit pada ikan hias memilki tanda dan gejala yang dapat diamati. Selain itu, juga terdapat tanda-tanda spesifik pada ikan yang sedang sekarat dan diambang kematian.

Tanda atau gejala ikan yang terkena penyakit dapat diamati dari berbagai perubahan fisik dan tingkah laku atau kebiasaan ikan tersebut. Misalnya dari cara berenang si ikan, warna sirip dan sisiknya, atau kebiasaan-kebiasaan baru seperti di permukaan air, di tengah, ataupun di bawah akuarium.

Usia Rata-Rata dan Habitat Ikan Hias

Ikan hias yang biasa ditempatkan di akuarium, biasanya hanya memiliki rata-rata usia kurang dari 3 tahun saja. Kecuali beberapa jenis ikan seperi ikan koi dan ikan mas, yang memiliki umur panjang dengan rata-rata usia mencapai 25-30 tahun atau lebih.

Meski memiliki usia rata-rata kurang dari 3 tahun, namun dengan perawatan yang baik dan pemberian nutrisi yang tepat serta diletakkan dalam habitat yang sehat, maka ikan hias dapat hidup maksimal dan mencapai umur yang lebih panjang, yakni sekitar 3-5 tahun lamanya.

Kualitas akuarium sebagai habitat ikan hias juga sangat berperan penting. Akuarium harus memiliki ukuran yang cukup besar untuk menanmpung ikan-ikan hias yang ada di dalamnya. Ketika akuarium terlalu sempit, ikan-ikan tersebut tidak dapat tumbuh secara sempurna.

Peletakan akuarium juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan ikan-ikan yang ada di dalamnya. Sebaiknya akuarium diletakkan jauh dari jendela dan pendingin udara. Hal tersebut dimaksudkan agar alga tidak mudah tumbuh dan mengganggu ekosistem yang ada di akuarium.

Kualitas air juga turut ambil andil dalam menunjang kesehatan ikan. Sebaiknya air yang digunakan bukan berasal dari keran yang diguyur secara langsung, karena kemungkinan mengandung kaporit.

Air tempat hidup ikan juga tidak disarankan terlalu steril, pertahankan di kondisi bersih. Hal tersebut karena adanya bakteri baik yang hidup di air yang dapat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan ikan di akuarium.

Ciri-Ciri Ikan Hias yang Sakit

Ketika seseorang tidak mampu menjaga kebersihan ekosistem akuariumnya, maka kemungkinan ikan hias terkena penyakit akan semakin besar.

Ada baiknya kita mengenali tanda dan gejala ikan hias yang sakit, sehingga kita bisa memisahkan ikan yang sakit ke wadah yang berbeda agar tidak menulari penyakit ke ikan lainnya. Berikut ciri-ciri ikan hias yang sedang tidak baik-baik saja:

  • Kehilangan nafsu makan

Ketikan ikan hias menolak untuk makan lebih dari sekali, maka kemungkinan ikan hias sedang sakit.

  • Ikan tampak lesu

Ikan yang setiap hariya terlihat aktif, menjadi pasif dan berdiam diri di dasar akuarium sepanjang hari. Hal tersebut dapat menjadi pertanda ikan hias sedang sakit.

  • Mengalami hipoksia di permukaan

Hipoksia merupakan kondisi kekurangan oksigen yang ditandai dengan napas ikan yang pendek di permukaan air.

  • Ketidaknormalan pada sisik, insang, atau sirip

Kondisi ini biasa ditandai dengan munculnya bintik putih, kemerahan, atau ditemukan parasit (kutu jamur) pada ikan serta sirip yang menguncup.

Jadi, buat kalian yang hobi memelihara ikan, tidak hanya mengetahui perawatan yang tepat, mengetahui ciri ciri ikan yang sakit juga sangat penting untuk dilakukan.

Pengetahuan tersebut dapat membatu mencegah ikan mengalami sakit yang lebih parah. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

  • Bagikan