Ketahui Cara Menyimpan Pakan Ternak Agar Terlindungi dari Hama

  • Bagikan
Foto: poultryindonesia.com
Foto: poultryindonesia.com

Mediatani – Banyak peternak pemula yang masih menganggap sepele penyimpanan pakan ternaknya. Padahal, pakan ternak ini mudah mengalami kerusakan akibat serangan hama seperti tikus, serangga dan lainnya.

Untuk menghindari kerusakan akibat serangan hama tersebut, dibutuhkan manajemen penyimpanan yang baik. Pasalnya, kerusakan pakan akan berdampak pada hewan ternak yang mengonsumsinya.

Penyimpanan merupakan salah satu bentuk pengamanan yang bertujuan untuk mempertahankan dan menjaga komoditas yang disimpan.

Beberapa faktor yang yang mempengaruhi penyimpanan pakan adalah temperatur, lama dan metode penyimpanan, jenis pakan, kelembaban udara, kandungan udara, serangan serangga, bakteri, kapang, binatang pengerat dari bahan pakan.

Saat melakukan penyimpanan pakan ternak, sebaiknya tidak menerima pengantaran material mentah yang bersifat lembab dan berjamur, sebab hal itu adalah tanda adanya kontaminasi dari hama.

Kemudian hindari meletakkan wadah penyimpanan pakan yang menempel pada dinding ruang penyimpanan karena hal tersebut dapat menyebabkan kelembaban.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi penyimpanan pakan ternak yang baik dan dapat dipraktikan pada industri peternakan menengah hingga skala besar.

Menyimpan dengan silo

Silo juga merupakan wadah penyimpanan komoditas pertanian yang sering digunakan oleh industri besar. Silo ini terbuat dari bahan metal atau logam yang tidak mudah dirusak oleh tikus atau hama lainnya.

Galon drum tipe 55 dari metal atau logam

Gunakan galon berbentuk drum tipe 55 yang terbuat dari metal yang didesain dengan bentuk penyimpanan yang mudah dipindahkan untuk berbagai keperluan industri. Namun, wadah ini memiliki kelemahan karena memiliki bobot yang berat sehingga menyulitkan ketika harus sering dipindahkan.

Baca Juga :   Permintaan Bibit Kelinci di Magelang Meningkat di Masa Pandemi

Memanfaatkan kulkas tua

Penyimpanan pakan dengan menggunakan freezer atau kulkas tua juga sangat direkomendasikan untuk melindungi komoditas pakan ternak. Sebab, kulkas terbuat dari bahan yang kokoh dan padat, sehingga sulit untuk dirusak oleh tikus dan hama lainnya.

Selain itu  juga memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar yang dapat menjadi tempat penyimpanan yang ekonomis.

Teknik penyimpanan pakan dalam gudang   

Kualitas pakan akan menurun jika terkena terik matahari langsung. Sehingga, dibutuhkan gudang untuk penyimpanan yang memiliki ventilasi yang memadai dan dapat melindungi pakan ternak dari terik matahari langsung.

Pastikan pakan diletakkan di atas palet atau lantai yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau lantai. Berikan space atau celah dalam penirisan air dari dalam wadah penyimpanan yang berpotensi merusak pakan ternak.

Untuk penyimpanan pakan pada area sempit dan terbatas, dapat menggunakan wadah yang terbuat dari bahan yang kuat. Sebab semakin kokoh bahan wadah penyimpanan, akan semakin aman pula pakan ternak yang disimpan.

Tempat penyimpanan pakan yang baik di dalam gudang yaitu di bagian yang kering atau tidak lembab atau dengan  kelembaban tidak melebihi dari 70%.

Sebaiknya letakkan pakan agar mudah diambil dengan menyusun urutan masuk atau pembuatan pakan dengan mengatur pola pakan dengan teknik penyimpanan dengan system first in first out.

Baca Juga :   Berani dan Nekat, Pria Asal Banyuwangi Ini Berhasil Kembangkan Ternak Kambing Perah

Atur pakan yang masuk dan keluar pertama agar lebih mudah mengontrolnya dan kualitas pakan tetap terjaga.  Untuk memudahkan keluar masuk pakan, jarak antar tumpukan dengan dinding sebaiknya tidak terlalu sempit.

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika menyimpan pakan dalam gudang yaitu:

  1. Untuk bahan pakan berlemak tinggi seperti bungkil kelapa dapat menyebabkan penyimpanan yang terlalu lama akibat adanya proses oksidasi. Yang perlu dilakukan adalah simpan dalam jumlah sedikit atau sesuai kebutuhan. Tidak menyimpan terlalu lama, ada catatan stok yang rapi.
  2. Untuk bahan pakan berupa cairan seperti molase, yang perlu diperhatikan adalah wadah bahan tersebut (baik jenis dan bentuk).
  3. Bahan pakan yang memiliki kadar air tinggi seperti jagung dan tepung ikan, sebaiknya tidak disimpan dalam gudang penyimpanan yang bersuhu tinggi. Karena jagung dan ikan dapat mempercepat proses penjamuran.
  4. Bahan pakan asal hewan yang baru dipisahkan atau karantina selama 14 hari dan penyimpanannya dipisah dari bahan baku lainnya.
  5. Pakan yang akan dijual atau dipakai tidak terlalu lama dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Penanganan dan manajemen selama penyimpanan bahan pakan yang baik ini perlu dipahami untuk mempertahankan dan menjaga mutu pakan, sehingga dapat meminimalkan kerugian akibat kerusakan pakan.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani