Home / Berita / Nasional

Senin, 29 Juni 2020 - 17:05 WIB

Kawal Program Ketahanan Pangan, Pemkab Banyuasin Rekrut Penyuluh Honorer Hingga Ratusan Orang

Pemandangan Sawah di Jalur Perairan, Kab. Banyuasin

Pemandangan Sawah di Jalur Perairan, Kab. Banyuasin

Mediatani – Pemkab Banyuasin, Sumatera Selatan, bakal merekrut ratusan tenaga honorer penyuluh pertanian lapangan pada 2021 sebagai upaya mengawal program ketahanan pangan di daerah tersebut karena yang tersedia saat ini hanya 100 orang.

Bupati Banyuasin Askolani di Pangkalan Balai, Senin, mengatakan, tenaga honorer itu akan diprioritaskan berlatar belakang pendidikan sarjana pertanian dan Sekolah Pertanian Menengah Atas. Adapun Jumlah yang dibutuhkan cukup banyak, yaitu hingga ratusan orang karena akan ditempatkan di tiap-tiap kecamatan di Banyuasin.

Gubernur Sumsel Herman Deru memberi respon positif dengan bersedia memberi fasilitas dan membiayai penerimaan penyuluh pertanian lapangan pada tahun anggaran 2021. Hal ini disetujuinya karena Kabupaten Banyuasin selalu menunjukkan prestasi dengan menjadi sentra produksi beras.

Baca Juga :   Panen Jagung di Jeneponto, Mentan Dorong Petani Manfaatkan Dana KUR

Hingga saat ini, produksi padi di Banyuasin sudah mencapai 905.846 ton gabah kering giling (GKG) atau 519.684 ton beras dari luas sawah 208.598 hektare. Jumlah ini membuat Kabupaten Banyuasin menjadi peringkat ke-4 produksi beras terbanyak secara nasional.

Askolani menganggap kunci suksesnya yakni karena keberhasilan program Serasi Kementerian Pertanian yang mengarahkan petani untuk memanfaatkan lahan rawa menjadi lahan sawah. 

Baca Juga :   Atasi Pengangguran, Kementan Ajak Masyarakat Bercocok Tanam di Rumah

Meskipun demikian, potensi Banyuasin dinilai belum tergali optimal karena masih banyak areal rawa belum digunakan oleh petani. Petani di daerah itu juga sebagian besar masih melakukan penanaman dua kali dalam satu tahun.

Selain itu, sektor pertanian di Banyuasin juga dihadapkan persoalan pendangkalan saluran air primer dan sekunder dan ketidaktersediaan pupuk.

Jika persoalan tersebut dan lainnya dapat diatasi, Askolani optimis produksi beras Banyuasin akan meningkat signifikan pada tahun 2021. Oleh karena itu, dia mengharapkan agar Kementerian PU dapat menormalisasi keadaan ini.

ANTARA

Share :

Baca Juga

Berita

DPR Minta KKP Perkuat Armada Perikanan

Berita

Pemerintah Permudah Impor Gula untuk Industri, Petani Tebu Khawatir Bocor ke Pasaran  
Menteri Amran (tengah) didampingi Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) dan Dirjen Hortikultura Suwandi (kiri) (dok. kementan)

Agribisnis

Online Single Submission Percepat Bisnis Hortikultura, Mentan Luncurkan Tiga Produk Eksport

Berita

Mentan Harapkan Petani Tetap Waspada Saat Panen di Masa Covid-19
Rakor DKP ini dihadiri Bupati/Walikota Seprovinsi Jambi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pokja Ahli DKP dan undangan lainnya.

Berita

BKP Kementan: Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Kita Bersama
Mentan panen jagung (foto: humas kementan)

Agribisnis

Hadir Panen Jagung di Probolinggo, Mentan: Bulog Harus Membeli Jagung Petani

Nasional

Demi Bahagiakan Istri, Petani Ini Cari “Janda Bolong” Sampai Tersesat 3 Hari di Hutan

Nasional

Konsumsi Pangan Sehat Meningkat, Kementan Loloskan Pelepasan Calon Varietas Padi Sawah Protein Tinggi