Majukan Sektor Pertanian, Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Wajo

  • Bagikan
Sumber foto: merdeka.com

Mediatani РDalam rangka memajukan sektor pertanian dalam negeri, Kementerian Pertanian (Kementan) RI kembali membuktikan bukti nyata. Kali ini, Kementerian Pertanian merealisasikan hadirnya pembangunan embung untuk Kelompok Tani Jarae yang berlokasi di Desa Ciromani, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Hadirnya embung ini dinilai dapat membantu para petani agar mampu meningkatkan hasil produktivitas lahan pertanian mereka.

Dilansir dari medcom.id, terkait hal ini, Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian RI menjelaskan bahwa pembangunan embun adalah salah satu upaya dari Kementerian Pertanian untuk terus menjaga pasokan air. Dimana yang kita ketahui bahwa pasokan air ini menjadi kebutuhan pokok dalam sistem pertanian. Air adalah kebutuhan yang paling mendasar dan sangat vital terhadap sistem pertanian.

Melalui keterangan tertulisnya pada hari Senin (12/07/21), Mentan SYL berpendapat bahwa embung ini hadir agar tidak mengganggu pasokan air. Tidak hanya masalah pengairan, bahkan cuaca yang mempengaruhi distribusi air pun, sektor pertanian tidak bisa diganggu.

Sementara itu, Ali Jamil selaku Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian menambahkan bahwa embung yang dibangun ini memiliki fungsi yaitu mengatur jumlah debit air yang mengalir ke areal lahan persawahan milik para petani. Baik itu saat masuk musim hujan ataupun saat musim kemarau tiba.

“Dengan embung, pertanian tak terganggu perubahan cuaca, baik saat musim hujan maupun kemarau. Air dapat terus mengaliri dengan baik ke areal persawahan milik petani,” jelas Ali.

Lebih banjut, menurut Ali, Embung ini juga merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya untuk menjaga tingkat produktivitas hasil pertanian. Embung bermanfaat untuk menjaga para petani agar mampu untuk terus berproduksi dan bahkan mampu untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) pertanian.

“Produktivitas pertanian dan IP pertanian meningkat berkat embung. Memang embung ini adalah sarana menjaga produktivitas agar terua terjaga dengan baik,” ujar Ali.

Sementara itu, Rahmanto selaku Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementerian Pertania yang juga menambahkan bahwa embung yang telah dibangun untuk Kelompok Tani Jarae Wajo ini telah terbukti mengalami peningkatan terhadap produktivitas hasil pertanian mereka. Peningkatannya per hektarnya menjadi 5,5 ton nilai IP200.
“Luas oncoran 25 hektar dengan dimensi 60x59x3,5. Produktivitas pertanian meningkat berkat embung ini,” ujar Rahmanto.

Tidak hanya berfungsi untuk tanaman pangan saja, lebih lanjut Rahmanto menambahkan bahwa embung ini juga bisa dimanfaatkan untuk sub sektor lainnya. Misalnya seperti perkebunan atau peternakan masyarakat yang ada di sekitarnya jika ada yang membutuhkan.

Terkait hal ini, Dalle sebagai Ketua dari Kelompok Tani Jarae Wajo, menyampaikan rasa terima kasihnya dan juga apresiasinya kepada Kementerian Pertanian RI atas bantuannya dalam membuat embung ini. Menurutnya, setelah embung ini dibangun, terlihat peningkatan pada kesejahteraan para petani yang ada disekitarnya yang telah memanfaatkan embung tersebut.

“Terima kasih atas pembangunan embung ini yang membuat pendapatan kami semakin meningkat,” pungkas Dalle.

Sekadar informasi bahwa embung memiliki banyak manfaat untuk sektor pertanian. Secara operasional, embung ini berfungsi untuk mendistribusikan dan juga menjamin keberlanjutan ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanaman ataupun ternak.

Embung juga mampu mengatur penyimpanan saat musim hujan agar areal lahan pertanian tidak kebanjiran dan mampu menyediakan air saat musim kemarau tiba. Perlu diketahui bahwa didalam embung juga kita bisa menyebar ikan jika ingin melakukan usaha perikanan bahkan mampu mencegah perkembangan jentik nyamuk.

  • Bagikan