Mengusir Hama Burung Akan Lebih Mudah dengan Alat Rakitan Mahasiswa UNY Ini

  • Bagikan
Alat Pengusir Burung Otomatis Tenaga Surya
Prototype alat pengusir burung ciptakan lima mahasiswa UNY. Foto/Dok/Humas UNY

Mediatani – Salah satu musuh petani ketika padi telah memasuki masa panen adalah burung-burung yang memakan bulir padi. Sejauh ini kebanyakan petani masih menggunakan cara tradisional dengan menggunakan kaleng dan tali yang mengeluarkan suara. Namun, apakah cara tersebut efektif?

Banyak petani yang masih menggunakan kaleng dan tali sebab alatnya yang mudah didapatkan dan low budget. Namun cara ini memiliki kelemahan, yaitu petani harus menarik alat tersebut secara terus menerus dan tidak bisa beroperasi ketika petani tidak ke sawah.

Kondisi inilah yang membuat sekelompok mahasiswa UNY berinisiatif untuk membuat alat pengusir burung tenaga surya yang dapat bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan energi matahari.

Tim peneliti dari UNY tersebut terdiri dari beberapa anggota, yaitu Wolly Dwi Parma dan Chalik Nopa Saputra dari prodi Pendidikan Teknik Otomotif, Nadya Putri Kurniasari dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Sintya Marissa dari prodi Pendidikan Teknik Sipil serta Sherly Hariyanti dari prodi Pendidikan Kimia.

Wolly Dwi Parma menuturkan bahwa hal yang melatarbelakangi pembuatan alat ini adalah rasa prihatin terhadap kelelahan petani yang mengusir burung menggunakan metode manual dengan kaleng dan tali.

Baca Juga :   Mentan Yakin Pemanfaatan UPJA Akan Genjot Produksi Pangan

“Petani cukup duduk tenang saat mengoperasikannya dan tidak perlu memindahkan alat ini secara manual sekaligus hemat energi,” ungkap Wolly.

Alat pengusir burung tenaga surya ini sengaja dirancang untuk membantu para petani di Sleman Yogyakarta dalam menghalau burung. Alat ini menggunakan konsep yang ramah lingkungan sebab menggunakan panel surya untuk menghasilkan energi.

Chalik Nopa Saputra menyebutkan bahwa bahan yang dibutuhkan untuk merakit alat ini yaitu arduino uno, servo torsi, baterai, lonceng, panel surya, dan adaptor.

Nadya Putri Kurniasari juga menambahkan, perakitan alat ini dimulai dari membuat script Arduino uno dengan pembuatan program proteus yang dibuat pada perangkat PC.

“Setelah script dibuat, upload sistem ke arduino uno dengan menggunakan kabel data,” jelas Nadya.

Selanjutnya, dibuat rangkaian kabel yang sesuai dengan posisi pemrograman yang telah dirancang. Tidak ketinggalan, kabel panel surya juga dipasang pada baterai. Dengan begitu, daya baterai akan mengaktifkan arduino uno yang diprogram juga akan membangkitkan daya pada servo.

Baca Juga :   Ramai Ditanam Petani, Ini Fakta Untung-Buntung Bisnis Porang

Sherly Hariyanti menjelaskan bahwa alat tersebut bekerja ketika panel surya menangkap sinar matahari yang menjadi alat utama pengisian pada baterai dan akan menjadi sumber tegangan pada arduino dan servo.

“Ketika tombol ON dinyalakan, arduino akan menggerakkan servo yang telah di program,” jelas Sherly.

Servo kemudian akan membuat tali yang sudah terpasang pada sawah dan diberi lonceng bergerak. Suara yang dihasilkan dari gerakan tali yang membunyikan lonceng itulah yang akan membuat burung pergi.

Alat ini membantu para petani agar lebih mudah dalam mengusir hama burung dengan cara yang efektif dan efisien karena tidak menggunakan tenaga dan waktu yang banyak.

Sherly menuturkan bahwa pembuatan alat ini membutuhkan dana sekitar Rp2,6 juta. Berkat karya tersebut, mereka berhasil meraih penghargaan International Invention Competition for Young Moslem Scientists 2021 di Bandung belum lama ini.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani