Manajemen Vaksinasi pada Ayam Potong

  • Bagikan
Vaksinasi ayam lewat air minum

Mediatani – Kegiatan vaksinasi merupakan usaha awal peternak yang bertujuan untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh hewan ternak selama masa pertumbuhannya.

Kali ini mediatani.co akan membahas bagaimana mekanisme dan manajemen vaksinasi pada ayam potong broiler. Pada ayam broiler terdapat tiga metode yang digunakan dalam vaksinasi, yaitu melalui suntikan, tetes pada mata, dan mencampurkan pada air minum.

Sebagai peternak pemula, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengetahui jenis-jenis vaksin yang akan diberikan kepada ternak broiler. Sebab, vaksin yang diberikan harus sesuai dengan umur ternak ayam potong.

Yuk simak manajemen dan metode vaksinasi berikut.

Jenis vaksin

Jenis vaksin untuk ayam potong broiler yang biasa digunakan adalah vaksin ND (Newcastle disease) dan Gumboro. Untuk pemberiannya, dokter hewan menganjurkan selama 4 kali dengan jadwal yaitu ayam diberikan vaksin ND-IB tetes mata pada umur 1 hari.

Pada umur 7 hari atau seminggu, vaksin yang diberikan pada ayam broiler adalah ND dengan cara suntik. Lalu vaksin IBD melalui air minum diberikan pada saat ayam broiler berumur 12 hari dan pada umur 19 hari ayam diberi vaksin ND yang juga melalui air minum.

Untuk menanggulangi penyakit lebih tergaja dan tidak rentan terhadap sakit, sebaiknya jadwal vaksin dilakukan tepat waktu. Dengan pemberian vaksin ini, kekebalan tubuh ayam meningkat sehingga pertumbuhannya sehat.

Ayam broiler membutuhkan 2 kali vaksin ND (Newcastle Disease), satu kali vaksin ND-IB (Newcastle Disease-Infectious Bronchitis), dan satu kali vaksin IBD Intermediate.

Tujuan pemberian vaksin

Vaksin Gumboro A dan B yang diberikan pada ayam broiler bertujuan untuk menghindari penyakit gumboro pada ayam. Vaksin ini diberikan pada air minum atau diteteskan lewat mulut ayam secara langsung dengan 2 sampai 3 tetes.

Vaksin ND bertujuan untuk menghindari penyakit ND pada ayam. Penyakit Newcastle Disiase ini disebabkan oleh virus yang memiuliki kemampuan menyebar dengan cepat serta mengakibatkan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Selanjutnya, vaksin IB diberikan melalui air minum agar mencegah ayam potong broiler terkena penyakit Infectious Bronchitis. Dimana penyakit ini menyerang sistem pernapasan ayam yang menyebabkan oksigen di dalam tubuh terserang.

Selama sebulan sekali, ayam broiler akan menerima vaksin IB melalui air minum dengan takaran 3 tetes vaksin untuk 50 ml air minum.

Vaksinasi melalui air minum

Sebelum pemberian vaksin diberikan melalui air minum, ayam perlu dipuasakan selama 1-2 jam. Air minum harus bebas dari klorin dan desinfektan lainnya, lalu air di campurkan dengan susu skim dan vaksin.

Jumlah air yang dibutuhkan untuk habis diminum selama 1-2 jam, susu skim 2 gram per liter air. Tujuan pemberian susu skim agar mencegah reaksi vaksin terhadap bahan dalam air.

Vaksinasi dengan metode tetes mata dan mulut

Metode pemberian vaksin melalui tetes mata yaitu melakukan proses penetesan vaksin ke dalam mata dan harus terserap sempurna ke dalam kelopak mata.

Vaksinasi pada tetes mulut juga harus terserap dengan sempurna. Apabila tetesan sudah terserap dengan sempurna, kita baru boleh melepaskan ayam. Adapun dosis vaksin yang diberikan yaitu sekitar 1 ml per ekornya.

Vaksinasi dengan metode injeksi atau suntik

Terlebih dahulu perlu dilakukan pengecekan pada injector atau alat suntik yang akan digunakan untuk menyuntik ayam. Sebaiknya, vaksin yang digunakan berada dalam botol yang telah disimpan di lemari es, agar Anda menggunakan vaksin yang memiliki suhu yang sama dengan suhu lingungannya.

Untuk menghindari terjadinya pengendapan, vaksin yang akan digunakan dikocok terlebih dahulu. Peternak sebaiknya menyuntikkan vaksin pada pangkal paha (musculus) ayam potong broilernya.

  • Bagikan