Home / Panduan Budidaya

Kamis, 5 November 2020 - 03:07 WIB

Mengenal Jenis Teh Berdasarkan Proses Pengolahan

Berbagai jenis teh

Berbagai jenis teh

Mediatani – Sejak abad ke-4 M teh dikenal di Cina dan dimanfaatkan sebagai ramuan obat. Tanaman teh (Camellia sinensis) berasal dari Asia Tenggara. Teh merupakan tanaman yang dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Namun di Indonesia umumnya tanaman teh ditanam di daerah dataran tinggi yang beriklim sejuk. Semakin tinggi daerah penanamna teh maka semakin tinggi mutu daun teh yang dihasilkan.

Teh yang baik dihasilkan dari bagian pucuk (peko) ditambah 2-3 helai daun muda, karena pada daun muda tersebut kaya akan senyawa polifenol, kafein serta asam amino. Senyawa-senyawa inilah yang akan mempengaruhi kualitas warna, aroma dan rasa dari teh.

Kandungan Kimia

Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin, yaitu suatu turunan tanin yang terkondensasi yang juga dikenal sebagai senyawa polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya.

Selain itu teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. Beberapa vitamin yang dikandung teh diantaranya adalah vitamin C, vitamin B, dan vitamin A yang walaupun diduga keras akan menurun aktivitasnya akibat pengolahan, namun masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya.

Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh, terutama fluorida yang dapat memperkuat struktur gigi.

Jenis Teh Berdasarkan Proses Pengolahan

Berdasarkan proses pengolahannya, jenis teh dapat dibedakan menjadi teh yaitu tanpa fermentasi (teh putih dan teh hijau), teh semi fermentasi (teh oolong), serta teh fermentasi (teh hitam).

Teh Tanpa Fermentasi

Teh Putih

Teh putih atau white tea adalah teh yang berasal dari tanaman Camellia sinesis,  sama dengan teh hijauBedanya, teh putih diambil dari daun teh yang muda dengan metode proses yang berbeda, sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang unik

Teh putih merupakan jenis teh yang tidak mengalami proses fermentasi sama sekali, dimana proses pengeringan dan penguapan dilakukan dengan sangat singkat. Teh Putih diambil hanya dari daun teh pilihan yang dipetik dan dipanen sebelum benar-benar mekar.

White tea

Teh putih terkenal sebagai dewa dewinya teh karena diambil dari kuncup daun terbaik dari setiap pohonnya, dan disebut teh putih karena ketika dipetik kuncup daunnya masih ditutupi seperti rambut putih yang halus.

Baca Juga :   Cara Modern Mengolah Tanah dengan Mesin Pengolah Tanah

Daun teh yang dipetik adalah pucuk daun yang muda, kemudian dikeringkan dengan metode penguapan (steam dried) atau dibiarkan kering oleh udara (air dried).

Teh putih termasuk minuman yang sehat. Kandungan antioksidan dari teh putih dapat mencapai tiga kali lebih banyak dari teh hijau. Dengan kandungan yang terdapat di dalamnya, teh putih berpotensi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Teh Hijau

The hijau dikenal sebagai minuman khas jepang. Tak hanya menjadi khas dari Jepang, teh hijau merupakan kebiasaan yang telah terjalin ke dalam budaya Jepang. di negeri sakura itu, matcha diproses dengan daun teh berkualitas tinggi, ditanam di tempat teduh selama beberapa minggu sebelum panen untuk memperkuat rasa dan kadar kafein.

Teh hijau merupakan teh yang tidak mengalami proses fermentasi dan banyak dikonsumsi orang karena nilai medisnya. Teh hijau kerap digunakan untuk membantu proses pencernaan dan juga karena kemampuannya dalam membunuh bakteri.

Green tea

Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hijau dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri perusak dan juga bakteri yang menyebabkan penyakit di rongga mulut. Secara umum, teh hijau dibedakan menjadi teh hijau China (Panning Type) dan teh hijau Jepang (Steaming Type).

Baik teh hijau China maupun Jepang, prinsip dasar proses pengolahannya adalah inaktivasi enzim polifenol oksidase untuk mencegah terjadinya oksimatis yang merubah polifenol menjadi senyawa oksidasinya berupa theaflavin dan thearubigin.

Pada proses pengolahan teh hijau China digunakan mesin pelayuan berupa rotary panner untuk menginaktivasi enzim. Sementara itu, proses teh hijau Jepang menggunakan steamer dalam menginaktivasi enzimnya. Daun teh yang sudah dilayukan, kemudian digulung dan dikeringkan sampai kadar air tertentu.

Mengonsumsi teh hijau secara rutin dipercaya bermanfaat mengurangi risiko kanker, mengurangi tekanan darah, mengurangi resistensi insulin, dan biasa dikonsumsi untuk orang yang sedang diet. Namun, minuman dengan versi latte di kedai kopi tidak bisa dianggap sehat. Biasanya minuman tersebut mengandung sekitar 10 sendok teh gula.

Baca Juga :   Panduan Budidaya Cabai Merah Baik dan Benar

Teh Semi Fermentasi

Teh Oolong

Teh oolong adalah teh yang berasal dari daun tanaman camellia sinensis. Di China teh oolong dikenal dengan sebutan teh wulong yang telah dikonsumsi selama berabad-abad.  Rasa teh oolong lebih kuat dari teh putih namun lebih ringan dari teh hitam. Teh ini berwarna kuning tua atau hijau muda.

Teh oolong merupakan teh yang dalam pembuatannya mengalami oksidasi sebagian. Untuk menghasilkan teh oolong, daun teh dilayukan dengan cara dijemur atau diangin-angin, kemudian diayak agar daun teh mengalami oksidasi sesuai dengan tingkatan yang diinginkan.

Teh oolong

Teh yang telah selesai dioksidasi lantas dikeringkan, kemudian diproses hingga memiliki bentuk yang khas, yaitu seperti daun terpilin. Proses terakhir adalah pengeringan kembali.

Teh oolong memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada teh hitam namun lebih rendah daripada teh hijau karena teh oolong telah mengalami oksidasi sebagian.

Keunggulan teh oolong daripada teh hijau adalah citarasa dan aroma yang dimilikinya lebih disukai daripada teh hijau yang cenderung memiliki citarasa pahit.

Teh Fermentasi

Teh hitam

Dari berbagai jenis teh yang ada, teh hitam merupakan teh yang paling populer di dunia. Bahkan, fakta menunjukkan sekitar 165 juta cangkir teh hitam dikonsumsi oleh orang Inggris setiap hari. Selain di Inggris, teh hitam juga dikenal di China sebagai teh merah.

Black tea

Teh hitam atau teh fermentasi adalah teh yang mengalami proses oksidasi enzimatis. Teh ini didapat dari hasil penggilingan yang menyebabkan daun terluka dan mengeluarkan getah.

Getah itu bersentuhan dengan udara sehingga menghasilkan senyawa theaflavin dan thearubugin. Artinya, daun teh mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga semua kandungan katekin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubugin.

Warna hijau bakal berubah menjadi kecoklatan dan selama proses pengeringan menjadi hitam. Teh hitam membutuhkan proses produksi yang panjang. Pertama, daun teh hitam dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah itu daun akan menjadi layu dan digulung untuk menghancurkan sel-sel yang dapat menyebabkan daun cepat teroksidasi.

Share :

Baca Juga

Panduan Budidaya

Kiat Praktis Membuat Tabulampot di Rumah

Panduan Budidaya

Teknik Budidaya Jamur Merang

Panduan Budidaya

Benih Padi Unggul Umur Pendek Sebagai Solusi Untuk Petani

Panduan Budidaya

Amazing ! Inilah 14 Wujud Pertanian Modern di Masa Depan

Panduan Budidaya

Gak Perlu Selalu Beli, Kamu Bisa Tanam Buah Naga Sendiri Di Rumah, Ini Cara Mudahnya!

Agribisnis

Ini Dia Daftar Tanaman Termahal Di Dunia
Cara Menanam Cabe Hidroponik Di Rumah

Panduan Budidaya

Cara Menanam Cabe Hidroponik Di Rumah
pestisida organik nabati alami

Panduan Budidaya

Istimewa, 23 Tumbuhan Ini Bisa Dibuat Jadi Pestisida Organik