Menjadi Sektor Andalan, Cak Imin Harap Pemerintah Prioritaskan Investasi Pertanian

  • Bagikan
Sumber foto: fraksipkb.com

Mediatani – Sektor pertanian sampai saat ini masih menjadi salah satu sektor yang telah mampu bertahan ditengan pandemi Covid-19. Berbagai kalangan memberikan apresiasi dan juga perhatiannya terhadap sektor pertanian ini. Salah satunya adalah dari Abdul Muhaimin Iskandar selaku Wakil Ketua DPR RI. Menurutnya, pihak dari Pemerintah harus memprioritaskan investasi terhadap pertanian.

Dilansir dari jawapos.com, berdasarkan hasil dari survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)  yang menyatakan bahwa sektor pertanian ini menjadi sektor yang sejauh ini paling mampu bertahan dan bisa terhindar dari kontraksi. Oleh sebab itu, pemerintah harus bisa meningkatkan investasi pertanian.

Cak Imin sapaan akrab dari Wakil Ketua DPR RI ini juga menyampaikan bahwa peningkatan investasi pada sektor pertanian akan mempunyai multiple effect atau memiliki efek yang banyak. Diantaranya, ketahanan pangan akan tercipta, kesejahteraan para petani dan juga nelayan akan meningkat, serta tenaga kerja dapat diserap dengan maksimal.

“Lebih dari 2,7 juta penduduk Indonesia kehilangan pekerjaannya selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, ” jelas Cak Imin.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor andalan. Seperti yang kita ketahui bahwa sektor ini telah memberikan sumbangan yaitu sebesar 2,95 persen dan selalu menunjukkan peningkatan selama pandemi ini.

Tercatat sebesar 10,32 persen pertumbuhan tanaman pangan yang ditandai oleh luas panen tanaman padi yang meningkat. Selain itu, pertumbuhan pada tanaman hortikultura juga tercatat sebesar 3,02 persen akibat cuaca yang saat ini lebih kondusif.

Cak Imin menyampaikan bahwa pencapaian dari sektor pertanian yang dinilai terus membaik di masa pandemi, tentulah mesti dibarengi juga dengan perbaikan terhadap kualitas hidup bagi para petani dan nelayan.

“Tidak hanya terjadi peningkatan dari segi produksi saja yang menjadi indikator keberhasilan terhadap pembangunan pertanian, tetapi ditinjau juga dari tingkat kesejahteraan rumah tangga para petani yang harus semakin membaik,” jelas Cak Imin.

Cak Imin yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menambahkan bahwa selama ini, selain nilai investasi di sektor pertanian yang masih cenderung rendah, alokasi untuk development research juga masih jauh dari nilai yang memadai.

Padahal jika betul-betul pengembangan pada bidang development research dan development sangat penting untuk masa depan pertanian Indonesia. Contohnya dengan mengadakan riset agar bisa menghasilkan bibit juga benih yang mampu beradaptasi terhadap dampak dari perubahan iklim.

Selain itu, menurut Cak Imin, pemerintah juga segera mungkin harus membuat road map yang jelas terkait kebijakan pangan yang menjangkau dari mulai hulu hingga ke hilir (on farm dan off farm).

Memperbaiki tata kelola terhadap distribusi dan rantai pasok sehingga menjadi lebih efisien dan dinilai mampu menekan biaya produksi terhadap hasil pertanian para petani menjadi salah satu faktor yang penting terhadap sektor pertanian Indonesia.

“Jika hal tersebut mampu kita aplikasikan, maka produk pangan yang tersedia di dalam negeri pastilah akan mampu bersaing juga dengan produk pertanian impor yang lainnya,” papar Cak Imin.

Meningkatnya jumlah investasi pada sektor pertanian juga bisa ditujukan dalam upaya meningkatkan produktifitas. Untuk melakukan hal tersebut, para petani harus diberikan wawasan serta akses modal yang cukup agar mampu meningkatkan produktivitas pada sektor pertanian.

“Salah satu program yang dinilai mampu menjawab persoalan ini adalah kehadiran Gagasan Bank Tani serta inisiasi pembiayaan untuk pertanian layak menjadi pilihan pemerintah,” pungkas Cak Imin.

  • Bagikan