Banner Iklan @a2tani.id

Kunjungi RPH Manggala, Mentan SYL Pastikan Kesiapan Kurban di Kota Makassar

  • Bagikan
Sumber foto: liputan6.com

Mediatani РKehadiran Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Pertanian (Mentan) adalah untuk meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam kunjungannya, Mentan SYL ini datang untuk memastikan seluruh persiapan dan kesiapan para penyelenggaraan kurban agar tetap pada kondisi yang aman terkendali dan juga tertib dalam menerapkan aturan protokol kesehatan.

Banner Iklan @a2tani.id

Pada kesempatan yang sama, mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2008-2018 itu menyampaikan bahwa hewan kurban harus tersedia dan cukup. Tidak hanya itu, Mentan SYL juga memastikan bahwa harga daging harus stabil.

“Saya mau kalau hewan kurban kita tahun ini tersedia dan cukup. Disamping itu harganya juga harus stabil, meskipun terjadi sedikit kenaikan harga yaitu sekitar lima ratus ribu perekornya. Tetapi di hari raya ini memang harus naik, kalau tidak berarti daya beli turun,” ujar Mentan SYL, melalui laman liputan6.com pada Minggu (18 Juli 2021).

Lebih lanjut Mentan SYL yang sering disapa Komandan, juga menyampaikan bahwa sektor pertanian ini yang juga di dalamnya termasuk didalamnya sektor peternakan dinilai tidak akan mengalami penurunan yang signifikan.

Baca Juga :   Demi Kedaulatan Petani, Pemerintah Harus Tertibkan Bulog

Walaupun hingga saat ini, dunia bahkan termasuk juga Indonesia tengah menghadapi wabah pandemi Covid 19 yang berkepanjangan.

“Menurut Saya, wilayah industri merupakan salah satu sektor yang paling terganggu. Dibandingkan dengan sektor pertanian yang sepertinya meningkat terus. Oleh sebab itu, Kita yakin terhadap ketersediaan kurban di Kota Makassar tetap oke, stabilisasinya juga oke dan Idul Adha akan berjalan dengan baik,” kata Mentan SYL.

Sementara itu, Drh. Ridwan selaku Penanggung jawab Rumah Potong Hewan Ruminansia ini telah menjamin bahwa seluruh hewan yang masuk telah melalui proses uji dan pemeriksaan yang sangat ketat.

Sehingga hasilnya, ditemukan bahwa hanya ada dua ekor sapi yang bermasalah. Bahkan kedua sapi yang bermasalah tersebut pun telah ditangani dengan baik oleh para ahli dan tim peternakan.

“sebelum dilakukan pemotongan, semua hewan terlebih dahulu kami periksa secara ketat. Dalam pemeriksaan, biasanya yang kami perhatikan adalah di bagian mata sapi sebab selalu ditemukan ada penyakit iritasi pada mata. Namun, Alhamdulillah sapi yang telah kami periksa ini hanya satu hingga dua ekor saja yang bermasalah. Sisanya dalam kondisi yang baik semua,” ungkap Drh. Ridwan.

Baca Juga :   Sediakan Irigasi melalui P3A, Cara Kementan Dongkrak Produksi Pertanian

Drh. Ridwan juga menambahkan bahwa seluruh sapi potong yang sudah masuk adalah sapi potong lokal yang datang dari sentra ternak yang ada di Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Sinjai bahkan sisanya ada juga dari anakan Bali.

“Ini sapinya lokal semua. Sehingga kualitasnya dijamin sangat baik. Kondisi bobot daging yang cukup besar serta tulang yang relatif kecil. Semua sapi yang seperti ini banyak Kami datangkan dari kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan sapi dari bali,” ujar Drh. Ridwan.

Sementara itu, Mohammad Ramdhan Pomanto selaku Walikota Makassar yang juga mendampingin Mentan SYL, menyampaikan ucapan terima kasihnya atas perhatian dari jajaran Kementerian Pertanian untuk mengawal dan mengawasi kesiapan dan persiapan kurban serta pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ditahun 2021 ini.

Menurut Walikota yang terpilih pada pilkada Makassar tahun 2020 ini menyampaikan bahwa telah terjadi pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar empat persen di Kota Makassar yaitu sebesar empat persen.

“Sekarang Kota Makasar bertambah sebesar empat persen pertumbuhan ekonominya. Dan Insyaallah Hari Raya Idul Adha dan juga penyelenggaraan kurban akan berjalan dengan baik,” pungkas Dani Pomanto.

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani