Mengenal Kartu Tani, Kartu Andalan Para Petani

  • Bagikan
Sumber foto: pikiranrakyatbekasi.com

Mediatani – Saat ini kartu tani menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh para petani. Pasalnya, dengan menggunakan kartu tersebut, para petani bisa memperoleh pupuk subsidi yang dapat meringankan beban para petani di saat harga pupuk yang tinggi.

Baca Juga :   Sejahterakan Petani Bunga Bogor, Mentan Apresiasi Program Green House Minaqu

Meski begitu, ternyata tidak semua petani mengetahui manfaat dari kartu tani tersebut, sehingga masih banyak  petani yang menganggap belum perlu memiliki kartu tani.

Padahal, untuk memperoleh kartu tani sebenarnya cukup mudah. Para petani harus memenuhi syarat dan ketentuan untuk memperoleh kartu tani.

Lalu, bagaimana cara membuat kartu tani? dilansir dari laman kapanlagi.com, berikut ulasan singkatnya.

1. Manfaat Kartu Tani

Pada dasarnya, kartu tani digunakan seperti kartu-kartu bantuan subsidi dari pemerintah lainnya, seperti Kartu Indonesia Pintar atau Kartu Indonesia Sehat. Bedanya, kartu ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat petani saja untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya.

Beberapa manfaat kartu tani ini adalah petani bisa memperoleh pupuk subsidi, bisa digunakan untuk pembayaran kredit usaha, melakukan penjualan tanpa perantara dan berfungsi sebagai tabungan atau bantuan sosial.

2. Syarat Membuat Kartu Tani

Setelah mengetahui manfaatnya, para petani juga harus tahu syarat dan ketentuan untuk membuat kartu tani. Adapun syarat-syarat membuat kartu tani; para petani harus terdaftar sebagai anggota dalam suatu kelompok tani, menyiapkan beberapa berkas seperti fotokopi KTP, Surat Tanah, Kartu Keluarga dan beberapa kelengkapan berkas lainnya sesuai dengan syarat yang ditetapkan di masing-masing daerah.

3. Cara Membuat Kartu Tani

Cara membuat kartu tani sebenarnya sangat mudah dan praktis. Setelah memenuhi syarat, petani mengumpulkan berkas kelengkapannya kepada ketua kelompok tani yang menaunginya. Setelah itu, ketua kelompok tani mengumpulkan berkas tersebut ke gapoktan (gabungan kelompok tani).

Kemudian, berkas tersebut akan diteruskan ke petugas penyuluh lapangan. Lalu dilakukan tahap verifikasi oleh petugas dinas pertanian setempat. Beberapa data yang akan melalui tahap verifikasi meliputi NIK, komoditas, luas lahan bahkan jenis pupuk yang dibutuhkan.

Setelah semuanya beres, kartu tani bisa langsung diberikan pada petani yang sudah mendaftar.

4. Membeli Pupuk Subsidi dengan Menggunakan Kartu Tani

Setelah kartu tani sudah di tangan, langkah selanjutnya adalah memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Pemanfaatan kartu tani ini agak berbeda dengan kartu atm atau Kartu Indonesia Pintar yang bisa digunakan dengan penarikan. Kartu tani hanya digunakan secara manual.

Untuk membeli pupuk bersubsidi, para petani harus membawa langsung kartu taninya ke toko resmi atau kios. Toko atau kios pupuk resmi ini akan dilengkapi dengan mesin EDC (Eletronic Data Capture).

Setelah itu, kartu tani diperlihatkan ke petugas toko atau kios tersebut. Lalu, petugas yang akan menggesekkan kartu tani ke alat EDC. Selanjutnya, para petani sudah bisa memilih pupuk yang diinginkan dan disesuaikan dengan kuota yang tersedia.

**

Itulah penjelasan singkat terkait manfaat, syarat pembuatan, cara membuat serta bagaimana cara menggunakan kartu tani. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba!

  • Bagikan