Home / Berita / Perikanan

Selasa, 12 Januari 2021 - 19:47 WIB

KKP Siap Bersinergi untuk Pengembangan Ekosistem Mangrove Nasional

Bibit mangrove

Bibit mangrove

Mediatani – Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Sekitar 18 juta hektar luas mangrove di dunia, 25% atau 4,5 juta hektar dimiliki Indonesia. Meskipun demikian, namun perkembangan luas hutan mangrove di Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun. Degradasi hutan mangrove tersebut secara pesat dipicu oleh erosi pantai yang meningkat dan kebutuhan manusia terhadap lahan yang ada.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi memprakarsai program Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional. Program tersebut sebagai upaya untuk melestarikan hutan mangrove agar dapat mencegah kerusakan habitat alami, punahnya berbagai jenis flora fauna dan biota tertentu, menurunnya keanekaragaman hayati yang dapat meluas sampai daratan.

Pada rapat koordinasi Pengelolaan Mangrove Nasional yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Senin (11/1), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan kesiapan KKP untuk bergerak memulai program bersama dalam mengembangkan Ekosistem Mangrove Nasional.

“Kami ditugasi oleh Bapak Menko untuk program pengelolaan ekosistem mangrove nasional, kita akan melakukan penelitian ke lapangan untuk melakukan ground check, apakah tanah itu statusnya seperti apa dan seterusnya oleh tim dari KKP” ujarnya.

Beberapa pihak yang akan bersinergi dengan KKP, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pada program yang melibatkan berbagai pihak ini, Kemenkomarves berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menargetkan 150.000 hektare kawasan Mangrove yang dapat dikelola setiap tahunnya.

Baca Juga :   Manipulasi Data Ekspor, DPR Desak KKP Cabut Izin 14 Eksportir Benih Lobster

Fokus KKP dalam menjalankan program pengembangan kawasan Mangrove ini yaitu pengembangan mangrove di wilayah pesisir . Sebab, wilayah tersebut merupakan kelanjutan dari program KKP yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya. Perlu diketahui, restorasi di wilayah pesisir yang sebelumnya telah dilakukan oleh KKP, diantaranya adalah melakukan pembibitan dan penanaman mangrove.

KKP sendiri memiliki beberapa program dalam mendukung tujuan bersama dalam pengembangan mangrove ini, salah satunya adalah Mega Mangrove Center (MMC). Ada 13 calon lokasi yang telah ditetapkan KKP untuk dijadikan tempat pelaksanaan program.

Namun, dari berbagai lokasi itu, hanya ada satu lokasi terbaik yang akan dipilih berdasarkan hasil pemeriksaan kualitas lokasi secara langsung. Untuk mengembangkan program MMC itu, luas lahan yang akan digunakan, yakni sekitar 70 hektare. Berbagai daerah yang menjadi tempat pengambilan benih mangrove untuk pengembangan ini, seperti Pasuruan, Rembang, dan daerah lainnya.

Masyarakat yang ditujukan untuk program ini adalah kelompok penggiat mangrove yang berada di daerah pesisir. Ke depannya, program pengembangan kawasan ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan wilayah pesisir dan memajukan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga :   Ikan Hias Jadi Andalan Ekonomi di Sektor Kelautan dan Perikanan

Dalam program ini, penyemaian akan dilakukan terhadap 100 juta bibit mangrove yang menjadi program utama. Selain itu, beberapa kegiatan pendukung lainnya yang juga akan dijalankan pada program ini, seperti tracking mangrove, pameran, edukasi, dan kegiatan lainnya. Untuk melancarkan program ini, KKP akan membuat beberapa infrastruktur yang mendukung kegiatan tersebut.

Selanjutnya, Menteri Trenggonno juag memiliki program yang mengintegrasikan konservasi mangrove dan terumbu karang, yang dinamakan Insan Terang Lautra (Infrastruktur kawasan Terumbu Karang dan Mangrove). Ia pun menjelaskan bahwa program tersebut dilakukan agar pengelolaan kawasan tidak hanya pada mangrove tapi juga untuk terumbu karang dan sumber daya perikanan lainnya.

“Selanjutnya, yaitu Insan Terang Lautra. Sasaran dari program ini adalah meningkatnya pengelolaan terumbu karang, mangrove dan sumberdaya perikanan melalui konservasi dan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan mangrove terluas di dunia. Maka dari itu, dengan program Pengembangan Ekosistem Mangrove Nasional ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi mangrove sebagai ketahanan lingkungan.

“Kita harapkan mangrove ini nantinya akan menjadi benteng lingkungan. Indonesia ini sebenarnya punya lahan mangrove terluas” jelas Luhut.

Share :

Baca Juga

Nasional

Panen Bawang Merah, Petani Sukabumi Kantongi Rp 195 Juta Per Hektar

Nasional

Gabungan Massa Aksi Blokade Jembatan Suramadu dengan Tabur 2 Ton Garam

Nasional

Indonesia Kembangkan Solar Nabati, Jokowi: 1 Juta Ton Sawit Akan diserap

Nasional

Heboh Pernyataan Moeldoko: Kalau Semua Jenderal Berpolitik, Siapa Yang Pikirkan Petani

Nasional

Gara-gara Pandemi, Kolam Renang Ini Alih Fungsi Jadi Kolam Lele

Berita

Bisnis Keong sawah, Peluang Yang Menjanjikan ?

Nasional

Petani Temanggung Tetap Bisa Panen Meski La Nina Melanda

Nasional

Demi Bahagiakan Istri, Petani Ini Cari “Janda Bolong” Sampai Tersesat 3 Hari di Hutan